{"id":13604,"date":"2026-07-30T01:45:15","date_gmt":"2026-07-30T01:45:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13604"},"modified":"2026-07-30T01:45:15","modified_gmt":"2026-07-30T01:45:15","slug":"waspada-hepatitis-a-dapat-menular-dari-makanan-mentah-dan-lingkungan-yang-kotor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13604","title":{"rendered":"Waspada! Hepatitis A Dapat Menular dari Makanan Mentah dan Lingkungan yang Kotor"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Lingkungan yang kotor dan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan penularan penyakit Hepatitis A.<\/p>\n<p>Dilansir di laman who.int, Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).<\/p>\n<p>Virus Hepatetis&nbsp;A terutama menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) menelan makanan atau air yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi.<\/p>\n<p>Penyakit Hepatetis A terkait erat dengan air atau makanan yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi yang buruk, dan seks oral-anal.<\/p>\n<p>Tidak seperti hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis, tetapi dapat menyebabkan gejala yang melemahkan dan jarang terjadi hepatitis fulminan (gagal hati akut), yang sering berakibat fatal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/245064147\/suspek-mpox-bermunculan-dpr-desak-pemerintah-terapkan-protokol\">Baca: Suspek Mpox bermunculan, pemerintah diminta terapkan protokol kesehatan<\/a><\/p>\n<p>Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ihsan Panji Santiko, mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak matang atau jajan di lingkungan yang kotor.<\/p>\n<p>Ihsan mencontohkan, lalat menghinggapi makanan atau minuman juga bisa membawa virus Hepatitis A.<\/p>\n<p>&ldquo;Makanan dan minuman yang tidak matang juga bisa tertular virus tersebut,&rdquo; kata Ihsan dalam diskusi daring Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang disiarkan di Jakarta, Senin (9\/9\/2024) seperti dikutip Antaranews.com<\/p>\n<p>Lebih lanjut Ihsan menjelaskan apabila virus tersebut masuk ke dalam tubuh, Hepatitis A akan berkembang biak dan menimbulkan gejala.<\/p>\n<p>Ketika seseorang mengalami Hepatitis jenis A, gejala yang akan timbul antara lain demam, badan kuning, buang air kecil berwarna seperti teh, lemas, mata berubah kekuningan, hingga mual dan muntah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244819965\/paparan-polusi-sejak-kecil-picu-masalah-pernapasan-saat-dewasa\">Baca: Polusi udara berkepanjangan bisa memicu gangguan pernapasan<\/a><\/p>\n<p>Ihsan mengatakan, Hepatitis jenis A perlu diwaspadai karena dapat menjadi akut. Jenis Hepatitis ini juga langsung menimbulkan gejala.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, masyarakat perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Karena, lanjut Ihsan, Hepatitis A dapat membaik dan sembuh sempurna jika tertangani dengan baik.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Kalau terdiagnosa Hepatitis, jangan stres dulu ya. Berpikir tenang dan segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui fase dari virusnya,&rdquo; kata Ihsan.<\/p>\n<p>Pada fase awal, biasanya pasien masih dipantau dan belum mendapat pengobatan. Sebab tubuh memiliki daya tahan tubuh yang dapat melawan infeksi virus.<\/p>\n<p>Namun, daya tahan tubuh orang berbeda-beda, kata Ihsan. Oleh karena itulah dokter memantau fase ini. Apabila tak memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat, dokter akan memberikan obat-obatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Lingkungan yang kotor dan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan penularan penyakit Hepatitis A. Dilansir di laman who.int, Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Virus Hepatetis&nbsp;A terutama menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) menelan makanan atau air yang terkontaminasi tinja orang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13605,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3860,17],"class_list":["post-13604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hepatetis-a","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}