{"id":14934,"date":"2026-07-30T01:53:16","date_gmt":"2026-07-30T01:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14934"},"modified":"2026-07-30T01:53:16","modified_gmt":"2026-07-30T01:53:16","slug":"bksap-dpr-ingatkan-komitmen-pembiayaan-iklim-dari-negara-maju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=14934","title":{"rendered":"BKSAP DPR Ingatkan Komitmen Pembiayaan Iklim dari Negara Maju"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR mengangkat pentingnya pengawasan terhadap komitmen pembiayaan iklim yang telah disampaikan banyak negara maju agar dapat terwujud secara konkret.<\/p>\n<p>Komitmen&nbsp;pembiayaan&nbsp;iklim&nbsp;ini&nbsp;disampaikan&nbsp;Wakil Ketua BKSAP DPR, Putu Supadma Rudana, dalam diskusi <em>IPU UN Parliamentary Forum at the UN High Level Political Forum on Sustainable Development<\/em>, di Markas Besar PBB, New York, Selasa (16\/7\/2024).<\/p>\n<p>Putu dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Parlementaria, Rabu (17\/7\/2024) mengatakan, terlepas dari komitmen miliaran hingga triliunan dolar untuk pembiayaan iklim, kesenjangan pembiayaan, baik di level domestik maupun internasional semakin melebar.<\/p>\n<p>Di sisi lain, sebagian pembiayaan iklim yang berasal dari janji negara maju, dapat menjadi alat <em>conditionality<\/em> bagi negara berkembang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244846628\/as-hapus-utang-indonesia-hingga-35-juta-dolar-untuk-perbaiki-terumbu-karang\">Baca: AS hapus 35 juta dolar utang Indonesia untuk pembiayaan iklim<\/a><\/p>\n<p>Saat menyampaikan pandangannya dalam isu&nbsp;<em>scaling up adaptation and climate finance for a sustainable and resilient world,<\/em>&nbsp;Putu&nbsp;mengatakan&nbsp;bahwa&nbsp;Indonesia&nbsp;menyambut baik kesepakatan <em>Loss and Damage Fund<\/em> pada COP28,<\/p>\n<p>&rdquo;Sekaligus mengingatkan agar pembiayaan apapun tidak membebani negara berkembang dengan utang baru,&rdquo; tandas Putu&nbsp;<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, BKSAP menyampaikan upaya adaptasi di Indonesia diperluas melalui <em>Enhanced Nationally Determined Contributions<\/em> (ENDC) sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi, sosial, dan ekosistem.<\/p>\n<p>Beberapa upaya dilakukan untuk mengurangi risiko komunitas seperti kota tahan iklim dan pengembangan sistem informasi indeks kerawanan iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24560714\/terdampak-perubahan-iklim-indonesia-berpeluang-dapatkan-dana-loss-and-damage\">Baca: Indonesia berpeluang dapatkan dana loss and damage<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Untuk mendukung hal tersebut, pembiayaan iklim yang signifikan dari&nbsp;negara&nbsp;maju&nbsp;perlu dilakukan,&rdquo; saran Putu.<\/p>\n<p>Meski kesenjangan pembiayaan melebar, Putu menyampaikan komitmen Indonesia untuk menggali beragam opsi inovasi pembiayaan seperti perdagangan karbon, obligasi hijau dan sukuk hijau.<\/p>\n<p>&ldquo;RUU tentang Perubahan Iklim juga tengah menjadi pembahasan sebagai upaya integrasi kebijakan manajemen iklim dan dasar hukum untuk potensi pembiayaan iklim di masa depan,&rdquo; urainya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Putu juga menegaskan pembiayaan iklim yang berkeadilan adalah sangat penting. Negara berkembang dan tertinggal paling menderita. Selain itu mereka juga terdampak pandemi dan krisis utang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR mengangkat pentingnya pengawasan terhadap komitmen pembiayaan iklim yang telah disampaikan banyak negara maju agar dapat terwujud secara konkret. Komitmen&nbsp;pembiayaan&nbsp;iklim&nbsp;ini&nbsp;disampaikan&nbsp;Wakil Ketua BKSAP DPR, Putu Supadma Rudana, dalam diskusi IPU UN Parliamentary Forum at the UN High Level Political Forum on Sustainable Development, di Markas Besar PBB, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":14935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3129],"class_list":["post-14934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pembiayaan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14934"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14934\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}