{"id":14240,"date":"2026-07-30T01:49:23","date_gmt":"2026-07-30T01:49:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14240"},"modified":"2026-07-30T01:49:23","modified_gmt":"2026-07-30T01:49:23","slug":"mengenal-16-titik-megathrust-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14240","title":{"rendered":"Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Di Indonesia, zona megathrust bukanlah hal baru. Zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia.<\/p>\n<p>Zona megathrust berada di 6 zona subduksi aktif dengan potensi gempa besar terjadi di zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.<\/p>\n<p>Selain dua zona megathrust itu, Indonesia juga dikelilingi oleh 16 titik megathrust lainnya, yaitu:<\/p>\n<p>1.Aceh-Andaman <br \/>2.Nias-Simeulue <br \/>3.Kepulauan Batu <br \/>4.Mentawai-Siberut <br \/>5.Mentawai&ndash;Pagai <br \/>6.Enggano <br \/>7.Selat Sunda Banten <br \/>8.Selatan Jawa Barat <br \/>9.Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur <br \/>10.Selatan Bali <br \/>11.Selatan NTB <br \/>12.Selatan NTT <br \/>13.Laut Banda Selatan <br \/>14.Laut Banda Utara <br \/>15.Utara Sulawesi <br \/>16.Subduksi Lempeng Laut Pilipina.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244975882\/mengenal-apa-itu-megathrust-yang-bisa-picu-gempa-dan-tsunami-di-indonesia\">Mengenal Apa Itu Megathrust yang Bisa Picu Gempa dan Tsunami di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Segmen zona megathrust di Indonesia sudah dapat dikenali potensinya. Dilansir dari laman BPBD Provinsi Jogja, aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan tidak selalu berkekuatan besar.<\/p>\n<p>Sebagai sumber gempa, zona megathrust dapat membangkitkan gempa berbagai magnitudo dan kedalaman.<\/p>\n<p>Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru &ldquo;gempa kecil&rdquo; yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar.<\/p>\n<p>Kapan gempa megathrust terjadi? Kepala Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan Universitas Brawijaya Adi Susilo mengatakan, gempa megathrust memang berpotensi terjadi di Indonesia.<\/p>\n<p>Kendati demikian, beberapa gempa yang terjadi di Indonesia belakangan diharapkan tidak membuat masyarakat panik dan mengaitkannya dengan gempa megathrust.<\/p>\n<p>&#8220;Gempa megathrust memang potensi ada, tetapi bukan diprediksi pasti terjadi,&#8221; kata dia, dilansir dari Kompas.id.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244855332\/tujuh-segmen-sesar-semangko-berada-di-sumatra-barat-ini-daftarnya\">Tujuh Segmen Sesar Semangko Berada di Sumatra Barat, Ini Daftarnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga mengatakan, gempa megathrust terjadi ribuan tahun sekali. Menurut penelitian yang diterbitkan di berbagai jurnal, gempa megathrust baru terjadi ketika gempa berbarengan di sepanjang zona subduksi selatan Jawa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Inilah yang berpotensi menyebabkan gempa besar sekitar 8 MMI dengan potensi tsunami 20 meter. Kapan itu terjadi? Kemungkinan bisa 2000 tahun sekali,&rdquo; ujar Adi.<\/p>\n<p>Dikutip dari Kontan, gempa megathrust berbesar dalam 20 tahun terakhir adalah gempa Tohoku berkekuatan 9,0&ndash;9,1 skala Richter pada 2011 silam.<\/p>\n<p>Gempa megathrust bisa picu tsunami Kepala Bidang (Kabid) PK BPBD Provinsi Sumbar, Syahrazad Jamil mengatakan, gempa megathrust M 8,9 dapat memicu terjadinya tsunami setinggi 6-10 meter.<\/p>\n<p>&#8220;20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi enam hingga 10 meter dengan jarak dua hingga lima kilometer,&#8221; ungkapnya dilansir dari Antara.<\/p>\n<p>Melihat potensi bencana tersebut, pihaknya mempersiapkan mitigasi dengan menjadikan kawasan Gunung Padang sebagai tujuan evakuasi warga binaan apabila tsunami terjadi.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244530391\/brin-lakukan-pemetaan-sesar-di-pulau-jawa-sejumlah-kota-ini-rawan-terdampak-gempa\">BRIN Lakukan Pemetaan Sesar di Pulau Jawa: Sejumlah Kota Ini Rawan Terdampak Gempa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, pada segmen zona megathrust Selat Sunda, gempa megathrust dengan M 8,7 yang terjadi bersamaan dengan segmentasi di atas dan timur kawasan tersebut dapat memicu terjadinya tsunami.<\/p>\n<p>Segmentasi di atas megathrust Selat Sunda adalah megathrust Enggano. Sedangkan segmentasi di timur Selat Sunda adalah megathrust Jawa Barat-Tengah.<\/p>\n<p>Doktor yang pernah meneliti potensi gempa bumi megathrust dan tsunami di Selatan Jawa, Widjo Kongko mengatakan, ketika gempa terjadi secara bersamaan di zona tersebut, kekuatannya bisa mencapai M 9,0.<\/p>\n<p>&#8220;Energi yang dihasilkan dari potensi gempa itu mirip dengan gempa bumi dan tsunami Aceh 2004,&#8221; ucapnya, dikutip dari Antara.<\/p>\n<p>Menurut permodelan, Widjo mengatakan bahwa secara saintifik tsunami yang mungkin terjadi akibat megathrust Selat Sunda ini bisa lebih tinggi dari Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, karena secara umum kedalaman laut di daerah sumber gempa lebih dalam dibandingkan dengan yang kejadian 2004, maka berdasar perhitungan model, secara saintifik tsunami yang terjadi bisa lebih tinggi dari Aceh,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Sumber:&nbsp;Kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Di Indonesia, zona megathrust bukanlah hal baru. Zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia. Zona megathrust berada di 6 zona subduksi aktif dengan potensi gempa besar terjadi di zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Selain dua zona megathrust itu, Indonesia juga dikelilingi oleh 16 titik megathrust [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[248,3731],"class_list":["post-14240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gempa","tag-megathrust"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14240"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14240\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}