{"id":15457,"date":"2026-07-30T01:55:55","date_gmt":"2026-07-30T01:55:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15457"},"modified":"2026-07-30T01:55:55","modified_gmt":"2026-07-30T01:55:55","slug":"pengembangan-desa-wisata-jadi-alat-potensial-untuk-konservasi-dan-pembangunan-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15457","title":{"rendered":"Pengembangan Desa Wisata Jadi Alat Potensial untuk Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pengembangan pariwisata perdesaan lewat desa wisata jadi alat potensial untuk konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Roby Ardiwidjaja mengatakan bahwa pengembangan desa wisata juga bisa meminimalisir urbanisasi dari desa ke kota.<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan Roby dalam Diskusi Budaya Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB) dengan tema &ldquo;Wisata Perdesaan: Strategi Percepatan Pembangunan Nasional dari Pinggir&rdquo;, pada Senin (24\/06).<\/p>\n<p>&ldquo;Keistimewaan perdesaan adalah ruang yang terbuka, interaksi dengan alam, terkait dengan warisan dunia, serta erat dengan masyarakat tradisional yang menjalankan dan mempertahankan tradisinya,&rdquo; urainya.<\/p>\n<p>Penelitiannya menemukan perdesaan sering dikaitkan dengan pengertian rural and village yang dibandingkan dengan kota, perkotaan atau urban.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/244744308\/kenali-tiga-desa-wisata-di-sumbar-yang-masuk-50-besar-adwi-2024\">Baca: Tiga desa wisata di Sumbar yang sukses merawat lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Dijelaskannya, perdesaan adalah bagian wisata minat khusus yang memotivasi wisatawan ke desa adat atau budaya dengan lingkungan alam yang alami, unik, dan otentik.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk menikmati, mengenal, mempelajari, memahami dan berpartisipasi dalam aktivitas keseharian dan kehidupan sosial budaya masyarakat perdesaan.<\/p>\n<p>Roby menyebutkan Indonesia memiliki potensi wisata pada daya tarik alam (bahari, ekowisata, petualangan) sebanyak 35persen, wisata budaya 60persen, dan wisata buatan manusia (MICE dan even, olah raga, kawasan terintegrasi) 5persen.<\/p>\n<p>Mengutip data statistik BPS, Roby menyebut setidaknya ada sebanyak 8000-an desa dan kota sekira 100-an yang bisa dikembangkan menjadi desa wisata.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembangunan hendaknya dimulai dari desa, sebab jika pembangunan difokuskan di kota akan menyebabkan urbanisasi. Hal ini lantaran desa sebagai destinasi pariwisata terkecil.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243791798\/membangun-desa-wisata-berbasis-potensi-lokal-akan-lebih-berhasil\">Baca: Kunci sukses membangun desa wisata<\/a><\/p>\n<p>Keberadaan desa wisata saat&nbsp;ini&nbsp;kurang lebih sejumlah 4000.&nbsp;Dengan jumlah tersebut, menurut pandangannya bisa bertambah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Diakui pengembangan desa wisata yang terlalu masif akan memunculkan pertanyaan, nantinya siapa yang akan berkunjung.<\/p>\n<p>Lalu ia menganalisis bahwa desa belum optimal melibatkan secara aktif wisatawan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.<\/p>\n<p>Ini terkait dalam kegiatan yang berbasis pada upaya kegiatan pelestarian lingkungan, tradisi kehidupan keseharian sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>&ldquo;Desa belum memanfaatkan sepenuhnya kelembagaan yang ada untuk mengelola wisata perdesaan,&ldquo; terangnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243791856\/membangun-desa-wisata-yang-berkelanjutan-lagi-ramah-lingkungan\">Baca: Membangun desa wisata yang ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya, pemerintah dapat menjadikan pariwisata perdesaan sebagai platform yang mendukung strategi percepatan pembangunan nasional secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan melestarikan lingkungan, sekaligus menumbuhkan perekonomian yang berbasis keanekaragaman keunikan daya tarik akar budaya ke Indonesia-an,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p>Roby menekankan, memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan menjadi alat membangun kawasan desa sebagai daya tarik wisata (DTW), sekaligus menjadi strategi pemecahan permasalahan kebhinekatunggalikaan dan identitas bangsa.<\/p>\n<p>Selain itu, merumuskan kebijakan pembangungan pariwisata berkelanjutan di kawasan perdesaan menjadi salah satu arah yang mendukung percepatan pembangunan nasional bagi pemerintah ke depan.<\/p>\n<p>Sementara Peneliti Pusat Riset Kependudukan (PRK) BRIN, Budiyanto Dwi Prasetyo, menilai suasana desa yang alami menjadikannya sesuatu yang mahal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24664926\/seperti-ini-dana-desa-dongkrak-kesejahteraan-warga-desa\">Baca: Dana desa mendongkrak kesejahteraan warga<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kehidupan desa dianggap mahal, karena dahulu sangat disepelekan. Oleh sebab orientasi orang pada modernisasi, justru kehidupan seperti ini yang membuat mahal. Seperti orang yang dapat berekreasi ke Ancol dengan biaya mahal dan sebagainya,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Budi berpendapat, banyak generasi muda yang beralih dari zona nyaman dengan kembali ke kampung untuk mencari tantangan.<\/p>\n<p>Tingkat kunjungan ke desa meningkat seiring dengan masuknya generasi X dan Z yang sadar dengan media sosial dan terekspos, sehingga membuat banyak orang tertarik.<\/p>\n<p>Budi menyimpulkan, wisata desa bisa diartikan sebagai ruang aktivitas dengan budayanya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Wisata perdesaan berpotensi berkontribusi bagi bidang ilmiah akademik. Sebab desa butuh eksistensi yang menonjolkan aspek budaya dengan menggarap wisata etnik, atau dikenal dengan etnictourism. Hal Ini bisa menjadi peluang!&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Sumber:brin.go.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pengembangan pariwisata perdesaan lewat desa wisata jadi alat potensial untuk konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Roby Ardiwidjaja mengatakan bahwa pengembangan desa wisata juga bisa meminimalisir urbanisasi dari desa ke kota. Hal itu diungkapkan Roby dalam Diskusi Budaya Pusat Riset [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15458,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[135,2087],"class_list":["post-15457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-desa-wisata","tag-pembangunan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15457"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15457\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}