{"id":14496,"date":"2026-07-30T01:50:40","date_gmt":"2026-07-30T01:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14496"},"modified":"2026-07-30T01:50:40","modified_gmt":"2026-07-30T01:50:40","slug":"seperti-ini-emisi-gas-rumah-kaca-memicu-gelombang-panas-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14496","title":{"rendered":"Seperti Ini Emisi Gas Rumah Kaca Memicu Gelombang Panas Ekstrem"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Akibat&nbsp;emisi&nbsp;gas&nbsp;rumah&nbsp;kaca,&nbsp;dunia baru saja melampaui ambang batas pemanasan global sebesar 1,5&deg;C selama 12 bulan berturut-turut, dengan bulan Juni menjadi bulan Juni terpanas dalam sejarah &ndash; bulan ke-13 berturut-turut yang mencatatkan suhu yang memecahkan rekor.<\/p>\n<p>Peningkatan panas ekstrem ini merupakan akibat langsung dari emisi gas rumah kaca yang dipicu aktivitas manusia.&nbsp;Emisi gas rumah kaca inilah&nbsp;yang&nbsp;menyebabkan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Ketika emisi gas rumah kaca memerangkap lebih banyak panas di atmosfer, gelombang panas &ndash;jenis peristiwa cuaca ekstrem yang paling mematikan&ndash; menjadi lebih lama dan lebih panas.<\/p>\n<p>Studi atribusi yang dilakukan oleh World Weather Attribution (WWA) menemukan bahwa gelombang panas yang melanda India dan Pakistan pada Maret 2022 sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia<\/p>\n<p>Ini membuatnya setidaknya 30 kali lebih mungkin terjadi gelombang panas yang melanda Siberia pada tahun 2020, dan 600 kali lebih tinggi akibat perubahan iklim dibandingkan yang terjadi secara alami.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244937823\/perubahan-iklim-picu-gelombang-panas-akan-makin-sering-terjadi\">Baca: Perubahan iklim membuat gelombang panas semakin ekstrem<\/a><\/p>\n<p>Vikki Thompson, ilmuwan iklim di Cabot Institute, Universitas Bristol pernah menjelaskan, perubahan iklim membuat gelombang panas menjadi lebih panas dan bertahan lebih lama di seluruh dunia.<\/p>\n<p>&rdquo;Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa banyak gelombang panas tertentu menjadi lebih intens karena sinyal perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia bahkan dapat dideteksi dalam jumlah kematian yang disebabkan oleh gelombang panas,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Penjelasan ini sejalan dengan Laporan Penilaian ke-6 dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), yang menyatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas sejak tahun 1950-an.<\/p>\n<p>Diperkirakan kondisi ini akan terus meningkat seiring dengan pemanasan global yang terus berlanjut dan tidak diimbangi dengan pengurangan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/241797133\/gelombang-panas-di-eropa-apakah-dipicu-perubahan-iklim\">Baca: Apakah gelombang panas di Eropa dipicu perubahan iklim?<\/a><\/p>\n<p><strong>Penyebab gelombang panas<\/strong><br \/>Gelombang panas biasanya berasal dari adanya sistem udara bertekanan tinggi yang disebut juga antisiklon.<\/p>\n<p>Kondisi atmosfer ini menyebabkan udara di atas suatu wilayah menumpuk dan terkompresi, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu dan penurunan kadar air, memerangkap panas yang diserap di dalam lanskap.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Secara bersamaan, sistem bertekanan tinggi menggantikan udara yang lebih dingin dan menyebarkan awan, sehingga sinar matahari tidak terputus mencapai permukaan tanah.<\/p>\n<p>Akibatnya, udara di dekat permukaan tanah terus-menerus dipanaskan hingga melampaui suhu rata-rata.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244904866\/gara-gara-panas-ekstrem-hampir-setengah-juta-orang-meninggal-per-tahun\">Baca: Gegara panas ekstrem setengah juta penduduk dunia meninggal per tahunnya<\/a><\/p>\n<p>Daerah gelombang panas sangat umum terjadi di daerah kering seperti gurun Barat Daya dan di dataran tinggi, di mana pembentukan sistem tekanan tinggi lebih rentan terjadi.<\/p>\n<p>Kelembapan di dalam tanah dapat mengurangi dampak panas akibat sinar matahari, seperti halnya keringat mendinginkan tubuh melalui penguapan.<\/p>\n<p>Namun, ketika tanah, saluran air, dan jumlah vegetasi atau tumbuh-tumbuhan penahan air semakin terbatas, kapasitasnya untuk menyerap panas akan berkurang secara signifikan.<\/p>\n<p>Kondisi ini akan meninggalkan udara sebagai media utama untuk retensi atau penahan panas sehingga suhu panas berlangsung lebih lama.<\/p>\n<p>Artikel ini diterjemahkan dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/earth.org\/what-do-heatwaves-tell-us-about-climate-change\/\">earth.org,<\/a>&nbsp;penulis: Jolin Li,&nbsp;pelaporan tambahan: Martina Igini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Akibat&nbsp;emisi&nbsp;gas&nbsp;rumah&nbsp;kaca,&nbsp;dunia baru saja melampaui ambang batas pemanasan global sebesar 1,5&deg;C selama 12 bulan berturut-turut, dengan bulan Juni menjadi bulan Juni terpanas dalam sejarah &ndash; bulan ke-13 berturut-turut yang mencatatkan suhu yang memecahkan rekor. Peningkatan panas ekstrem ini merupakan akibat langsung dari emisi gas rumah kaca yang dipicu aktivitas manusia.&nbsp;Emisi gas rumah kaca inilah&nbsp;yang&nbsp;menyebabkan perubahan iklim. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14497,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[501,78,173],"class_list":["post-14496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi-gas-rumah-kaca","tag-gelombang-panas","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}