{"id":15218,"date":"2026-07-30T01:54:50","date_gmt":"2026-07-30T01:54:50","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15218"},"modified":"2026-07-30T01:54:50","modified_gmt":"2026-07-30T01:54:50","slug":"mengurai-permasalahan-ppdb-daya-tampung-sekolah-negeri-belum-memadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15218","title":{"rendered":"Mengurai Permasalahan PPDB: Daya Tampung Sekolah Negeri Belum Memadai"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi menjelaskan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan konsep zonasi dinilai tidak bisa mengatasi permasalahan yang&nbsp;dihadapi&nbsp;sekolah saat ini.<\/p>\n<p>Hal tersebut dikarenakan jumlah sekolah jenjang-perjenjang pendidikan kini tidak sebanding dengan jumlah siswa di jenjang sebelumnya.<\/p>\n<p>Jadi, ujarnya, kalau kita berbicara SD, jumlahnya katakanlah misalnya 5 juta siswa. SMP hanya sanggup menampung mungkin hanya 3 juta siswa.<\/p>\n<p>Maka ada dua juta siswa lainnya yang akhirnya boleh dikatakan belum tentu mendapat sekolah lewat proses PPDB.<\/p>\n<p>&rdquo;Demikian juga SMP menuju kepada SMA jumlah sekolahnya kurang,&rdquo; papar Dede di Ruang PPIP, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4\/7\/2024) seperti dikutip Parlementaria<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/241802715\/seperti-ini-dampak-penerapan-sistem-zonasi-ppdb-yang-dirasakan-sekolah-swasta\">Baca: Dampak penerapan PPDB Zonasi yang dirasakan sekolah swasta<\/a><\/p>\n<p>Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengungkapkan, anggapan adanya sekolah favorit menandakan ketidakmampuan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dan pemerintah daerah memenuhi kualitas guru dan fasilitas pendidikan bagi siswa.<\/p>\n<p>&#8220;Apa sih yang disebut favorit atau tidak favorit itu banyak, salah satunya adalah sarana-prasarana akses gurunya lalu kemudian juga mungkin ruang belajar dan lain-lain,&rdquo; papar Dede.<\/p>\n<p>Menurutnya penerimaan siswa di sekolah favorit dengan nilai pun masih dianggap tidak adil, maka harus mengganti formula baru untuk sistem penerima.<\/p>\n<p>Dia memaparkan masih banyak orang yang ingin mengejar sekolah-sekolah favorit walaupun saat ini sudah dizonasikan tapi realitanya sekolah favorit masih tetap jadi sasaran siswa atau pun orang tua siswa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241769607\/menko-pmk-siratkan-sistem-zonasi-di-ppdb-akan-dipertahankan\">Baca: Alasan pemerintah tetapkan PPDB Zonasi<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Padahal harapannya adalah dengan sistem PPDB dan zonasi ini sekolah-sekolah lain di-upgrade supaya kualitasnya sama dengan sekolah favorit tersebut sehingga sekolah lain pun juga menjadi tujuan daripada siswa-siswa,&#8221; jelas Dede.<\/p>\n<p>PPDB dengan konsep zonasi selama 8 tahun terakhir dianggap oleh banyak pihak merupakan konsep yang gagal.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Permasalahan ini menjadi topik pembicaraan dalam Dialektika Demokrasi dengan tema &#8216;Mencari Solusi Menuju PPDB yang Transparan dan Efektif.&#8217;<\/p>\n<p>Tampil juga pembicara lainya Pengamat Pendidikan Asep Sapaat, Praktisi Media Friederich Batari dan Asep Subagyo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi menjelaskan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan konsep zonasi dinilai tidak bisa mengatasi permasalahan yang&nbsp;dihadapi&nbsp;sekolah saat ini. Hal tersebut dikarenakan jumlah sekolah jenjang-perjenjang pendidikan kini tidak sebanding dengan jumlah siswa di jenjang sebelumnya. Jadi, ujarnya, kalau kita berbicara SD, jumlahnya katakanlah misalnya 5 juta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4223],"class_list":["post-15218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ppdb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15218"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15218\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}