{"id":1351,"date":"2026-07-30T00:26:28","date_gmt":"2026-07-30T00:26:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1351"},"modified":"2026-07-30T00:26:28","modified_gmt":"2026-07-30T00:26:28","slug":"terbatasnya-anggaran-membuat-banyak-daerah-terapkan-pengelolaan-sampah-dengan-sistem-open-dumping","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1351","title":{"rendered":"Terbatasnya Anggaran Membuat Banyak Daerah Terapkan Pengelolaan Sampah dengan Sistem Open Dumping"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping masih marak dilakukan, meski praktik pengelolaan sampah secara konvensional dengan cara menumpuk sampah tanpa pengolahan lebih lanjut sebenarnya sudah dilarang.<\/p>\n<p>Bahkan, pemerintah daerah yang masih melakukan praktik tersebut berpotensi dikenai sanksi pidana.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) mencatat akhir 2025, baru sekitar 30 persen dari total 485 TPA di seluruh Indonesia telah menghentikan praktik open dumping.<\/p>\n<p>Guru Besar Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Prof. Chandra Wahyu Purnomo mengungkapkan, kendala yang dihadapi daerah sehingga tetap menerapkan sistem open dumping disebabkan minimnya alokasi anggaran pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>&ldquo;Walaupun memang permasalahannya di pendanaan. Kondisinya alokasi dana APBD untuk pengelolaan sampah itu sekitar 1 persen bahkan ada yang di bawah itu,&rdquo; ungkapnya dikutip ugm.ac.id, Jumat (7\/5\/2026).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247359751\/penutupan-tpa-open-dumping-bakal-mendorong-ekonomi-sirkular\">Baca: Penutupan TPA Open Dumping Bakal Mendorong Ekonomi Sirkular<\/a><\/p>\n<p>Dia menambahkan, terbatasnya anggaran mengakibatkan pemerintah daerah hanya bisa memakainya untuk mengumpulkan dan menumpuk sampah yang dihasilkan<\/p>\n<p>Selain itu, kesadaran masyarakat nilainya juga minim untuk memilah sampah sejak awal karena ketidakjelasan aturan yang diterapkan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Chandra mengingatkan agar pemerintah perlu lebih menegaskan sistem pemilahan, baik jenisnya, waktu, dan pihak pengangkutnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Walaupun sudah banyak beredar surat pemerintah daerah terkait dengan darurat sampah, masyarakat masih tidak berdaya karena nihilnya fasilitas yang memadai,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, praktik pengelolaan sampah di masyarakat masih menggunakan metode langganan truk dari Pengelola Sampah Mandiri (PSM). Celah bisa muncul ketika sampah yang dikumpulkan tidak dipilah sejak dini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247354771\/kementerian-lingkungan-hidup-pembuangan-sampah-dengan-sistem-open-dumping-berkurang-siginifikan\">Baca: Pembuangan Sampah dengan Sistem Open Dumping Berkurang Siginifikan<\/a><\/p>\n<p>Sistem PSM berjalan secara mandiri ditransfer ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) kemudian armada Pemda mengangkutnya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Bisa dibayangkan kalau dari ujungnya pemilihannya tidak jelas, nanti di hilirnya juga jadi masalah. Pokok poinnya perlu dibenarkan walaupun informal bisa dijadikan semi formal untuk dibina dan alatnya distandardisasi,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Chandra menyinggung maraknya pusat pembakaran sampah ilegal karena adanya fenomena penutupan TPA. Alat yang digunakan bisa semacam insinerator sederhana, dimana tungku bakar yang kontrol emisi masih kurang.<\/p>\n<p>Padahal sampah yang memiliki kandungan klorin jika dibakar bisa menghasilkan dioksin dan furan.<\/p>\n<p>Kedua zat tersebut bisa menyebabkan kanker dan autoimun yang sulit disembuhkan. Berbeda dengan insinerator resmi yang metodenya bisa membersihkan sehingga asap keluar sudah bersih.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247241721\/klh-semua-tpa-dengan-sistem-open-dumping-akan-ditutup-pada-2028\">Baca: Semua TPA dengan Sistem Open Dumping Akan Ditutup pada 2028<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Dari sisi sampahnya hilang karena sudah dibakar, tetapi asapnya itu yang beracun. Kasihan penduduk di sekitar bisa setiap hari menghirup,&rdquo; sebutnya.<\/p>\n<p>Program pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi solusi untuk mengganti praktik open dumping. Pasalnya PSEL dibangun di kawasan yang per harinya mengumpulkan kisaran seribu ton sampah di 30 daerah.<\/p>\n<p>Selain itu, sisi akademisi dapat mengembangkan alat skala kecil seperti pengolahan menggunakan teknologi pirolisis. Metode tersebut memungkinkan jenis sampah plastik tertentu diubah menjadi bahan bakar minyak.<\/p>\n<p>&ldquo;Supaya BBM bagus, plastiknya perlu bersih dan kalau tercampur PVC itu tetap jadi masalah juga,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemerintah bisa menggandeng akademisi untuk mengatasi permasalahan di tingkat hulu dan hilir. Melalui teknologi sederhana, sampah bisa dikembangkan menjadi paving block, biogas, pupuk, atau bahkan bahan bakar gas.<\/p>\n<p>Namun semua itu perlu didukung pola kebiasaan masyarakat dalam memilah serta pembinaan untuk pihak pengangkut sampah mandiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping masih marak dilakukan, meski praktik pengelolaan sampah secara konvensional dengan cara menumpuk sampah tanpa pengolahan lebih lanjut sebenarnya sudah dilarang. Bahkan, pemerintah daerah yang masih melakukan praktik tersebut berpotensi dikenai sanksi pidana. Berdasarkan laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) mencatat akhir 2025, baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,187,115],"class_list":["post-1351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-open-dumping","tag-pengelolaan-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}