{"id":15560,"date":"2026-07-30T01:56:29","date_gmt":"2026-07-30T01:56:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15560"},"modified":"2026-07-30T01:56:29","modified_gmt":"2026-07-30T01:56:29","slug":"sudah-diatur-sejak-2019-mayoritas-perusahaan-belum-susun-peta-jalan-pengurangan-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15560","title":{"rendered":"Sudah Diatur Sejak 2019, Mayoritas Perusahaan Belum Susun Peta Jalan Pengurangan Sampah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Konsorsium lingkungan Net Zero Waste Management Consortium (NZWMC) menyatakan saat ini sebagian besar perusahaan belum menyusun &#8220;roadmap&#8221; atau peta jalan pengurangan sampah.<\/p>\n<p>Peta jalan pengurangan sampah ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 75\/2019.<\/p>\n<p>Founder NZWMC Ahmad Safrudin menyebutkan, PermenLHK No. 75\/2019 tersebut memandatkan perusahaan manufaktur, retail serta hotel, restoran dan katering (horeka) menyusun peta jalan pengurangan sampah&nbsp;ini.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagian besar perusahaan belum mematuhi ketentuan penyusunan &#8216;roadmap&#8217; pengurangan sampah&nbsp;ini,&#8221; kata Ahmad&nbsp;dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15\/6\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244763578\/cara-ajinomoto-ciptakan-lingkungan-kerja-yang-berkelanjutan-lagi-ramah-lingkungan\">Baca: Cara Ajinomoto kurangi sampah<\/a><\/p>\n<p>Selain perusahaan, tambahnya, provinsi dan kabupaten\/kota juga belum menyusun rencana aksi penanganan sampah yang selaras dengan aksi pengurangan sampah.<\/p>\n<p>Ketua Harian NZWMC Amalia S Bendang menambahkan dari hasil pelaksana Audit Sampah Sungai Ciliwung 2023 menunjukkan bahwa&nbsp;Ciliwung telah menjadi bejana sampah yang unik.<\/p>\n<p>Dari total 32.364 sampah yang berhasil dipilah dari enam titik sampling Sungai Ciliwung, terdapat 10 jenis sampah yang ditemukan.<\/p>\n<p>Di mana tujuh di antaranya adalah material polimer termasuk kain, karet, kayu, kertas, logam, plastik, serta gabus.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244539191\/hasil-brand-audit-greenpeace-kemasan-plastik-unilever-paling-banyak-ditemukan\">Baca: Brand audit temukan kemasan Unilever paling banyak ditemukan<\/a><\/p>\n<p>Sampah plastik paling banyak ditemukan secara konsisten di berbagai titik dalam bentuk kantong plastik baik secara utuh maupun serpihan.<\/p>\n<p>Akumulasi kantong plastik yang ditemukan mencapai 19.466 buah atau sekitar 67,88 persen dari keseluruhan sampah yang berhasil dikumpulkan dan dipilah.<\/p>\n<p>Posisi ini disusul oleh bentuk sampah bungkus dan sachet plastik yang berhasil dipilah masing-masing sekitar 3.974 dan 3.324 buah, atau sekitar 13 persen dan 11 persen dari total akumulasi sampah keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, sampah bernilai ekonomi seperti botol PET dan cup PP juga masih ditemukan di Sungai Ciliwung<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243025159\/unilever-akan-tingkatkan-pemrosesan-sampah-plastik\">Baca: Unilever akan tingkatkan pemrosesan sampahnya<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Timbulan sampah di badan sungai menjadi cermin cara pengelolaan persampahan kita. Produsen, retail, horeka masih belum sungguh-sungguh menjalankan upaya pengurangan sampah sesuai amanat regulasi,&#8221; katanya dalam sebuah diskusi.<\/p>\n<p>Menurut Ahli pengelolaan kualitas udara Dr Esrom Hamonangan mengurangi timbulan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara terutama di hulu atau di proses produksi.<\/p>\n<p>Seperti merancang dan merencanakan proses industrialisasi produk dengan material (produk dan kemasan) yang sesedikit mungkin berpotensi menjadi sampah.<\/p>\n<p>Kemudian mengembangkan pola konsumsi secara menyeluruh, global dan holistik dalam lingkup makro kemudian diturunkan menjadi berbagai kegiatan teknis pada tingkat mikro.<\/p>\n<p>&#8220;Berbagai upaya mengurangi timbulan sampah harus dilakukan untuk menekan dampak lingkungan hidup baik limbah padat, cair maupun gas, terutama penyebab pencemaran udara dan krisis iklim,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243014047\/menggunakan-tumbler-langkah-kecil-yang-berdampak-besar-bagi-lingkungan\">Baca: Gunakan tumbler untuk kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Sementara pakar lingkungan dari Jepang Prof Minoru Fuji menyampaikan penanganan sampah melalui produksi dan pemanfaatan plastik Netral Karbon atau LCCN (Lifecycle Carbon Neutral) merupakan metode pengolahan sampah paling&nbsp;optimal.<\/p>\n<p>Metode&nbsp;ini,&nbsp;menurutnya, menghasilkan&nbsp;emisi polusi udara,&nbsp;gas&nbsp;rumah&nbsp;kaca&nbsp;dan limbah berbahaya yang rendah.<\/p>\n<p>&#8220;Meningkatnya penggunaan teknologi LCCN Ready (waste to steam) di Jepang, Eropa dan Korea telah menghasilkan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Penanganan Sampah KLHK Novrizal Tahar pengolahan sampah berbasis LCCN dapat menjadi solusi pada &#8220;less landfill policy&#8221;.&nbsp;Kebijakan ini jadi&nbsp;andalan waste management KLHK&nbsp;guna menekan produksi sampah menjadi 40 juta ton sampah pada 2030.<\/p>\n<p>&#8220;Climate crisis, biodiversity depletion dan environmental pollution yang kita hadapi saat ini antara lain harus diatasi dengan waste management melalui scenario pengurangan sampah pada tataran pencegahan dan skenario pengolahan sampah pada tataran penanganannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Konsorsium lingkungan Net Zero Waste Management Consortium (NZWMC) menyatakan saat ini sebagian besar perusahaan belum menyusun &#8220;roadmap&#8221; atau peta jalan pengurangan sampah. Peta jalan pengurangan sampah ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 75\/2019. Founder NZWMC Ahmad Safrudin menyebutkan, PermenLHK No. 75\/2019 tersebut memandatkan perusahaan manufaktur, retail [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,4332],"class_list":["post-15560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-pengurangan-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15560\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}