{"id":15178,"date":"2026-07-30T01:54:35","date_gmt":"2026-07-30T01:54:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15178"},"modified":"2026-07-30T01:54:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:54:35","slug":"mengenal-lebih-dekat-kali-angke-dan-banjir-di-jakarta-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15178","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Kali Angke dan Banjir di Jakarta Barat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Meluapnya Kali Angke mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta tergenang banjir sejak Sabtu (6\/7\/2024).<\/p>\n<p>Hingga Minggu (7\/7\/2024) pagi setidaknya 4 rukun tetangga (RT) di pinggiran Kali angke masih tergenang banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 60 centimeter.<\/p>\n<p>Wilayah yang masih tergenang tersebut antara lain Kelurahan Kedaung Kaliangke, terdapat 3 RT yang masih tergenang dengan ketinggian 30 centimeter, dan Kelurahan Rawa Buaya terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian 60 centimeter.<\/p>\n<p>Daerah di sepanjang Kali Angke seperti Pinang, Cipondoh, Ciledug, Joglo, Kembangan, Rawa Buaya, Duri Kosambi, dan Cengkareng memang sudah lama dikenal sebagai daerah langganan banjir.<\/p>\n<p>Namun demikian, dibanding sungai lain yang memicu banjir di Jakarta, Kali Angke memang relatif kurang dikenal.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244767679\/tunas-upaya-komunitas-tumbuh-pohon-nusantara-merawat-kali-angke\">Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Padahal sungai yang berhulu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini juga memegang peran penting bagi kehidupan dan perjalanan sejarah Kota Jakarta.<\/p>\n<p>Dalam tulisan ini, 7cloud.asia ingin mengajak para pembaca untuk mengenal lebih dekat Kali Angke.<\/p>\n<p>Kali Angke atau Cikeumeuh adalah nama sebuah sungai di Jakarta, Indonesia. Dilansir di wikipedia.com, ada dua pendapat yang menyebt asal Kali Angke.<\/p>\n<p>Pendapat pertama menyebut Nama Kali Angke diberikan setelah terjadinya peristiwa pembantaian etnis Tionghoa selama tiga hari oleh VOC di Batavia pada tanggal 9 Oktober 1740.<\/p>\n<p>Dikatakan demikian, karena warna air sungai ini berubah menjadi merah oleh darah etnis Tionghoa. Sejak itu namanya berubah menjadi Kali Angke.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244825887\/puluhan-remaja-ramaikan-aksi-rehabilitasi-kali-angke-yang-dihelat-komunitas-tunas\">Puluhan Remaja Ramaikan Aksi Rehabilitasi Kali Angke yang Dihelat Komunitas Tunas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kali adalah pengganti kata sungai. Sedangkan angke disebut berasal dari dialek Hokkian, yang berarti merah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pendapat yang lain beranggapan bahwa nama Angke berasal dari perkataan Hokkian ang kee dengan arti yang lain, yaitu &#8216;sungai yang kerap banjir&#8217;.<\/p>\n<p>Hal ini dituliskan dalam &#8220;Sejarah Kawasan Angke Di Batavia&#8221; karya Horde, G. dkk pada tahun 2012.<\/p>\n<p>Artikel pada laman Budaya Tionghoa bertanggal 20 Maret 2012 ini memaparkan adanya tokoh bernama Ratu Bagus Angke yang tinggal di dekat sungai ini kira-kira pada akhir abad-16.<\/p>\n<p>Atau sekitar 150 tahun sebelum kejadian pembantaian besar-besaran etnis Tionghoa.<br \/>Fakta ini mengisyaratkan kemungkinan bahwa nama Angke telah dikenal orang setidaknya pada saat itu atau bahkan pada waktu yang sebelumnya.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/komunitas\/244762303\/ciliwung-muara-bersama-cara-sederhana-warga-jagakarsa-merawat-sungai-ciliwung\"> Ciliwung Muara Bersama: Cara Sederhana Warga Jagakarsa Merawat Sungai Ciliwung<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Hidrologi<\/strong><br \/>Kali Angke memiliki panjang 9.125 kilometer dan berhulu di daerah Bogor, melintasi wilayah Jawa Barat, Banten dan Jakarta sebelum bermuara di Laut Jawa tepatnya di Muara Angke, Jakarta Barat.<\/p>\n<p>Sungai ini berhulu di Kelurahan Menteng dan Cilendek Timur di Kota Bogor, Jawa Barat. Sungai ini selanjutnya melewati wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan bermuara di wilayah Muara Angke,&nbsp;Jakarta Utara.<\/p>\n<p>Sungai ini tidak pernah kering selama musim kemarau, karena berhulu langsung di wilayah yang kawasan&nbsp;banyak hujan di daerah Bogor, sebagaimana Kali Pesanggrahan dan Ciliwung.<\/p>\n<p>Panjang sungai tercatat 91,25 kilometer, dengan Daerah Pengaliran Sungai (DPS) seluas 480 kilometer persegi.<\/p>\n<p>Seperti yang dicerminkan oleh namanya, setiap musim hujan Kali Angke meluap dan menimbulkan banjir, khususnya pada hari-hari dengan curah hujan yang tinggi.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244636504\/sungai-ciliwung-sejarah-dan-maknanya-bagi-warga-jakarta\">Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Ekologi<\/strong><br \/>Flora yang tumbuh di tepian&nbsp;Kali&nbsp;Angke&nbsp;di antaranya adalah rengas (Gluta renghas), pandan kapur (Pandanus tectorius), bambu tali (Bambusa vulgaris), putat (Planchonia valida).<\/p>\n<p>Ada juga&nbsp;pulai (Alstonia scholaris), kecapi (Sandoricum koetjape), waru (Hibiscus tiliaceus) dan sebagainya.<\/p>\n<p>Kali angke juga memiliki tempat bersejarah, salah satunya adalah Benteng Angke dibangun oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di sebelah barat kota Jakarta pada tahun 1657.<\/p>\n<p>Benteng Angke dibangun di titik pertemuan Kali Mookervaart dan Kali Angke. Nama benteng ini sering ditulis dalam berbagai bentuk: Ank&eacute;, Anckee, Anke, Ankee.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Esti&nbsp;Utami,&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Meluapnya Kali Angke mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta tergenang banjir sejak Sabtu (6\/7\/2024). Hingga Minggu (7\/7\/2024) pagi setidaknya 4 rukun tetangga (RT) di pinggiran Kali angke masih tergenang banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 60 centimeter. Wilayah yang masih tergenang tersebut antara lain Kelurahan Kedaung Kaliangke, terdapat 3 RT yang masih tergenang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,1240,406],"class_list":["post-15178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-kali-angke","tag-sungai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15178"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15178\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}