{"id":14492,"date":"2026-07-30T01:50:39","date_gmt":"2026-07-30T01:50:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14492"},"modified":"2026-07-30T01:50:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:50:39","slug":"pegiat-hukum-tata-negara-bentuk-cals-kritisi-cara-penguasa-jalankan-kekuasaan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14492","title":{"rendered":"Pegiat Hukum Tata Negara Bentuk CALS: Kritisi Cara Penguasa Jalankan Kekuasaan Negara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah akademisi, pegiat hukum tata negara, dan hukum administrasi negara membentuk <em>Constitutional and Administrative Law Society<\/em> (CALS), di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada atau UGM, Jumat (2\/8\/2024).<\/p>\n<p>CALS sebetulnya sudah dibentuk sejak 2021. Namun, baru diresmikan Jumat lalu untuk mempermudah kerja-kerja organisasi.<\/p>\n<p>Kerja-kerja CALS&nbsp;itu antara&nbsp;lain&nbsp;berhubungan untuk mengajukan permohonan uji&nbsp;materi&nbsp;ke Mahkamah Konstitusi atau MK terhadap undang-undang yang bermasalah.<\/p>\n<p>Pendirian CALS secara resmi dinamakan Deklarasi Yogyakarta pada 2 Agustus 2024. Dalam deklarasi itu, CALS disebut didirikan oleh pengajar dan pegiat hukum tata negara dan hukum administrasi negara Indonesia.<\/p>\n<p>Mereka berkomitmen memajukan, mengembangkan,dan menerapkan ilmu-ilmu hukum tata negara dan hukum administrasi negara atas dasar nilai-nilai yang menjunjung tinggi etika dan hukum untuk kemajuan peradaban manusia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244434541\/di-sela-deklarasi-kampus-menggugat-zainal-arifin-mochtar-serukan-pengadilan-rakyat\">Baca: Pengadilan rakyat terhadap Jokowi<\/a><\/p>\n<p>Untuk tujuan tersebut, CALS menetapkan Konstitusi yang dibentuk atas dasar prinsip-prinsip kolegialitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi yang berfungsi sebagai landasan hukum organisasi yang independen dan bersikap kritis terhadap cara penguasa menjalankan kekuasaan negara.<\/p>\n<p>Salah satu pendiri, Bivitri Susanti, mengatakan, CALS bertujuan mengawal penyelenggaraan negara dan pemerintahan dalam kerangka hukum yang demokratis.<\/p>\n<p>Organisasi ini dilahirkan dalam konteks penyelenggaraan negara hukum yang semakin tak demokratis.<\/p>\n<p>&#8220;Kami kelompok yang mengawal demokrasi yang terancam akibat kepentingan kekuasaan,&#8221; kata Bivitri dikutip Tempo.co, Sabtu (3\/8\/2024).<\/p>\n<p>CALS melihat demokrasi dan hukum semakin terancam. Buruknya demokrasi itu dilegitimasi oleh hukum. Karena itu, CALS akan menjadi kelompok yang akan mengawal dan mengkritik pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;CALS akan membela kepentingan publik,&#8221; ujar Bivitri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244430463\/belasan-tokoh-masyarakat-temui-megawati-meminta-memimpin-gerakan-perbaikan-demokrasi\">Baca: Megawati diminta pimpin upaya penyelamatan reformasi<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurut dia, CALS juga hadir sebagai kelompok intelektual hukum yang akan melawan intelektual kelas kambing. Intelektual kelas Kambing merupakan istilah yang disampaikan Rowo Mangun.<\/p>\n<p>Istilah itu merujuk intelektual yang sering melacurkan ilmunya untuk berpihak pada kuasa dan kepentingan politik.<\/p>\n<p>Dalam waktu dekat, CALS akan mengawal sejumlah revisi Undang-Undang yang dinilai bermasalah. Di antaranya, revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kementerian.<\/p>\n<p>Para pendiri CALS yakni:<br \/>1. Aan Eko Widiarto (Universitas Brawijaya)<br \/>2. Agil Oktaryal (STHI Jentera)<br \/>3. Allan Fatchan Gani Wardhana (Universitas Islam Indonesia)<br \/>4. Alviani Sabillah (PSHK)<br \/>5. Auliya Khasanofa (Universitas Muhammadiyah Tangerang)<\/p>\n<p>6. Beni Kurnia Illahi (Universitas Bengkulu)<br \/>7. Bivitri Susanti (STH Jentera)<br \/>8. Charles Simabura (Universitas Andalas)<br \/>9. Denny Indrayana (INTEGRITY)<br \/>10. Dhia Al-Uyun (Universitas Brawijaya)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/243337452\/seruan-tokoh-bangsa-dari-jembatan-serong-demokrasi-dipertaruhkan-karena-praktik-politik-dinasti-di-pemilu-2024\">Baca: Para cendekiawan menilai demokrasi dirusak akibat politik dinasti Jokowi<\/a><\/p>\n<p>11. Fadli Ramadhanil (PERLUDEM)<br \/>12. Feri Amsari. (Universitas Andalas)<br \/>13. Herdiansyah Hamzah (Universitas Mulawarman)<br \/>14. Herlambang P. Wiratraman (Universitas Gadjah Mada)<br \/>15. Hesti Armiwulan (Universitas Surabaya)<\/p>\n<p>16. Idul Rishan (Universitas Islam Indonesia)<br \/>17. Iwan Satriawan (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)<br \/>18. Mirza Satria Buana (Universitas Lambung Mangkurat)<br \/>19. Muchamad Ali Safa&rsquo;at (Universitas Brawijaya)<br \/>20. Muhammad Nur Ramadhan (PSHK)<\/p>\n<p>21. Pery Rehendra Sucipta (Universitas Maritim Raja Ali Aji)<br \/>22. Richo Andi Wibowo (Universitas Gadjah Mada)<br \/>23. Susi Dwi Harijanti (Universitas Padjadjaran)<br \/>24. Taufik Irmanto (Universitas Muhammadiyah Bima)<br \/>25. Titi Anggraini (Universitas Indonesia)<\/p>\n<p>26. Violla Reininda (PSHK) <br \/>27. Warkhatun Najidah (Universitas Mulawarman)<br \/>28. Yance Arizona (Universitas Gadjah Mada)<br \/>29. Zainal Arifin Mochtar (Universitas Gadjah Mada)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejumlah akademisi, pegiat hukum tata negara, dan hukum administrasi negara membentuk Constitutional and Administrative Law Society (CALS), di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada atau UGM, Jumat (2\/8\/2024). CALS sebetulnya sudah dibentuk sejak 2021. Namun, baru diresmikan Jumat lalu untuk mempermudah kerja-kerja organisasi. Kerja-kerja CALS&nbsp;itu antara&nbsp;lain&nbsp;berhubungan untuk mengajukan permohonan uji&nbsp;materi&nbsp;ke Mahkamah Konstitusi atau MK [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14493,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4061,4060,698],"class_list":["post-14492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cals","tag-kekuasaan","tag-negara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14492\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}