{"id":13715,"date":"2026-07-30T01:46:33","date_gmt":"2026-07-30T01:46:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13715"},"modified":"2026-07-30T01:46:33","modified_gmt":"2026-07-30T01:46:33","slug":"mengapa-pernikahan-menjadi-hal-yang-menakutkan-bagi-anak-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13715","title":{"rendered":"Mengapa Pernikahan Menjadi Hal yang Menakutkan bagi Anak Muda?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Topik mengenai pernikahan sempat menjadi perbincangan&nbsp;di media sosial beberapa waktu yang lalu.<\/p>\n<p>Kata kunci <em>&ldquo;Marriage Is Scary&rdquo;<\/em> sempat menjadi trending topic di X (dahulu twitter) selama beberapa hari di awal Agustus.<\/p>\n<p>Tren ini dimulai dengan munculnya banyak video yang menunjukkan betapa menakutkannya pernikahan bagi seseorang,&nbsp;khususnya&nbsp;anak&nbsp;muda.<\/p>\n<p>Fenomena ketakutan&nbsp;pada&nbsp;pernikahan&nbsp;ini semakin populer seiring meningkatnya kasus perceraian dan terkuaknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).<\/p>\n<p>Banyak orang memakai istilah ini untuk menyampaikan kekhawatiran atau bahkan ketakutan mereka terhadap konsep pernikahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244681902\/tiga-alasan-mengapa-anak-muda-lakukan-praktik-kohabitasi-atau-tinggal-bersama-tanpa-ikatan-pernikahan\">Baca: Tiga alasan mengapa makin banyak orang muda tinggal bersama tanpa menikah<\/a><\/p>\n<p>Kekhawatiran itu muncul, baik karena pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan maupun pandangan umum yang menganggap kehidupan pernikahan penuh tekanan.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang menyebabkan pernikahan menjadi hal yang menakutkan, khususnya untuk anak muda?<\/p>\n<p>Dalam episode SuarAkademia terbaru, Tim Podcast The Conversation Indonesia berdiskusi dengan Dian Kinayung, dosen dari fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.<\/p>\n<p>Dian sempat membuat survei secara mandiri untuk meneliti tren ini. Dari 196 mahasiswa rentang usia 17-25 tahun, 84 persen responden yang ia ajak bicara mengaku memiliki ketakutan untuk menikah.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, alasan yang disampaikan oleh responden sangat beragam. Salah satu alasan terbanyak dalam survei tersebut adalah informasi mengenai permasalahan pernikahan di Internet.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244560599\/generasi-muda-yang-menunda-menikah-di-indonesia-terus-meningkat\">Baca: Makin banyak orang muda Indonesia yang menunda menikah<\/a><\/p>\n<p>Menurut Dian, banyaknya konten media sosial yang viral dan memberikan banyak sekali informasi mengenai permasalahan pernikahan seperti terlantarnya anak, KDRT<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Juga, banyaknya perempuan&nbsp;atau&nbsp;istri yang menjadi tulang punggung bisa menjadi faktor pemicu trauma sekunder.<\/p>\n<p>Selain itu, Dian juga menyebutkan bahwa situasi ekonomi yang semakin berat membuat responden survei, khususnya laki-laki, memutuskan untuk mengejar kemapanan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Menurut hasil survei tersebut, responden laki-laki mengatakan hal materiil seperti pekerjaan dan keuangan menjadi kekhawatiran yang mendalam sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke jenjang pernikahan.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin tahu selengkapnya perbincangan ini, simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia&mdash;ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/mengapa-pernikahan-menakutkan-bagi-anak-muda-237312\">The Conversation<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Topik mengenai pernikahan sempat menjadi perbincangan&nbsp;di media sosial beberapa waktu yang lalu. Kata kunci &ldquo;Marriage Is Scary&rdquo; sempat menjadi trending topic di X (dahulu twitter) selama beberapa hari di awal Agustus. Tren ini dimulai dengan munculnya banyak video yang menunjukkan betapa menakutkannya pernikahan bagi seseorang,&nbsp;khususnya&nbsp;anak&nbsp;muda. Fenomena ketakutan&nbsp;pada&nbsp;pernikahan&nbsp;ini semakin populer seiring meningkatnya kasus perceraian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3890,1419],"class_list":["post-13715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak-muda","tag-pernikahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}