{"id":14066,"date":"2026-07-30T01:48:35","date_gmt":"2026-07-30T01:48:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14066"},"modified":"2026-07-30T01:48:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:48:35","slug":"perubahan-iklim-kian-mengkhawatirkan-anak-muda-yang-paling-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14066","title":{"rendered":"Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan, Anak Muda yang Paling Terdampak"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut anak muda merupakan kelompok yang akan paling terdampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sehingga penting untuk melakukan aksi-aksi nyata dalam pencegahan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Menurut Dwikorita, fenomena perubahan iklim semakin mengkhawatirkan serta memicu dampak yang lebih luas.<\/p>\n<p>Hal itu terlihat dari berbagai peristiwa alam terkait iklim, dari suhu udara yang lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, hingga maraknya bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia.<\/p>\n<p>Maka dari itu, seluruh generasi harus saling berkolaborasi untuk menahan laju perubahan iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244980012\/perubahan-iklim-memicu-panas-perkotaan-ini-dampaknya-bagi-kehidupan-kota-dan-warganya\">Baca: Perubahan iklim memicu panas di perkotaan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Generasi Z dan Alpha akan menjadi generasi yang paling merasakan dampak dari perubahan iklim. Karenanya, saya yakin anak-anak muda yang jumlahnya mendominasi penduduk Indonesia bisa memberikan dampak signifikan terhadap aksi perubahan iklim,&#8221; ujar Dwikorita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, pada&nbsp;Festival Aksi Iklim dan Workshop Iklim Terapan.<\/p>\n<p>Festival tersebut merupakan suatu rangkaian acara dalam Peringatan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ke-7 dengan tema&nbsp;&ldquo;Aksi Iklim Kaum Muda untuk Perubahan Iklim Indonesia&#8221;.<\/p>\n<p>Dwikorita mengatakan perubahan iklim global bukanlah kabar bohong (hoaks) dan prediksi untuk masa depan, melainkan realitas yang di hadapi miliaran jiwa penduduk bumi.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244998081\/masalah-pendidikan-perubahan-iklim-di-indonesia-praktik-baik-yang-telah-dilakukan\">Baca: Masalah pendidikan perubahan iklim di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan, Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental.<\/p>\n<p>Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat celcius di atas zaman pra industri. Angka ini, kata Dwikorita, nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015.<\/p>\n<p>Kesepakatan itu menyebut bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat celcius.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pada tahun 2023&nbsp;terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana&nbsp;<em>heat wave<\/em><em>&nbsp;<\/em>ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244973700\/wmo-sebut-perubahan-iklim-penyebab-utama-panas-ekstrem-di-seluruh-dunia\">Baca: Perubahan iklim picu panas ekstrem di seluruh dunia<\/a><\/p>\n<p>Dwikorita mengungkapkan BMKG sendiri memproyeksi suhu udara di Indonesia akan melompat naik hingga 3,5 derajat Celcius dibandingkan zaman pra industri di tahun 2100 mendatang apabila aksi mitigasi iklim gagal dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara WMO&nbsp;menyebut bahwa tahun 2050 mendatang, dalam skenario terburuk maka negara-negara di dunia akan menghadapi tidak hanya bencana hidrometeorologi, namun juga kelangkaan air yang berakibat pada krisis pangan. Jika melihat tahun tersebut, maka dapat dipastikan bahwa Generasi Z dan Alpha lah yang akan paling merasakan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sementara itu&nbsp;Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan perubahan iklim akan terus terjadi dalam beberapa dekade mendatang apabila tidak dilakukan aksi mitigasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244956946\/indonesia-masuk-daftar-30-negara-paling-rentan-terkena-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Indonesia paling rentan terkena dampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya, kunci keberhasilan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim itu ada pada upaya yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan kesadaran dan pengetahuan yang mereka miliki.<\/p>\n<p>Yang menjadi tantangan saat ini, lanjutnya, bagaimana meningkatkan pemahaman iklim dan perubahan iklim di kalangan publik, terutama generasi muda, generasi milenial, dan gen-Z.<\/p>\n<p>Karena mereka adalah generasi yang akan paling terpapar dampak perubahan iklim dalam satu atau dua dekade mendatang, sekaligus yang paling bertanggung jawab untuk melakukan segala tindakan dan upaya untuk menanggulanginya.<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut anak muda merupakan kelompok yang akan paling terdampak perubahan iklim. Sehingga penting untuk melakukan aksi-aksi nyata dalam pencegahan perubahan iklim. Menurut Dwikorita, fenomena perubahan iklim semakin mengkhawatirkan serta memicu dampak yang lebih luas. Hal itu terlihat dari berbagai peristiwa alam terkait iklim, dari suhu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14067,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3890,1610,173],"class_list":["post-14066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak-muda","tag-iklim","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14066"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14066\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14067"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}