{"id":15390,"date":"2026-07-30T01:55:39","date_gmt":"2026-07-30T01:55:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15390"},"modified":"2026-07-30T01:55:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:55:39","slug":"walhi-ajak-generasi-muda-indonesia-untuk-aktif-dalam-aksi-lingkungan-dengan-ajukan-gugatan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15390","title":{"rendered":"WALHI Ajak Generasi Muda Indonesia untuk Aktif dalam Aksi Lingkungan dengan Ajukan Gugatan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengajak generasi muda Indonesia untuk menempuh gugatan iklim karena dampak krisis iklim di dunia dan Indonesia semakin memburuk.<\/p>\n<p>Seruan&nbsp;untuk ajukan&nbsp;gugatan&nbsp;iklim&nbsp;ini&nbsp;disampaikan Manajer Kampanye Pesisir, Laut, dan Pulau Kecil, Eksekutif Nasional WALHI pada acara orasi lingkungan hidup lapangan Student Centre UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Tangerang Selatan, Banten, 10 Juni 2024 lalu.<\/p>\n<p>Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battuta (KMPLHK RANITA) dengan Disaster Manajemen Centre Dompet Dhuafa.<\/p>\n<p>Pada acara orasi lingkungan hidup yang bertajuk Indonesia Emas 2045 atau Indonesia Cemas 2024? tersebut, Parid menjelaskan bahwa dampak krisis iklim secara global telah membuat temperatur planet bumi melebihi 1,5 derajat celcius dibandingkan dengan era pra revolusi Industri.<\/p>\n<p>Di Indonesia, krisis iklim telah memperburuk kehidupan masyarakat pesisir, di mana ratusan nelayan meninggal di tengah laut, ratusan desa pesisir diterjang banjir rob, puluhan pulau kecil telah tenggelam,<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244579968\/begini-cara-ajukan-gugatan-iklim-agar-pemerintah-lebih-serius-meredam-perubahan-iklim\">Baca: Cara ajukan gugatan iklim<\/a><\/p>\n<p>&rdquo;Ini&nbsp;sekaligus mengancam air serta pangan yang menghidupi Masyarakat selama ini,&rdquo; ungkapnya di hadapan ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah,&nbsp;seperti&nbsp;dikutip&nbsp;di&nbsp;laman&nbsp;resmi&nbsp;WALHI.<\/p>\n<p>Dalam situasi ini, tambah Parid, kita penting untuk meminta pihak yang bertanggungjawab atas krisis iklim yang mengancam kehidupan masyarakat luas, khususnya nasib generasi muda yang akan hidup pada masa yang akan datang.<\/p>\n<p>&ldquo;Krisis iklim ini telah merampas hak generasi muda untuk hidup layak pada masa depan. Kita harus menuntut pertanggungjawaban dari negara dan koorporasi skala besar yang telah mengeruk keuntungan ekonomi tetapi mengorbankan nasib planet bumi,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk itulah, Farid menegaskan, generasi muda harus terlibat aktif menghentikan krisis iklim dengan cara menjadi penggugat iklim yang menuntut pertanggungjawaban negara yang telah memproduksi beragam kebijakan yang memperburuk krisis iklim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244574476\/bisa-ditiru-aktivis-lingkungan-korea-selatan-ramai-ramai-gugat-pemerintah-agar-lebih-serius-tangani-perubahan-iklim\">Baca: Aktivis lingkungan Korsel ramai-ramai ajukan gugatan iklim<\/a><\/p>\n<p>Gugatan juga bisa ditujukan kepada korporasi multinasional yang telah memproduksi emisi dalam jumlah yang sangat besar dalam satu dekade terakhir.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Pada titik ini, WALHI Nasional siap untuk mendampingi siapapun, terutama generasi muda yang hendak menempuh gugatan iklim pada masa yang akan datang,&rdquo; tegas Parid.<\/p>\n<p>Menurut Parid, pengalaman generasi muda yang berhasil menempuh gugatan iklim telah dibuktikan oleh Sophie Backsen, seorang remaja dari Pulau Pellworm, sebuah pulau kecil di Utara Jerman, yang terdampak krisis iklim.<\/p>\n<p>Sophie berhasil menempuh gugatan iklim kepada Mahkamah Konstitusi Jerman dan mendesak Pemerintah Jerman untuk untuk menetapkan penurunan emisi sampai nol persen pada tahun 2050.<\/p>\n<p>Parid&nbsp;mengaku&nbsp;pernah bertemu dan berbincang dengan Sophie Backsen secara pribadi di rumahnya di Pulau Pellworm.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241817943\/gugatan-iklim-efektif-mendorong-kebijakan-meredam-perubahan-iklim-di-indonesia\">Baca: Gugatan iklim efektif menghambat laju krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>&rdquo;Dia menggunakan argumen keadilan antargenerasi (intergenerational justice) untuk mempertahankan pulaunya yang berusia lebih dari 300 tahun lamanya,&rdquo; terang Parid.<\/p>\n<p>Atas dasar hal itu, Parid menyebut hal serupa dapat dilakukan oleh generasi muda di Indonesia yang merasa masa depannya terancam oleh krisis iklim.<\/p>\n<p>Salah satu gugatan iklim yang yang juga sedang ditempuh oleh Masyarakat Indonesia adalah gugatan iklim yang kini dilakukan empat orang masyarakat Pulau Pari melawan Holcim.<\/p>\n<p>Holcim&nbsp;adalah&nbsp;perusahaan semen terbesar di dunia, yang telah memproduksi emisi karbon lebih dari 7 miliar ton sejak tahun 1950 sampai 2021.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami mengajak kawan-kawan generasi muda untuk mendukung gugatan iklim pertama di Indonesia ini. Ini merupakan gerakan penting untuk mewujudkan keadilan iklim,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengajak generasi muda Indonesia untuk menempuh gugatan iklim karena dampak krisis iklim di dunia dan Indonesia semakin memburuk. Seruan&nbsp;untuk ajukan&nbsp;gugatan&nbsp;iklim&nbsp;ini&nbsp;disampaikan Manajer Kampanye Pesisir, Laut, dan Pulau Kecil, Eksekutif Nasional WALHI pada acara orasi lingkungan hidup lapangan Student Centre UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Tangerang Selatan, Banten, 10 Juni 2024 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15391,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1428,17,26],"class_list":["post-15390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gugatan-iklim","tag-lingkungan","tag-walhi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15390"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15390\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}