{"id":13842,"date":"2026-07-30T01:47:11","date_gmt":"2026-07-30T01:47:11","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13842"},"modified":"2026-07-30T01:47:11","modified_gmt":"2026-07-30T01:47:11","slug":"merapah-banua-upaya-melestarikan-budaya-dan-ekonomi-ramah-lingkungan-di-kapuas-hulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13842","title":{"rendered":"Merapah Banua: Upaya Melestarikan Budaya dan Ekonomi Ramah Lingkungan di Kapuas Hulu"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Merapah Banua, demikian platform inovatif yang menghubungkan kekayaan alam dan budaya lokal Kabupaten Kapuas Hulu dengan publik ini dinamai.<\/p>\n<p>Melalui platform Merapah Banua ini, MADANI Berkelanjutan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi lokal Kabupaten Kapuas Hulu yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Inisiatif ini tak hanya menjadi jembatan bagi pelestarian alam dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas lokal&nbsp;Kabupaten Kapuas Hulu yang dikenal sebagai jantung bumi Borneo atau Kalimantan.<\/p>\n<p>Merapah Banua diperkenalkan secara resmi pada publik pada acara Hulu Indonesia Festival (Hi-Fest) 2024 yang diselenggarakan di Aula Paroki Kota Putussibau pada Jumat-Sabtu 30-31 Agustus 2024.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245014614\/delapan-karya-budaya-betawi-diajukan-sebagai-warisan-budaya-takbenda-indonesia\">Baca: 8 Karya Budaya Betawi Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dengan tema &ldquo;Satu Bumi&rdquo;, festival ini menampilkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan Merapah Banua kepada publik dengan beberapa kegiatan.<\/p>\n<p>Program Lead Komoditas Berkelanjutan di MADANI Berkelanjutan, Trias Fetra mengatakan, Merapah Banua adalah langkah nyata untuk mengangkat nilai kekayaan alam dan budaya Kapuas Hulu.<\/p>\n<p>&rdquo;Budaya, manusia dan alam merupakan satu kesatuan. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan berbagai potensi lokal yang ada, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya di wilayah ini maupun wilayah lain di Indonesia,&rdquo; ucapnya saat peluncuran platform Merapah Banua di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (31\/8\/2024).<\/p>\n<p>Nama Merapah Banua berasal dari kata &ldquo;merapah&rdquo; yang artinya mengembara atau menjelajah, dan &ldquo;banua&rdquo; yang berarti negeri atau rumah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244948591\/dpd-aman-bangun-sekolah-adat-untuk-lestarikan-budaya-suku-rejang\">Baca: Sekolah adat suku Rejang Lebong di Bengkulu<\/a><\/p>\n<p>Melalui platform ini, MADANI Berkelanjutan mengajak masyarakat luas untuk menjelajahi dan lebih mengenal berbagai potensi Kapuas Hulu, serta mendorong masyarakat di hulu pada khususnya untuk berkolaborasi dalam mengembangkan wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Merapah Banua dirancang untuk menjadi ruang kreatif dan wadah bagi individu dan komunitas yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan The Heart of Borneo.<\/p>\n<p>Melalui empat fitur utama, Merapah Banua membagikan kisah perjalanan mengeksplorasi alam dan budaya Kapuas Hulu melalui Cerita Perjalanan; mengenal kehidupan masyarakat adat Dayak dari dekat sekali bersama potensi komoditas lestari yang mereka miliki melalui Virtual Reality Tour 360&deg;.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dengan Merapah Banua, publik juga bisa terhubung dengan berbagai inisiatif kelompok anak muda yang berkomitmen melestarikan warisan budaya benda dan non benda Kapuas Hulu lewat rubrik Komunitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244928967\/bahasa-daerah-terancam-kelestariannya-belajar-bahasa-sunda-harus-di-belanda\">Baca: Banyak bahasa daerah di Indonesia terancam keberadaannya<\/a><\/p>\n<p>Mereka juga bisa mengapresiasi produk ramah alam dari tangan para perajin, pengusaha, dan UMKM setempat dengan berbelanja hasta karya mereka melalui pasar daring Pasar Rakyat Hulu.<\/p>\n<p>Komunitas-komunitas lokal di Kapuas Hulu memiliki potensi luar biasa. Merapah Banua hadir sebagai wadah informasi yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, lingkungan sosial, dan budaya.<\/p>\n<p>Dengan melibatkan orang muda dari berbagai latar belakang di Kapuas Hulu, inisiatif ini dapat menyebarluaskan cerita dan nilai-nilai positif tersebut.<\/p>\n<p>&rdquo;Saya berharap, Merapah Banua dapat menjadi corong inspiratif yang mampu menggerakkan siapa pun untuk ambil bagian dalam gerakan ini,&#8221; kata Agustinus Surya Indrawan, Ketua Putussibau Art Community (PAC).<\/p>\n<p>Founder Mahakarya Tenun,&nbsp;Hardiyanti&nbsp;mengatakan&nbsp;bahwa&nbsp;Pasar Rakyat Hulu adalah langkah awal bagi UMKM di Kapuas Hulu untuk memperkenalkan produk mereka secara lebih luas.<\/p>\n<p>&rdquo;Kami berharap ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para perempuan perajin tenun yang juga berperan dalam konservasi hutan,&rdquo; jelas Hardiyanti&nbsp;yang&nbsp;mendirikan wadah pendokumentasian para perempuan perajin tenun Dayak Iban.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Merapah Banua, demikian platform inovatif yang menghubungkan kekayaan alam dan budaya lokal Kabupaten Kapuas Hulu dengan publik ini dinamai. Melalui platform Merapah Banua ini, MADANI Berkelanjutan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi lokal Kabupaten Kapuas Hulu yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Inisiatif ini tak hanya menjadi jembatan bagi pelestarian alam dan budaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2534,1251,17,3919],"class_list":["post-13842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-budaya","tag-kapuas-hulu","tag-lingkungan","tag-merapah-banua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}