{"id":14730,"date":"2026-07-30T01:51:58","date_gmt":"2026-07-30T01:51:58","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14730"},"modified":"2026-07-30T01:51:58","modified_gmt":"2026-07-30T01:51:58","slug":"seribuan-murid-sd-di-makassar-terpaksa-dirumahkan-karena-gedung-sekolah-mereka-disegel-pemilik-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14730","title":{"rendered":"Seribuan Murid SD di Makassar Terpaksa \u2018Dirumahkan\u2019 karena Gedung Sekolah Mereka Disegel Pemilik Lahan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sekitar seribu murid Sekolah Dasar (SD) di Makassar, Sulawesi Selatan, disebut belajar dari rumah karena kompleks sekolah mereka disegel.<\/p>\n<p>Kompleks sekolah tersebut menjadi pusat sengketa kepemilikan lahan antara pemerintah daerah (pemda) dan sekelompok warga yang mengaku sebagai ahli waris.<\/p>\n<p>Dampak dari perselisihan itu, salah satu orang tua murid, Abdul Muis, mengaku anaknya telah beberapa hari &lsquo;dirumahkan&rsquo;.<\/p>\n<p>&ldquo;Mau ke sekolah merasa khawatir ada apa-apa, namanya anak kecil toh kayak begitu,&rdquo; kata Abdul kepada wartawan Darul Amri di Makassar, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa (23\/07\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241594334\/lebih-dari-600-ribu-anak-papua-tidak-sekolah-mengurai-kompleksnya-masalah-pendidikan-di-papua\">Baca: Ratusan ribu anak Papua tidak sekolah<\/a><\/p>\n<p>Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (Kornas JPPI), Ubaid Matraji, mengatakan kasus itu hanya satu contoh dari banyak kasus yang menunjukkan lemahnya sistem perlindungan hak pendidikan anak.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita tidak punya mekanisme bagaimana menampung anak-anak yang sekolahnya bermasalah atau berkonflik, dan ini banyak terjadi di banyak tempat. Akhirnya ketika ada kasus semacam itu, korbannya adalah anak-anak tidak sekolah,&rdquo; kata Ubaid.<\/p>\n<p>Sejak Selasa (16\/7\/2024) sekelompok orang yang mengaku sebagai ahli waris menyegel gerbang kompleks tempat tiga SD berada, yaitu SD Inpres Pajjaiang, SD Inpres Sudiang dan SD Negeri Sudiang.<\/p>\n<p>Pemkot Makassar kemudian memutuskan para siswa belajar di rumah dari Kamis (18\/7\/2024) hingga Sabtu (20\/7\/2024) dan kembali ke sekolah pada Senin (22\/7\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241739273\/komisi-x-dpr-soroti-tingginya-angka-putus-sekolah-dan-tidak-meratanya-pendidikan-di-ntt\">Baca: Angka putus sekolah di NTT tergolong tinggi<\/a><\/p>\n<p>Namun, pantauan BBC News Indonesia hingga Selasa (23\/7\/2024), sekolah tersebut masih tutup.<\/p>\n<p>Sengketa ini bermula ketika warga yang mengaku ahli waris menggugat Pemkot Makassar pada 2017 ke jalur hukum terkait kepemilikan lahan kompleks SD Pajjaiang, seluas 8.100 meter persegi.<\/p>\n<p>Pemkot Makassar pun kalah di tingkat pertama, banding, hingga kasasi di Mahkamah Agung (MA) dan diputus untuk membayar ganti rugi atas penguasaan lahan tersebut kepada ahli waris, merujuk pada putusan MA nomor: 1021 K\/Pdt\/2020 tanggal 3 Juni 2020.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ahli waris menuntut Pemkot Makassar untuk membayar ganti rugi lahan sebesar Rp14 miliar. Namun, Pemkot Makassar urung melaksanakannya karena tengah mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sekitar seribu murid Sekolah Dasar (SD) di Makassar, Sulawesi Selatan, disebut belajar dari rumah karena kompleks sekolah mereka disegel. Kompleks sekolah tersebut menjadi pusat sengketa kepemilikan lahan antara pemerintah daerah (pemda) dan sekelompok warga yang mengaku sebagai ahli waris. Dampak dari perselisihan itu, salah satu orang tua murid, Abdul Muis, mengaku anaknya telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14731,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[155,160],"class_list":["post-14730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-makassar","tag-sekolah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}