{"id":13990,"date":"2026-07-30T01:48:11","date_gmt":"2026-07-30T01:48:11","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13990"},"modified":"2026-07-30T01:48:11","modified_gmt":"2026-07-30T01:48:11","slug":"agar-program-susu-gratis-tak-memicu-lonjakan-emisi-gas-rumah-kaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13990","title":{"rendered":"Agar Program Susu Gratis Tak Memicu Lonjakan Emisi Gas Rumah Kaca"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Program susu gratis yang dicanangkan presiden terpilih, dikhawatirkan akan memicu lonjakan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Indonesia tak boleh menyepelekan risiko polusi dan emisi dari program susu gratis. Peningkatan emisi dari sektor ini bisa menghalangi komitmen Indonesia untuk meredam emisi sektor peternakan sebanyak 32-43 persen pada 2030.<\/p>\n<p>Indonesia juga menandatangani Global Methane Pledge (GMP) 2021 untuk mengurangi emisi metana sebesar 30 persen pada akhir 2030.<\/p>\n<p>Karena itulah, pemerintah sebaiknya mengaji ulang kelayakan program susu gratis. Apalagi, susu bukanlah sumber nutrisi yang umum: hanya menyumbang 1,5 gram dari total 80 gram konsumsi protein harian per kapita secara nasional.<\/p>\n<p>Studi ilmuwan lintas negara pada 2021 justru menyarankan Indonesia melakukan diversifikasi pangan, salah satunya melalui pengembangan ikan dan makanan laut lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245018337\/program-susu-gratis-prabowo-gibran-bisa-memperparah-perubahan-iklim\">Baca: Dampak program susu gratis pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Namun, apabila pemerintah menginginkan program susu gratis tetap dilanjutkan, Indonesia setidaknya perlu melaksanakan beberapa strategi untuk mengurangi dampak lingkungannya.<\/p>\n<p><strong>1. Peningkatan produktivitas<\/strong><br \/>Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah peningkatan produktivitas sapi yang ada melalui perbaikan pakan dan genetika sapi perah.<\/p>\n<p>Saat ini, produksi susu sapi Indonesia hanya 1.653 kg per ekor per tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi susu sapi perah di Thailand (4,432 kg\/ekor\/tahun), dan Vietnam (3,621 kg\/ekor\/tahun).<\/p>\n<p>Jika strategi peningkatan produktivitas ini dilaksanakan, pemerintah dapat meninggalkan fokus program peningkatan populasi sapi perah sebagai strategi utama meningkatkan produksi susu sapi nasional.<\/p>\n<p><strong>2. Pengendalian emisi metana<\/strong><br \/>Strategi lainnya adalah pengendalian emisi metana melalui penggunaan pakan tanaman hijauan dan biji-bijian dengan nilai kecernaan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Pemerintah juga dapat memperbanyak penelitian seputar potensi pakan yang dapat meredam emisi metana dari sapi perah.<\/p>\n<p>Penelitian seputar hal tersebut sampai saat ini masih sangat terbatas di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243090284\/industri-peternakan-sumbang-41-persen-deforestasi-atau-penebangan-hutan-dunia\">Baca: Dampak industri peternakan pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah perlu mengalokasikan dana, mendukung investasi, dan kerja sama internasional untuk menambah riset dan pengembangan pakan sapi perah.<\/p>\n<p>Selama studi teknis dan keekonomian berlangsung, pemerintah dapat memperbanyak pasokan produk suplemen sapi yang mengandung bahan aktif seperti tannin, saponin, dan 3-nitrooxypropanol (3-NOP).<\/p>\n<p>Hal&nbsp;ini&nbsp;untuk mengurangi jumlah mikroba yang pembentuk gas metana dalam sistem pencernaan sapi.&nbsp;Selama ini, suplai produk suplemen tersebut masih sangat sedikit.<\/p>\n<p>Pemerintah juga perlu meringankan beban ekonomi peternak untuk memberikan pakan tambahan.<\/p>\n<p>Pada umumnya, peternak akan ragu untuk memberikan pakan jenis baru pada ternaknya apabila biaya pakan meningkat dan ketiadaan jaminan produksi susu meningkat setelahnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244451789\/kurangi-konsumsi-daging-berpotensi-buka-lahan-penghasil-energi-hijau-sekaligus-serap-emisi-karbon\">Baca: Kurangi konsumsi daging berdampak bagus pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p><strong>3. Pemanfaatan kotoran sapi<\/strong><br \/>Strategi berikutnya adalah pemanfaatan kotoran sapi perah untuk produksi biogas, kompos, dan pupuk.<\/p>\n<p>Sejauh ini, masih sedikit peternakan yang melaksanakan program biogas karena keterbatasan lahan dan kemampuan peternak dalam memelihara reaktor biogas.<\/p>\n<p>Pemanfaatan untuk kompos dan pupuk juga terhalang kendala teknis seperti ketersediaan tenaga kerja, akses lahan dan pasar.<\/p>\n<p>Pemerintah perlu menyokong program biogas bersamaan dengan pelaksanaan program susu gratis.<\/p>\n<p>Biogas bisa menyokong ketahanan energi di kawasan peternakan, sekaligus mengurangi ketergantungan pupuk kimia di daerah pertanian.<\/p>\n<p>Strategi ini juga dapat mengurangi pencemaran amonia ke tanah maupun air, sekaligus meredam emisi metana ke atmosfer.<\/p>\n<p><strong>Artikel&nbsp;ini&nbsp;telah&nbsp;terbit&nbsp;di&nbsp;The Conversation, penulis: Titis Apdini PhD Candidate of Animal Production Systems, Wageningen University<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Program susu gratis yang dicanangkan presiden terpilih, dikhawatirkan akan memicu lonjakan emisi gas rumah kaca. Indonesia tak boleh menyepelekan risiko polusi dan emisi dari program susu gratis. Peningkatan emisi dari sektor ini bisa menghalangi komitmen Indonesia untuk meredam emisi sektor peternakan sebanyak 32-43 persen pada 2030. Indonesia juga menandatangani Global Methane Pledge (GMP) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[198,3952],"class_list":["post-13990","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-emisi","tag-susu-gratis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13990"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13990\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}