{"id":15312,"date":"2026-07-30T01:55:17","date_gmt":"2026-07-30T01:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15312"},"modified":"2026-07-30T01:55:17","modified_gmt":"2026-07-30T01:55:17","slug":"ratusan-laki-laki-yahudi-ultra-ortodoks-israel-berunjuk-rasa-tolak-wajib-militer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15312","title":{"rendered":"Ratusan Laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks Israel Berunjuk Rasa Tolak Wajib Militer"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Ratusan&nbsp;laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks berunjuk rasa di Yerusalem pada hari Minggu (30\/6\/2024) setelah Mahkamah Agung Israel memutuskan dengan suara bulat bahwa militer harus mulai merekrut mereka untuk wajib militer.<\/p>\n<p>Dilansir VOA Indonesia, seorang peserta unjuk rasa memegang papan bertuliskan: &#8220;Kami menolak menjadi tentara demi agama Zionis.&#8221;<\/p>\n<p>Yang lainnya, menuliskan: &#8220;Israel bukanlah Negara Yahudi, melainkan Negara Zionis, orang Yahudi bukanlah Zionis&#8221; dan &#8220;Kami tidak akan mengorbankan anak-anak kami&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>Umat \u200b\u200bYahudi Ultra-Ortodoks berdoa di makam Shimon Hatzadik selama perayaan hari raya Yahudi Lag BaOmer di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem timur, 26 Mei 2024 lalu.<\/p>\n<p>Wajib militer adalah kewajiban bagi sebagian besar laki-laki dan perempuan Yahudi di Israel.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244667123\/tak-hanya-tekanan-dari-luar-pm-israel-juga-hadapi-ancaman-perpecahan-dalam-kabinetnya\">Baca: PM Netanyahu juga hadapi tekanan dari dalam negeri<\/a><\/p>\n<p>Keputusan Mahkamah Agung itu dapat menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seiring masih terus berkobarnya perang di Gaza.<\/p>\n<p>Pengadilan pekan lalu mengatakan sistem pengecualian merupakan perlakuan yang tidak adil terhadap berbagai segmen populasi dan memerintahkan tentara untuk mulai merekrut orang-orang ultra-Ortodoks.<\/p>\n<p>Mahkamah Agung Israel pada Selasa (25\/6\/2024) memutuskan bahwa pemerintah harus mulai merekrut siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks untuk masuk militer.<\/p>\n<p>Keputusan ini dinilai berpotensi memecah-belah koalisi pemerintahan PM Netanyahu. Para anggota parlemen Israel beradu pendapat mengenai keputusan tersebut.<\/p>\n<p>Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergantung pada dua partai Yahudi ultra-Ortodoks.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244685613\/pemimpin-oposisi-israel-desak-netanyahu-akui-palestina-dengan-kondisi-tertentu\">Baca: Pemimpin oposisi Israel desak Netanyahu akui Palestina<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Keduanya menilai pengecualian wajib militer sebagai kunci untuk mempertahankan konstituen mereka di seminari-seminari keagamaan, dan menjauh dari militer Israel, tempat becampurnya semua warga, yang bertentangan adat istiadat konservatif mereka.<\/p>\n<p>Para pemimpin kedua partai tersebut mengatakan, mereka kecewa atas keputusan itu. Namun, keduanya tidak langsung mengecam pemerintah.<\/p>\n<p>Moshe Roth, anggota partai ultra-Orthodox United Torah Judaism menyebut, Keputusan ini sebenarnya tidak memiliki implikasi apapun, implikasi praktis apapun.<\/p>\n<p>&rdquo;Ini hanya sekadar deklarasi. Ini tidak memberikan pengaruh apapun terhadap isu pertahanan saat ini. Jadi, sukar untuk mengapresiasi putusan ini. Ini tidak terlalu berarti. Malah, Mahkamah Agung seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini,&rdquo; katanya<\/p>\n<p>Rencana wajib militer bagi para siswa seminari dapat memperlebar keretakan dalam koalisi Netanyahu yang semakin rapuh.<\/p>\n<p>Sumber:VOAIndonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Ratusan&nbsp;laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks berunjuk rasa di Yerusalem pada hari Minggu (30\/6\/2024) setelah Mahkamah Agung Israel memutuskan dengan suara bulat bahwa militer harus mulai merekrut mereka untuk wajib militer. Dilansir VOA Indonesia, seorang peserta unjuk rasa memegang papan bertuliskan: &#8220;Kami menolak menjadi tentara demi agama Zionis.&#8221; Yang lainnya, menuliskan: &#8220;Israel bukanlah Negara Yahudi, melainkan Negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[510,4268],"class_list":["post-15312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-israel","tag-yahudi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}