{"id":14264,"date":"2026-07-30T01:49:28","date_gmt":"2026-07-30T01:49:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14264"},"modified":"2026-07-30T01:49:28","modified_gmt":"2026-07-30T01:49:28","slug":"mayoritas-air-tanah-di-jakarta-tercemar-berat-warga-diimbau-tak-mengonsumsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14264","title":{"rendered":"Mayoritas Air Tanah di Jakarta Tercemar Berat, Warga Diimbau Tak Mengonsumsinya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyarankan warga tak mengonsumsi lagi air tanah karena hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2023 menunjukkan rata-rata air tanah sudah tercemar.<\/p>\n<p>Ketua Sub Kelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta Elisabeth Tarigan menyebut hasil didapat dari pemantauan terhadap 267 titik.<\/p>\n<p>Hasilnya, sebanyak 52 persen lokasi pemantauan memiliki status air tanah yang ada tercemar berat dan 27 persen tercemar ringan.<\/p>\n<p>&#8220;Dari hasil kajian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, dari 270 lokasi pemantauan semua rata-rata sudah tercemar. Pengaruhnya bakteri E.coli dari tangki septik, pencemaran permukaan, dan lainnya,&#8221; ujarnya dalam seminar daring yang disiarkan di YouTube Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa (13\/8\/2024).<\/p>\n<p>Menurut Elisabeth, saat ini masih ada daerah di Jakarta yang belum terlayani dengan air perpipaan khususnya di selatan Jakarta, serta kiri dan kanan Jakarta yakni bagian barat dan timur.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244922994\/konservasi-air-dki-jakarta-andalkan-147-waduk-dan-embung-yang-ada\">Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Warga di wilayah&nbsp;tersebut masih menjadikan air tanah sebagai sumber air bersih dan air minum.<\/p>\n<p>Data dari PAM Jaya memperlihatkan bahwa sebesar 32,35 persen area di DKI Jakarta yang belum terlayani oleh layanan air minum perpipaan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, guna menyediakan air bersih di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan percepatan pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA) dan jaringan perpipaan.<\/p>\n<p>Pemprov DKI juga menambah jaringan perpipaan dan non perpipaan di wilayah yang belum terlayani misalnya dengan menghadirkan kios air, hidran umum, master meter, mobil tangki, dan reservoir komunal.<\/p>\n<p>&#8220;Bekerja sama dengan pihak lain baik tingkat nasional termasuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), membangun beberapa IPA, jaringan untuk mendukung percepatan peningkatan pelayanan,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244897121\/dki-jakarta-terancam-krisis-air-bersih-kebutuhan-terus-meningkat-tak-sebanding-dengan-pasokan\">DKI Jakarta Terancam Krisis Air Bersih: Kebutuhan Terus Meningkat Tak Sebanding dengan Pasokan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemprov DKI Jakarta&nbsp;juga senantiasa melakukan pemeliharaan, evaluasi, laporan supaya tahu masih<em> on the right track<\/em> atau tidak<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, Pemprov DKI juga menambah suplai air dengan uprating SPAM Hutan Kota, IPA Cilandak, Buaran lalu mendampingi percepatan pembangunan IPA, melakukan pembatasan penggunaan air tanah.<\/p>\n<p>Hal lainnya yakni peningkatan indeks ketahanan air dengan menjaga kualitas badan air seperti embung, sungai, danau, dan waduk.<\/p>\n<p>Upaya-upaya ini nantinya diharapkan dapat mewujudkan target cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen di Jakarta pada tahun 2030.<\/p>\n<p>Sumber:Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyarankan warga tak mengonsumsi lagi air tanah karena hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2023 menunjukkan rata-rata air tanah sudah tercemar. Ketua Sub Kelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta Elisabeth Tarigan menyebut hasil didapat dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14265,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2480,9,1982],"class_list":["post-14264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-air-tanah","tag-jakarta","tag-tercemar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}