{"id":15258,"date":"2026-07-30T01:55:03","date_gmt":"2026-07-30T01:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15258"},"modified":"2026-07-30T01:55:03","modified_gmt":"2026-07-30T01:55:03","slug":"sos-gajah-kalimantan-terancam-punah-masuk-daftar-merah-iucn-akibat-alih-fungsi-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15258","title":{"rendered":"SOS! Gajah Kalimantan Terancam Punah Masuk Daftar Merah IUCN Akibat Alih Fungsi Hutan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kabar kurang menggembirakan bagi pemerhati lingkungan Indonesia. Gajah Kalimantan secara resmi diklasifikan terancam punah dalam daftar merah International Union for the Conservation of Nature (IUCN).<\/p>\n<p>Menurut asesmen yang dilakukan IUCN, populasi gajah Kalimantan yang tergolong terkecil di dunia tersebut kini tinggal kurang dari 1.000 ekor.<\/p>\n<p>Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) adalah subspesies dari gajah asia dan dapat ditemukan di Kalimantan Utara dan Sabah.<\/p>\n<p>Dikutip wikipedia,&nbsp;penelitian DNA mitokondria yang&nbsp;dilakukan&nbsp;Pada tahun 2003&nbsp;menemukan bahwa leluhur&nbsp;gajah&nbsp;kalimantan&nbsp;terpisah dari populasi daratan selama masa&nbsp;pleistosen,<\/p>\n<p>Saat&nbsp;itu&nbsp;jembatan darat yang menghubungkan Kalimantan dengan kepulauan Sunda menghilang 18.000 tahun yang lalu.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244655075\/jelang-hari-keanekaragaman-hayati-lebih-dari-44000-spesies-terancam-punah-dari-muka-bumi\">Jelang Hari Keanekaragaman Hayati: Lebih dari 44.000 Spesies Terancam Punah dari Muka Bumi.<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Spesies ini kini berstatus kritis akibat hilangnya sumber makanan, perusakan rute migrasi dan hilangnya habitat mereka.<\/p>\n<p>Dilaporkan pada tahun 2007 hanya terdapat sekitar 1.000 gajah. Bahkan,&nbsp;berdasarkan penelitian yang dilakukan WWF tahun 2012 hanya tersisa sekitar 30-80 ekor.<\/p>\n<p>Kerusakan habitat dan penggundulan hutan besar-besaran di Kalimantan disebut menjadi penyebab utama anjloknya populasi gajah kalimantan di alam liar.<\/p>\n<p>Populasi gajah kalimantan yang merupakan subspesies dari gajah asia ini terus menyusut selama 75 tahun terakhir, baik di wilayah Indonesia maupun di Malaysia.<\/p>\n<p>Di Sabah, Malaysia, gajah kalimantan semakin sering memasuki wilayah yang dihuni manusia untuk mencari makanan.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244658786\/jelang-hari-keanekaragaman-hayati-upaya-menjaga-keanekaragaman-hayati-di-indonesia-dari-kepunahan\">Jelang Hari Keanekaragaman Hayati: Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati di Indonesia dari Kepunahan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Konflit gajah kalimantan dengan manusia ini terjadi seiring dengan bertambahnya populasi manusia di sana.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Direktur Departemen Margasatwa Sabah dan anggota Grup Spesialis Gajah Asia IUCN SSC Augustine Tuuga mengatakan, selama 20 tahun terakhir ada sejumlah upaya untuk memahami dan melestarikan gajah kalimantan.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan-kegiatan ini sangat penting untuk menjamin masa depan subspesies ini dan memungkinkan kelancaran pembangunan sosio-ekonomi di wilayah di mana gajah berkeliaran,&#8221; kata Tuuga dikutip Kompas.com&nbsp;dari siaran pers IUCN, Jumat (26\/6\/2024).<\/p>\n<p>Hilangnya habitat lebih lanjut akibat pembabatan hutan untuk kelapa sawit, perkebunan kayu, pertambangan, dan proyek infrastruktur besar seperti jalan raya juga mengancam masa depan gajah kalimantan.<\/p>\n<p>Perburuan gading, konsumsi bahan kimia pertanian yang tidak disengaja, dan tabrakan kendaraan juga menjadi kekhawatiran.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243454202\/kekeringan-akibat-el-nino-picu-kematian-gajah-liar-di-zimbabwe\">Kekeringan Akibat El Nino Picu Kematian Gajah Liar di Zimbabwe <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Wildlife Recovery ZSL Mike Hoffmann mengatakan, gajah kalimantan menghadapi berbagai ancaman mulai dari hilangnya habitat sampai konflik dengan manusia dan satwa liar.<\/p>\n<p>Situasi tersebut terus menimbulkan ancaman bagi satwa liar dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, hal-hal tersebut telah disoroti oleh asesmen terhadap gajah kalimantan hingga diklasifikasikan terancam punah.<\/p>\n<p>&#8220;Saat kita bekerja secara global untuk melindungi dan memulihkan alam bagi semua orang, penting bagi kita untuk bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memahami tantangan yang mereka hadapi,&#8221; kata Hoffmann.<\/p>\n<p>Hoffmann menambahkan, &#8220;Dan mendukung mereka dalam mengembangkan intervensi berbasis komunitas yang akan membantu mereka hidup berdampingan secara damai dengan satwa liar.&#8221;<\/p>\n<p>Esti&nbsp;Utami,&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kabar kurang menggembirakan bagi pemerhati lingkungan Indonesia. Gajah Kalimantan secara resmi diklasifikan terancam punah dalam daftar merah International Union for the Conservation of Nature (IUCN). Menurut asesmen yang dilakukan IUCN, populasi gajah Kalimantan yang tergolong terkecil di dunia tersebut kini tinggal kurang dari 1.000 ekor. Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) adalah subspesies dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4246,369],"class_list":["post-15258","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-gajah","tag-kalimantan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15258"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15258\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}