{"id":14641,"date":"2026-07-30T01:51:33","date_gmt":"2026-07-30T01:51:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14641"},"modified":"2026-07-30T01:51:33","modified_gmt":"2026-07-30T01:51:33","slug":"sos-mayoritas-atau-75-persen-bahasa-daerah-di-indonesia-dalam-kondisi-tidak-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14641","title":{"rendered":"SOS! Mayoritas atau 75 Persen Bahasa Daerah di Indonesia dalam Kondisi Tidak Aman"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Dari 718 bahasa daerah dan 778 dialek yang ada di Indonesia, hanya 25 persen yang berada dalam kondisi aman.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbud Ristek, Imam Budi Utomo mengatakan, 75 persen bahasa daerah di Indonesia dalam kondisi terdegradasi mengalami kemunduran, terancam punah, kritis bahakan ada yang hilang samasekali.<\/p>\n<p>Berbicara di acara Festival Bulan Bahasa yang dihelat Komnas Perempuan pada Jumat (26\/7\/2024) lalu, Imam mengatakan bahasa daerah yang terancam punah itu umumnya berada di Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Mereka&nbsp;memiliki banyak sekali&nbsp;bahasa, tetapi jumlah penduduknya sangat sedikit.&nbsp;Sebelas bahasa di antaranya sudah hilang atau punah,&#8221; terang Imam.<\/p>\n<p>Imam menambahkan, bahkan bahasa daerah yang masuk kategori aman, bisa dikatakan tidak aman seratus persen. Karena itu Badan Bahasa punya program revitalisasi bahasa daerah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244908933\/festival-bulan-bahasa-upaya-komnas-perempuan-merawat-keragaman-budaya-perempuan-nusantara\">Baca: Komnas Perempuan turut terlibat dalam melestarikan bahasa daerah<\/a><\/p>\n<p>Namun, badan bahasa mengubah strategi mereka dalam melestarikan dan merivitalisasi bahasa daerah yang&nbsp;masuk&nbsp;kategori&nbsp;tidak&nbsp;aman&nbsp;ini.<\/p>\n<p>Jika dulu, ujarnya, yang direvitalisasi adalah bahasa daerah yang kritis atau terancam punah, kini badan bahasa mengembangkan strategi berbeda yakni revitalisasi dilakukan pada bahasa yang relatif aman dan sedang mengalami.<\/p>\n<p>Hal ini karena, bahasa daerah yang dalam kondisi kritis kemungkinan kecil bisa dilakukan revitalisasi.<\/p>\n<p>&#8220;Ongkosnya terlalu mahal dan kurang bermanfaat jika masyarakatnya tidak berniat merawat bahasanya sendiri. Tetapi jika pemda setempat berniat melakukan revitalisasi, maka Badan Bahasa siap membantu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Terhadap bahasa daerah yang terancam kritis ini, Badan Bahasa melakukan pendokumentasian, seperti dibuat kamus ataupun menulis ulang cerita daerah yang ada.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244422108\/kemendikbud-berhasil-identifikasi-718-bahasa-daerah-di-indonesia\">Baca: KemendikbudRistek identifikasi 718 bahasa daerah di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Untuk menghambat laju kepunahan bahasa daerah, Badan Bahasa Kemendikbud terus menyiapkan guru-guru yang akan mengajar bahasa daerah sehingga jadi penyemangat anak muda yang ingin mempelajari dan melestarikan bahasa ibunya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Komnas Perempuan, Olivia Salampessy mengatakan, ancaman kepunahan bahasa daerah adalah nyata dan sudah di depan mata.<\/p>\n<p>Saat ini minat generasi muda untuk menggunakan apalagi mempelajari bahasa ibu di Nusantara semakin luntur.<\/p>\n<p>Selain pernikahan antarsuku, gempuran budaya luar turut mempengaruhi minat anak muda dalam mempelajari bahasa daerah atau bahasa ibu mereka.<\/p>\n<p>Kondisi ini diperburuk dengan sikap banyak pemerintah daerah yang abai untuk melestarikan bahasa daerah yang ada di wilayahnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244470435\/milenial-tinggalkan-bahasa-daerah-dpr-ajak-manfaatkan-media-sosial-jadi-wadah-promosi\">Baca: Milenial semakin tinggalkan bahasa daerah<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Muatan lokal tidak wajib, dan tidak semua daerah memiliki kamus bahasa daerahnya masing-masing,&#8221; ujar Olivia saat menyampaikan penutup dalam diskusi tersebut.<\/p>\n<p>Komnas Perempuan memandang penting untuk memberikan narasi kepada publik, bagaimana perempuan memainkan peran penting dalam merawat kebhinnekaan melalui tradisi-tradisi yang bersumber dari nilai-nilai luhur melalui bahasa ibu Nusantara.<\/p>\n<p>Bahasa ibu merupakan bahasa budaya, pengetahuan, dan rasa yang memiliki landasan filosofis dan bahkan profan. Bahasa ibu Nusantara merupakan akar peradaban Nusantara.<\/p>\n<p>&#8220;Sayangnya pengetahuan tentang ini di Indonesia sangat terbatas. Merawat karakter kebangsaan, merayakan keberagaman menjadi gerakan yang amat penting,&#8221; ujar Olivia.<\/p>\n<p>Sebelumnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek berhasil mengidentifikasi dan memvalidasi 718 bahasa daerah.<\/p>\n<p>Kemendikbud juga mengidentifikasi ada 778 dialek, 43 subdialek dan 248 kamus bahasa daerah dari 2.560 daerah pengamatan di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Dari 718 bahasa daerah dan 778 dialek yang ada di Indonesia, hanya 25 persen yang berada dalam kondisi aman. Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbud Ristek, Imam Budi Utomo mengatakan, 75 persen bahasa daerah di Indonesia dalam kondisi terdegradasi mengalami kemunduran, terancam punah, kritis bahakan ada yang hilang samasekali. Berbicara di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14642,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3481],"class_list":["post-14641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}