{"id":13691,"date":"2026-07-30T01:46:27","date_gmt":"2026-07-30T01:46:27","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13691"},"modified":"2026-07-30T01:46:27","modified_gmt":"2026-07-30T01:46:27","slug":"sebelum-meninggal-ekonom-faisal-basri-ingatkan-utang-pemerintah-yang-melambung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13691","title":{"rendered":"Sebelum Meninggal, Ekonom Faisal Basri Ingatkan Utang Pemerintah yang Melambung"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dua minggu sebelum wafat, ekonom senior Faisal Basri menyoroti utang pemerintah yang terus bertambah demi bisa membayar bunga pinjaman.<\/p>\n<p>Faisal Basri meninggal karena serangan jantung pada Kamis, 5 September 2024, dalam usia 65 tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Primary balance kita selalu merah, kecuali tahun 2023. Sehingga untuk membayar utang pun kita harus berutang. Membayar bunga&nbsp;utang harus berhutang. Karena primary balance-nya minus,&#8221; ujar Faisal Basri&nbsp;dalam diskusi yang diadakan oleh Bright Institute bertema &#8220;Review RAPBN 2025 Ngegas Utang!&#8221; di Jakarta Selatan, Rabu, (21\/8\/2024)<\/p>\n<p>Dilansir Tempo.co, dalam diskusi tersebut, ia mengungkapkan dalam RAPBN 2025, pemerintah kembali menghadapi defisit keseimbangan primer (primary balance) yang memaksa negara terus berutang untuk membayar bunga.<\/p>\n<p>Faisal mengatakan pengelolaan anggaran pemerintah tidak menunjukkan perubahan paradigma dari tahun ke tahun sehingga mengakibatkan beban bunga utang yang semakin meningkat.<\/p>\n<p>Data yang Faisal sampaikan menunjukkan primary balance Indonesia terus mengalami defisit selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kecuali pada tahun 2023.<\/p>\n<p>Sejak 2014 atau saat Jokowi pertama kali menjabat presiden, defisit primary balance Indonesia sudah menunjukkan tren yang memburuk.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244992529\/utang-pemerintah-tembus-rp8444-triliun-ini-dampaknya-bagi-perekonomian-nasional\">Baca: Utang pemerintah capai Rp8.444 triliun<\/a><\/p>\n<p>Pada 2020, defisit mencapai titik terendah sebesar Rp633,6 triliun, diikuti oleh defisit besar lainnya pada 2021 yang mencapai Rp431,6 triliun.<\/p>\n<p>Meskipun ada sedikit perbaikan pada 2023 dengan surplus tipis Rp2,6 triliun, kondisi ini tidak bertahan lama karena pada 2024 dan 2025 kembali diproyeksikan defisit, masing-masing Rp110,8 triliun dan Rp63,3 triliun.<\/p>\n<p>Keseimbangan primer atau primary balance adalah indikator penting dalam pengelolaan fiskal yang menunjukkan perbedaan antara pendapatan pemerintah dengan pengeluaran sebelum pembayaran bunga utang.<\/p>\n<p>Ketika keseimbangan primer menunjukkan defisit, artinya negara harus mengambil utang baru hanya untuk membayar bunga dari utang sebelumnya.<\/p>\n<p>Menurut Faisal, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan ketergantungan yang berkelanjutan pada utang baru.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Data yang dipaparkan Faisal menunjukkan pembayaran bunga utang terus meningkat, mencapai Rp552,9 triliun dalam RAPBN 2025. Angka ini naik signifikan dari Rp499,0 triliun pada tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Bayangkan, sekarang sudah mencapai 20,3 persen dari belanja pemerintah pusat,&#8221; kata Faisal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244978622\/beban-utang-yang-harus-dibayar-pemerintah-pada-2025-capai-rp1200-triliun-jokowi-diingatkan-hati-hati-gunakan-apbn\">Baca: Kewajiban pemerintah membayar utang capai Rp1.200 triliun tahun depan<\/a><\/p>\n<p><strong>Utang Pemerintahan Jokowi Melambung<\/strong><br \/>Faisal Basri mengatakan, Pemerintahan Presiden Jokowi akan mengakhiri 10 tahun masa kepemimpinannya dengan utang mencapai Rp 8,3 kuadriliun atau Rp8.300 triliun.<\/p>\n<p>Data terakhir APBN Kementerian Keuangan mencatat, posisi utang pemerintah mencapai Rp8.335 triliun per April 2024.<\/p>\n<p>Ia mengatakan angka tersebut hanya menghitung utang dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman luar negeri. Belum termasuk utang Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.<\/p>\n<p>&ldquo;Utang-utang lain masih ada, misalnya utang pemerintah untuk bayar pensiun, utang ke BUMN yang belum dibayar, kalau dijumlah itu sudah 45 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto),&rdquo; ujar Faisal Basri ditemui di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2024.<\/p>\n<p>Hingga Juni 2024, rasio utang pemerintah telah mencapai 39,13 persen terhadap PDB. Namun jika menghitung pinjaman lain, Faisal Basri meyakini rasio utang telah melampaui angka tersebut.<\/p>\n<p>Ia mengatakan argumen utang untuk pembiayaan infrastruktur juga perlu ditelaah. Karena sebagian besar infrastruktur itu justru meningkatkan utang BUMN yang ditugaskan.<\/p>\n<p>Utang BUMN yang melambung, menurut Faisal disebabkan Jokowi yang menugasi perusahaan negara melebihi dari kapasitasnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Kan mulai kelabakan sekarang, Wijaya Karya, macam-macam, itu tidak kelihatan di utang pemerintah (yang disebutkan),&rdquo; ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dua minggu sebelum wafat, ekonom senior Faisal Basri menyoroti utang pemerintah yang terus bertambah demi bisa membayar bunga pinjaman. Faisal Basri meninggal karena serangan jantung pada Kamis, 5 September 2024, dalam usia 65 tahun. &#8220;Primary balance kita selalu merah, kecuali tahun 2023. Sehingga untuk membayar utang pun kita harus berutang. Membayar bunga&nbsp;utang harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13692,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3881,2244],"class_list":["post-13691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-faisal-basri","tag-utang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}