{"id":14183,"date":"2026-07-30T01:49:06","date_gmt":"2026-07-30T01:49:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14183"},"modified":"2026-07-30T01:49:06","modified_gmt":"2026-07-30T01:49:06","slug":"rapor-merah-10-tahun-jokowi-ingkar-semua-janji-kepada-masyarakat-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14183","title":{"rendered":"Rapor Merah 10 Tahun Jokowi: Ingkar Semua Janji kepada Masyarakat Adat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Masyarakat Adat merasa tertipu dengan janji-janji yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama sepuluh tahun dia memimpin republik ini.<\/p>\n<p>Masyarakat&nbsp;Adat&nbsp;menilai&nbsp;komitmen yang&nbsp;disampaikan&nbsp;di awal pemerintahan Jokowi yang tercantum dalam Nawacita, hanya janji-janji belaka.<\/p>\n<p>Demikian Abdon Nababan dari Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat merespon pidato Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI.<\/p>\n<p>&ldquo;Tidak ada satu pun frasa &ldquo;Masyarakat Adat&rdquo; dalam pidato itu. Pidato itu hanya berisi klaim-klaim angka keberhasilan pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, bendungan dan jaringan irigasi,&rdquo; ujar Abdon Nababan&nbsp;dalam&nbsp;keterangan&nbsp;tertulis&nbsp;yang&nbsp;diterima&nbsp;Jumat&nbsp;(16\/8\/2024).<\/p>\n<p>Jokowi. lanjutnya, juga mengklaim pembangunan smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga sebagai keberhasilan padahal nyata-nyata mengakibatkan kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244984475\/jokowi-klaim-indonesia-serius-mendorong-transisi-hijau-ketua-komisi-vii-dpr-transisi-berjalan-sangat-lambat\">Baca: Komisi VII DPR nilai transisi energi hijau berjalan lambat<\/a><\/p>\n<p>Sayangnya lagi, seluruh klaim keberhasilan di dalam pidato tersebut dibangun di atas perampasan dan penggusuran wilayah masyarakat adat.<\/p>\n<p>&ldquo;Data AMAN hingga Mei 2024 menunjukkan bahwa sepanjang rezim pemerintahan Jokowi berkuasa, telah terjadi perampasan wilayah adat seluas 11,07 juta hektar, 687 konflik Masyarakat Adat yang mengakibatkan 925 orang dikriminalisasi,&rdquo; kata Syamsul Alam Agus, Ketua Badan Pelaksana Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN).<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN),&nbsp;Rukka Sombolinggi mengatakan, dalam sepuluh tahun terakhir, politik hukum Masyarakat Adat semakin memburuk.<\/p>\n<p>Penetapan Perppu Ciptaker menjadi UU Cipta Kerja, KUHP, revisi UU IKN, UU KSDAHE, dan berbagai peraturan perundang-undangan di bidang agraria dan sumber daya alam mengandung unsur-unsur &ldquo;penyangkalan&rdquo; yang kuat terhadap eksistensi Masyarakat Adat beserta hak-hak tradisionalnya.<\/p>\n<p><em>Political will<\/em> pemerintahan sangat rendah. Negara masih terus menerus<br \/>mengedepankan skenario hukum dengan latar kekuasaan yang berwatak merampas dan<br \/>menindas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244978170\/ketua-komunitas-adat-sorbatua-siallagan-divonis-2-tahun-penjara-ruu-masyarakat-adat-harus-segera-disahkan\">Baca: Pertahankan hutan adatnya, tetua adat Toba justru divonis 2 tahun penjara<\/a><\/p>\n<p>&rdquo;Semua ini tercermin dari skenario pengakuan hukum yang rumit, bertingkat-tingkat, sektoral, memisahkan proses pengakuan hak atas wilayah adat dari pengakuan Masyarakat Adat, Bahkan mengecualikan wilayah-wilayah adat yang berkonflik dari pengakuan Masyarakat Adat,&rdquo; papar Rukka.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Kasmita Widodo menyoroti pengakuan wilayah adat yang baru mencapai 16 persen dari 30,1 juta hektar peta wilayah adat yang teregistrasi di Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).<\/p>\n<p>&rdquo;Sedangkan pengakuan hutan adat baru mencapai 8 persen dari 3,4 juta hektar potensi hutan adat dari wilayah adat yang telah ditetapkan pengakuannya oleh Pemerintah Daerah,&rdquo; tambahnya.<\/p>\n<p>Hingga penghujung kepemimpinannya, belum ada legacy baik yang ditinggalkan Jokowi bagi Masyarakat Adat. Padahal, 10 tahun lalu, demi meraup suara Masyarakat Adat, Jokowi berjanji akan mendukung Masyarakat Adat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244929526\/hutan-adat-terancam-tokoh-masyarakat-adat-tabi-papua-mengadu-ke-ksp\">Baca: Hutan adat suku Tabi Papua juga terancam<\/a><\/p>\n<p>Abdon lantas memaparkan, perjumpaan AMAN dengan calon Presiden Jokowi di tahun 2014 menorehkan 6 janji Nawacita Jokowi-JK untuk Masyarakat Adat.<\/p>\n<p>AMAN dan jaringan pendukung lantas&nbsp;bekerja secara sukarela menggalang suara&nbsp;demi&nbsp;terpilihnya&nbsp;Jokowi.<\/p>\n<p>&rdquo;Paling sedikit 12 juta suara kami sumbangkan untuk kemenangan Jokowi-JK. Setelah kemenangan, saya mewakili AMAN menerima obor relawan dari Surya Paloh<br \/>dalam satu upacara di Kemayoran,&rdquo; kata Abdon Nababan.<\/p>\n<p>Janji tinggal janji. Janji Nawacita hanya tipuan. Jokowi 10 tahun berkuasa tak satu pun janjinya dipenuhi.<\/p>\n<p>&ldquo;Jangankan berterimakasih dan minta maaf bahkan satu kata Masyarakat Adat pun tidak disebutkan di Pidato Kenegaraan terakhirnya pagi tadi,&rdquo; pungkas Abdon Nababan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Masyarakat Adat merasa tertipu dengan janji-janji yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama sepuluh tahun dia memimpin republik ini. Masyarakat&nbsp;Adat&nbsp;menilai&nbsp;komitmen yang&nbsp;disampaikan&nbsp;di awal pemerintahan Jokowi yang tercantum dalam Nawacita, hanya janji-janji belaka. Demikian Abdon Nababan dari Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat merespon pidato Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1029,47],"class_list":["post-14183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jokowi","tag-masyarakat-adat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}