{"id":15491,"date":"2026-07-30T01:56:08","date_gmt":"2026-07-30T01:56:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15491"},"modified":"2026-07-30T01:56:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:56:08","slug":"aksi-keren-aktivis-greenpeace-minta-unilever-segera-kurangi-sampah-plastik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15491","title":{"rendered":"Aksi Keren Aktivis Greenpeace: Minta Unilever Segera Kurangi Sampah Plastik"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah aktivis Greenpeace mengembalikan sampah-sampah plastik ke produsen, yang telah ditempel pada logo U raksasa, di depan Graha Unilever, pada Kamis (20\/6\/2024) lalu.<\/p>\n<p>Sampah plastik ini merupakan hasil pengumpulan sampah khusus brand Unilever selama satu minggu penuh yang dilakukan aktivis Greenpeace,<\/p>\n<p>Aksi ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban Unilever, untuk mengambil dan mengolah kembali sampah plastik yang telah mereka hasilkan.<\/p>\n<p>Menurut laporan Audit Merek (Brand Audit) dalam 5 tahun terakhir, Unilever merupakan salah satu perusahaan FMCG terbesar yang selalu masuk ke dalam daftar pencemar tertinggi, baik secara nasional maupun global.<\/p>\n<p>Audit Merek yang dilakukan di 4 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mendapati Unilever sebagai pencemar teratas dengan jumlah total kemasan plastik sekali pakai sebanyak 1.851.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244539191\/hasil-brand-audit-greenpeace-kemasan-plastik-unilever-paling-banyak-ditemukan\">Baca: Hasil audit Greenpeace temukan kemasan brand yang paling mencemari Bumi<\/a><\/p>\n<p>Secara global Unilever memproduksi saset dan berencana akan menjual 53 miliar saset tahun ini, atau setara dengan 1700 saset per detik.<\/p>\n<p>Saat ini Unilever global sedang membatalkan komitmen sebelumnya untuk mengurangi penggunaan plastik murni sebesar 50 persen pada tahun 2025 &mdash; target yang diperbarui kini berfokus pada pengurangan penggunaan plastik murni sebesar 30 persen pada tahun 2026.<\/p>\n<p>Dalam siaran pers yang dilansir di laman resmina, Greenpeace menyebut Unilever mengklaim menginginkan dunia yang &lsquo;bebas limbah&rsquo;, namun 99,8 persen kemasan plastiknya saat ini adalah kemasan sekali pakai.<\/p>\n<p>Analisis Greenpeace menunjukkan bahwa dengan laju saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari tahun 3000 sebelum 100% produk plastik Unilever dapat digunakan kembali.<\/p>\n<p>Tanggung jawab produsen atas sampah dan secara khusus tentang saset tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243025159\/unilever-akan-tingkatkan-pemrosesan-sampah-plastik\">Baca: Upaya Unilever tangani sampah plastiknya<\/a><\/p>\n<p>Mewajibkan produsen, salah satunya industri manufaktur, untuk membuat peta jalan pengurangan sampah dari kemasannya sebesar 30%.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Mengacu pada Permen LHK nomor 75 tahun 2019, hingga saat ini baru sebanyak 18 produsen yang melakukan pilot project dari 42 produsen yang telah mempunyai dokumen peta jalan.<\/p>\n<p>Walaupun Permen LHK nomor 75 tahun 2019 ini memerintahkan penghapusan kemasan saset dibawah 50 mililiter.<\/p>\n<p>Tapi dengan kondisi saat ini, tanpa adanya komitmen pengurangan produksi, dan transparansi kemajuan peta jalan pengurangan sampah oleh produsen, sampah saset akan terus mencemari dan membebani lingkungan.<\/p>\n<p>&ldquo;Saatnya menagih tanggung jawab Unilever, sebagai salah satu produsen FMCG terbesar di dunia, untuk serius menjalani komitmen pengurangan produksi plastik mereka, serta mendesak mereka untuk membuka peta jalan pengurangan sampahnya,&rdquo; ujar Ibar Akbar, Plastic Project Lead Greenpeace Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24767019\/klhk-ajak-masyarakat-tak-beli-produk-yang-enggan-kelola-sampah-plastik-yang-dihasilkannya\">Baca: KLHK ajak masyarakat tak beli produk yang tak tangani sampah plastiknya<\/a><\/p>\n<p>Laporan brand audit saset ini melibatkan 25 organisasi di 4 negara di Asia, untuk melihat persebaran penjualan kemasan saset di negara-negara Asia.<\/p>\n<p>Untuk Asia Tenggara sendiri, konsumsi saset hampir mencapai separuh dari pangsa global dengan proyeksi mencapai angka 1,3 triliun saset terjual setiap tahunnya pada tahun 2027.<\/p>\n<p>Perjanjian plastik global yang sedang berlangsung proses negosiasinya antara negara anggota, menjadi satu-satunya peluang seumur hidup untuk mengatasi krisis plastik.<\/p>\n<p>Maka, Ibar menegaskan pentingnya untuk memiliki perjanjian plastik global yang kuat dan ambisius untuk mengurangi produksi plastik.<\/p>\n<p>Greenpeace juga terus mendorong beralihnya bisnis plastik sekali pakai ke sistem guna ulang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejumlah aktivis Greenpeace mengembalikan sampah-sampah plastik ke produsen, yang telah ditempel pada logo U raksasa, di depan Graha Unilever, pada Kamis (20\/6\/2024) lalu. Sampah plastik ini merupakan hasil pengumpulan sampah khusus brand Unilever selama satu minggu penuh yang dilakukan aktivis Greenpeace, Aksi ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban Unilever, untuk mengambil dan mengolah kembali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7,686],"class_list":["post-15491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-greenpeace","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}