{"id":14163,"date":"2026-07-30T01:49:01","date_gmt":"2026-07-30T01:49:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14163"},"modified":"2026-07-30T01:49:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:49:01","slug":"masalah-pendidikan-perubahan-iklim-di-indonesia-kurangnya-sinergi-antarkebijakan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14163","title":{"rendered":"Masalah Pendidikan Perubahan Iklim di Indonesia Kurangnya Sinergi Antarkebijakan (2)"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>ruangkotacom<\/strong> &#8211; Perubahan iklim dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia di abad ke-21.<\/p>\n<p>Dunia melalui UNESCO menyepakati bahwa salah satu cara untuk memersiapkan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama generasi muda, adalah melalui pendidikan.<\/p>\n<p>Pendidikan perubahan iklim (Climate change education\/CCE) dikumandangkan oleh UNESCO sebagai pendidikan formal, non-formal, dan informal yang membantu orang-orang memahami dan menghadapi dampak dari krisis iklim.<\/p>\n<p>Pendidikan perubahan iklim juga memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Penelitian yang dilakukan Kelvin Tang (Kandidat PhD di University of Tokyo) tentang posisi dan kondisi pendidikan perubahan iklim di Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan perubahan iklim di Indonesia belum menjadi prioritas baik dari segi kebijakan perubahan iklim maupun kebijakan pendidikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/editor2.promediaindonesia.com\/ruang-kota\/add\/n-perubahan-iklim-di-indonesia-belum-tepat-sasaran-1\">Baca: Masalah dalam pendidikan perubahan iklim di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dalam tulisannya yang telah terbit di The Conversation, Kelvin menemukan terdapat ketidaksinkronan gagasan pendidikan perubahan iklim di dalam kedua kebijakan tersebut.<\/p>\n<p>Penelitian Kelvin menemukan tiga fakta penting terkait pendidikan perubahan iklim. Poin kedua temuan Kelvin adalah kurangnya sinergi antarkebijakan<\/p>\n<p>Definisi dan tujuan pendidikan perubahan iklim dalam kebijakan perubahan iklim dan kebijakan pendidikan di&nbsp;Indonesia&nbsp;masih berbeda.<\/p>\n<p>Kebijakan perubahan iklim menggunakan gagasan capacity building&rsquo; (pembangunan kapasitas) yang menitikberatkan pada keterampilan teknis penanganan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Fokus pendidikan perubahan iklim dalam kebijakan perubahan iklim adalah pendidikan nonformal melalui pelatihan-pelatihan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24665199\/3-cara-agar-pendidikan-turut-memberi-solusi-bagi-perubahan-iklim\">Baca: Agar pendidikan memberi solusi menghadapi perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Sehingga, pembangunan kapasitas tertuju terutama ke staf pemerintahan dan sektor swasta yang berhubungan dengan lima sektor pengendalian perubahan iklim, yaitu sektor energi, limbah, proses industri dan penggunaan produk, pertanian, serta kehutanan dan penggunaan lahan.<\/p>\n<p>Sementara itu, kebijakan pendidikan memiliki gagasan agen perubahan dalam mengatasi perubahan iklim.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Melalui pendidikan perubahan iklim, kebijakan pendidikan bertujuan untuk menumbuhkan individu-individu yang memiliki landasan moral dan karakter yang kuat serta menghormati lingkungan.<\/p>\n<p>Individu-individu ini kemudian diharapkan dapat menerjemahkan nilai-nilai etika mereka ke dalam tindakan nyata, sehingga dapat berkontribusi pada strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang efektif.<\/p>\n<p>Kurangnya sinergi dari tujuan kedua kebijakan di atas mengakibatkan program-program pendidikan perubahan iklim tidak efektif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244956946\/indonesia-masuk-daftar-30-negara-paling-rentan-terkena-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Indonesia masuk 30 negara yang rentan terdampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Padahal, selain meningkatkan efektivitas dari segi implementasi maupun pemanfaatan sumber daya, kebijakan yang bersinergi juga akan memudahkan pemantauan dan evaluasi dampak dari inisiatif pendidikan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Pendekatan pendidikan Jepang untuk pembangunan berkelanjutan (Education for sustainable development\/ESD), contohnya, menunjukkan kebijakan yang selaras.<\/p>\n<p>Pemerintah Jepang telah mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum nasionalnya, memastikan bahwa siswa belajar tentang aspek keberlanjutan dalam berbagai mata pelajaran.<\/p>\n<p>Siswa mempelajari pentingnya hemat listrik sebagai aksi konsumsi berkelanjutan. Ini selaras dengan kebijakan nasional Jepang yang mengutamakan efisiensi energi untuk meredam perubahan iklim.<\/p>\n<p><strong>Artikel&nbsp;ini&nbsp;telah&nbsp;terbit&nbsp;di&nbsp;The&nbsp;Conversation,&nbsp;penulis:&nbsp;Kelvin Tang (Kandidat PhD di University of Tokyo)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ruangkotacom &#8211; Perubahan iklim dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia di abad ke-21. Dunia melalui UNESCO menyepakati bahwa salah satu cara untuk memersiapkan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama generasi muda, adalah melalui pendidikan. Pendidikan perubahan iklim (Climate change education\/CCE) dikumandangkan oleh UNESCO sebagai pendidikan formal, non-formal, dan informal yang membantu orang-orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[237,173],"class_list":["post-14163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pendidikan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14163"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14163\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}