{"id":13866,"date":"2026-07-30T01:47:25","date_gmt":"2026-07-30T01:47:25","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13866"},"modified":"2026-07-30T01:47:25","modified_gmt":"2026-07-30T01:47:25","slug":"sederet-ekses-negatif-penggunaan-artificial-intelligence-atau-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13866","title":{"rendered":"Sederet Ekses Negatif Penggunaan Artificial Intelligence atau AI"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah memberikan akses informasi tanpa batas dalam waktu singkat, sehingga memberikan kemudahan dalam hal pendidikan.<\/p>\n<p>Dengan adanya AI, mahasiswa dapat mengumpulkan berbagai informasi sekunder yang dibutuhkan untuk pengerjaan tugas dalam waktu lebih cepat daripada pencarian artikel manual.<\/p>\n<p>Namun, AI juga dapat menimbulkan beberapa persoalan, seperti bocornya data pribadi, bias teknologi dalam penanganan mentalitas manusia, serta kurangnya tingkat keaslian karya apabila mahasiswa bergantung penuh terhadap AI dalam pengerjaan tugas.<\/p>\n<p>Kondisi ini memerlukan penguatan etika untuk mencegah penyalahgunaan AI yang berakibat fatal bagi psikis maupun pertumbuhan intelektualitas mahasiswa.<\/p>\n<p>Penguatan etika ini sebaiknya tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi juga mengasah moral akan pentingnya nilai humanisme dalam penggunaan teknologi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244968639\/sejumlah-negara-mulai-kembangkan-regulasi-terkait-ai-bagaimana-dengan-indonesia\">Baca: Sejumlah negara telah punya aturan soal AI<\/a><\/p>\n<p><strong>AI dan kebocoran data<\/strong><br \/>Mahasiswa pengguna AI rentan mengalami kebocoran data, karena mereka memiliki literasi yang berbeda-beda dalam melindungi data pribadinya.<\/p>\n<p>Mahasiswa yang mempunyai literasi dan kepedulian tinggi terhadap perlindungan data tentunya akan membaca lebih detail terkait data yang disebarkan dan dirahasiakan dalam platform AI tertentu.<\/p>\n<p>Namun, mereka yang mempunyai literasi rendah akan rentan menjadi korban penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.<\/p>\n<p>Secara umum, Indonesia menduduki peringkat 3 terbesar dari kebocoran data dari seluruh negara di kawasan Asia Pasifik selama 2021 dan 2022.<\/p>\n<p><strong>AI sebagai konsultan kesehatan mental<\/strong><br \/>Selain itu, banyak remaja usia sekolah ataupun mahasiswa yang menggunakan chatbot AI untuk memberikan solusi atas masalah psikologis yang sedang mereka hadapi.<\/p>\n<p>Masalahnya, reliabilitas jawaban AI atas masalah psikologis masih dipertanyakan. Dalam penelitian kejiwaan, AI mengganti peran manusia (dehumanisasi) dalam memberikan konsultasi psikologi.<\/p>\n<p>Artinya, ada komponen manusiawi yang hilang yakni empati dan juga pengertian akan perasaan pasien. Ini menyebabkan adanya bias terhadap respon dari masalah psikologi manusia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Data dari Global Online Safety Survey 2024 menunjukkan, ketergantungan yang tinggi akan AI membawa masalah keyakinan yang salah (false belief) serta mengganggu mental dan kondisi psikologi siswa seperti halusinasi (AI hallucination) dan kepribadian palsu (deepfakes).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244753646\/teknologi-ai-makin-berkembang-pekerjaan-apa-yang-akan-tergantikan-dan-tetap-bertahan\">Baca: Jenis pekerjaan yang tak akan tergusur AI<\/a><\/p>\n<p><strong>AI kurangi keaslian karya<\/strong><br \/>Ketergantungan yang tinggi terhadap AI juga dapat menurunkan keaslian karya karena tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap suatu permasalahan.<\/p>\n<p>Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Columbia di Amerika Serikat (AS), salah satu kemampuan manusia yang tidak bisa ditiru AI adalah empati manusia, kreativitas dan motivasi.<\/p>\n<p>Di dalam pengajaran di kelas, tugas akhir berupa presentasi, pembuatan video observasi lapangan hingga pembuatan makalah, adalah salah satu capaian untuk mendorong motivasi, kemampuan berpikir kritis dan juga kreativitas mahasiswa.<\/p>\n<p>Pasalnya, presentasi kelompok dapat menumbuhkan nilai kerja sama, kreativitas dan juga kemampuan berpikir kritis.<\/p>\n<p>Namun, dengan bergantung penuh terhadap AI, kemampuan berkolaborasi dan berpikir kritis mereka dapat berkurang.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, AI memiliki keterbatasan dalam mendukung proses pembelajaran yang proporsional untuk melatih berpikir kritis.<\/p>\n<p>Pengguna bisa saja memerintahkan AI untuk menyusun dan membuat presentasi yang mereka inginkan, tetapi keaslian pemikiran dan kolaborasi mereka hanya sedikit.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga terjadi dalam pembuatan makalah. Model pembelajaran ini diharapkan dapat melatih kemampuan riset, mengolah informasi dan juga kemampuan berpikir kritis (critical thinking).<\/p>\n<p>Namun, dengan adanya chatbot berbasis AI, mahasiswa dapat membuat makalah hanya dalam beberapa menit.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Albert Hasudungan, Dosen, Universitas Prasetiya Mulya<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah memberikan akses informasi tanpa batas dalam waktu singkat, sehingga memberikan kemudahan dalam hal pendidikan. Dengan adanya AI, mahasiswa dapat mengumpulkan berbagai informasi sekunder yang dibutuhkan untuk pengerjaan tugas dalam waktu lebih cepat daripada pencarian artikel manual. Namun, AI juga dapat menimbulkan beberapa persoalan, seperti bocornya data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[668],"class_list":["post-13866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}