{"id":15103,"date":"2026-07-30T01:54:04","date_gmt":"2026-07-30T01:54:04","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15103"},"modified":"2026-07-30T01:54:04","modified_gmt":"2026-07-30T01:54:04","slug":"musim-kemarau-kok-masih-hujan-ini-dia-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15103","title":{"rendered":"Musim Kemarau, Kok Masih Hujan? Ini Dia Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan meski telah memamsuki musim kemarau. Hal ini akibat beberapa faktor diantaranya adanya gelombang Kelvin.<\/p>\n<p>Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan selain adanya gelombang Kelvin, ada faktor lain yang menyebabkan peningkatan curah hujan.<\/p>\n<p>Yaitu aktifnya fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equatorial.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga berdasarkan analisis cuaca dan pengamatan perkembangan kondisi cuaca, sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia meskipun telah memasuki musim kemarau,&#8221; jelas Dwikorita dalam konferensi pers.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244446566\/bmkg-musim-kemarau-2024-bakal-mundur\">Baca: Musim kemarau 2024 bakal mundur<\/a><\/p>\n<p>Dia menjelaskan fenomena MJO yang saat ini aktif menyebabkan pergerakan atau propagasi kumpulan awan-awan hujan dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika.<\/p>\n<p>Kumpulan awan hujan tersebut bergerak di sepanjang khatulistiwa menuju Samudra Pasifik melintasi wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Umumnya, arak-arakan awan hujan ini masuk melalui wilayah barat menuju wilayah timur Indonesia.<\/p>\n<p>Di sisi lain, dalam sepekan ke depan fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Equatorial juga berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Baik di wilayah barat, tengah, dan timur, seperti sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244759005\/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-deras-yang-dapat-memicu-banjir-di-4-provinsi-hingga-20-juni-mendatang\">Baca: BMKG ingatkan hujan deras di 4 provinsi<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga turut berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca dimana diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di sebagai wilayah Indonesia pada 8-14 Juli.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Yaitu di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Khusus untuk pulau Jawa akan mengalami penurunan potensi hujan mulai periode tanggal 11 Juli &#8220;, ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/244789396\/cuaca-hari-ini-peringatan-dini-bmkg-sejumlah-wilayah-mengalami-cuaca-ekstrem\">Baca: Sejumlah wilayah hadapi cuaca ekstrem<\/a><\/p>\n<p>Namun, lanjut Dwikorita, fenomena hujan di musim kemarau tidak lepas dari letak geografis wilayah Indonesia yang berada di dua benua,benua Asia dan benua Australia.<\/p>\n<p>Letak geografis Indonesia juga berada pada pertemuan di antara dua Samudra besar yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.<\/p>\n<p>&#8220;Fenomena iklim dan cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dinamika cuaca yang beragam. Selama musim kemarau, adanya potensi gangguan seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang atmosfer lainnya tetap dapat menyebabkan pembentukan awan hujan&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan bahwa peningkatan curah hujan akibat gangguan fenomena atmosfer tidak akan terjadi berhari-hari.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244837324\/bmkg-ajak-pihak-swasta-turut-serta-mitigasi-bencana\">Baca: BMKG ajak pihak swasta mitigasi bencana<\/a><\/p>\n<p>Setiap wilayah diprediksi hanya 1-3 hari. Di mana saat ini wilayah Jakarta, Banten, yang pada pekan kemarin diguyur hujan lebat saat ini sudah mulai cerah kembali.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi tersebut diprediksikan akan menurun, dimana wilayah Jawa, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara akan kembali mengalami kondisi musim kemarau yang normal,&#8221; ujar Guswanto.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, penting untuk masyarakat Indonesia dalam memahami kompleksitas fenomena iklim dan cuaca di Indonesia-plus dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan meski telah memamsuki musim kemarau. Hal ini akibat beberapa faktor diantaranya adanya gelombang Kelvin. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan selain adanya gelombang Kelvin, ada faktor lain yang menyebabkan peningkatan curah hujan. Yaitu aktifnya fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equatorial. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,50,24,49],"class_list":["post-15103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-cuaca","tag-hujan","tag-kemarau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}