{"id":13590,"date":"2026-07-30T01:45:08","date_gmt":"2026-07-30T01:45:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13590"},"modified":"2026-07-30T01:45:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:45:08","slug":"riset-india-tercatat-sebagai-negara-penghasil-sampah-plastik-terbesar-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13590","title":{"rendered":"Riset: India Tercatat sebagai Negara Penghasil Sampah Plastik Terbesar di Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebuah studi terbaru&nbsp;mengungkapkan India menjadi penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dengan total produksi 9,3 juta ton setiap tahun.<\/p>\n<p>Posisi India ini menggeser China yang dalam satu dekade terakhir berhasil menurunkan sampah plastik yang dihasilkannya&nbsp;dan&nbsp;kini&nbsp;berada&nbsp;di&nbsp;posisi&nbsp;ke-4&nbsp;setelah&nbsp;Nigeria&nbsp;dan&nbsp;Indonesia.<\/p>\n<p>Data sampah plastik yang dilepas ke lingkungan di tiap negara ini diungkapkan dalam jurnal ilmiah Nature oleh para peneliti dari Universitas Leeds di Inggris.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah 10 negara teratas berdasarkan produksi sampah makroplastik:<br \/>1. India: 9,3 juta ton<br \/>2. Nigeria: 3,5 juta ton<br \/>3. Indonesia: 3,4 juta ton<br \/>4. China: 2,8 juta ton<br \/>5. Pakistan: 2,6 juta ton<br \/>6. Bangladesh: 1,7 juta ton<br \/>7. Rusia: 1,7 juta ton<br \/>8. Brasil: 1,4 juta ton<br \/>9. Thailand: 1 juta ton<br \/>10. Kongo: 1 juta ton<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244604494\/greenpeace-sesalkan-ktt-plastik-ottawa-tak-hasilkan-perjanjian-pengurangan-produksi-plastik\">Baca: KTT Plastik Ottawa gagal hasilkan kesepakatan kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Penelitian ini menggunakan model kecerdasan buatan canggih untuk melacak sampah plastik di lebih dari 50.000 kota di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Mereka menemukan bahwa dari 50,2 juta metrik ton plastik yang dilepaskan ke lingkungan setiap tahunnya. Produksi sampah plastik India yang mencapai 9,3 juta ton ini dapat memenuhi sekitar 604 Taj Mahal.<\/p>\n<p>Dilansir dari <em>South China Morning Post<\/em>, Selasa (10\/9\/2024) salah satu faktor yang mendukung tingginya sampah plastik yang mencemari di India karena kurangnya infrastruktur untuk mengumpulkan dan mengelola sampah plastik.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, India sedang berupaya untuk memperbaiki pengelolaan sampahnya, kebijakan yang sudah ada tetap terfragmentasi dan sulit ditegakkan.<\/p>\n<p>&#8220;Angka-angka tersebut mewakili sebagian besar material yang dihasilkan di India. Jumlah sampah padat kota yang dibakar di India setara dengan empat negara pembakar sampah terbesar berikutnya yaitu Indonesia, Nigeria, China, dan Rusia,&#8221; kata Ed Cook, salah satu peneliti.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244599147\/ktt-plastik-ottawa-besar-kemungkinan-harapan-aktivis-lingkungan-tak-akan-terwujud\">Baca: Harapan aktivis lingkungan terkait sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa China sebagai produsen sampah&nbsp;plastik terkemuka di dunia.<\/p>\n<p>Namun upaya terkoordinasi oleh Beijing telah secara signifikan mengurangi emisi negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. China menyumbang 2,8 juta ton emisi sampah plastik.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ed Cook mengatakan, China telah berinvestasi besar dalam pengumpulan dan pengolahan sampah padat kota dalam 15 tahun terakhir, yang berdampak besar pada mitigasi polusi plastik.<\/p>\n<p>Namun, Cook mengingatkan bahwa, dalam hal kekayaan, China sudah mendekati negara berpendapatan tinggi, sedangkan India masih berada di golongan berpendapatan rendah.<\/p>\n<p>&#8220;Akan sulit bagi India untuk mengikuti jalur yang sama seperti China karena mungkin tidak memiliki sumber daya untuk melakukannya,&#8221; tambah Cook.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244960856\/perdebatan-guna-ulang-vs-daur-ulang-kemasan-plastik-di-uni-eropa\">Baca: Perdebatan guna ulang vs daur ulang sampah plastik di Eropa<\/a><\/p>\n<p>Dikutip dari NDTV, Dr Costas Velis, peneliti utama dalam studi ini, menyatakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi pembakaran terbuka dan sampah yang tidak diangkut.<\/p>\n<p>Ia berpendapat bahwa pengumpulan sampah harus dianggap sebagai kebutuhan mendasar, seperti layanan air dan sanitasi.<\/p>\n<p>Studi tersebut menyerukan pengembangan &#8216;Perjanjian Plastik&#8217; global yang lebih ambisius untuk mengatasi sumber polusi plastik dan mengurangi dampaknya.<\/p>\n<p>Dr Josh Cottom, penulis utama laporan tersebut, menekankan bahwa peningkatan pengelolaan sampah padat dapat secara signifikan mengurangi polusi plastik dan meningkatkan kualitas hidup miliaran orang.<\/p>\n<p>Para peneliti berharap temuan mereka akan membantu para pembuat kebijakan dalam menciptakan strategi yang efektif untuk memerangi polusi plastik secara global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sebuah studi terbaru&nbsp;mengungkapkan India menjadi penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dengan total produksi 9,3 juta ton setiap tahun. Posisi India ini menggeser China yang dalam satu dekade terakhir berhasil menurunkan sampah plastik yang dihasilkannya&nbsp;dan&nbsp;kini&nbsp;berada&nbsp;di&nbsp;posisi&nbsp;ke-4&nbsp;setelah&nbsp;Nigeria&nbsp;dan&nbsp;Indonesia. Data sampah plastik yang dilepas ke lingkungan di tiap negara ini diungkapkan dalam jurnal ilmiah Nature oleh para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[281,686],"class_list":["post-13590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-polusi","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}