{"id":15592,"date":"2026-07-30T01:56:39","date_gmt":"2026-07-30T01:56:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15592"},"modified":"2026-07-30T01:56:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:56:39","slug":"sos-satu-miliar-orang-bisa-terbunuh-akibat-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15592","title":{"rendered":"SOS! Satu Miliar Orang Bisa Terbunuh Akibat Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam ulasan terkini terhadap lebih dari 180 artikel yang telah melalui tinjauan sejawat&mdash;yang saya lakukan bersama rekan peneliti Richard Parncutt, kami menemukan terdapat konsensus ilmiah yang disebut 1,000-ton rule (aturan 1.000 ton).<\/p>\n<p>Aturan 1.000 ton menyatakan bahwa ada seorang terbunuh setiap kali umat manusia membakar 1.000 ton karbon dari energi fosil.<\/p>\n<p>Yang mengejutkan, kami menemukan kenaikan suhu sebesar 2&deg;C setara dengan satu miliar orang yang meninggal secara prematur pada abad berikutnya. Mereka meninggal akibat berbagai kerusakan iklim imbas pemanasan global.<\/p>\n<p>Temuan-temuan ini berasal dari tinjauan literatur iklim untuk mengukur kematian manusia pada masa depan berdasarkan berbagai mekanisme.<\/p>\n<p>Jumlah korban ini sangat besar. Meskipun amat pahit, prediksi ini konsisten dengan beragam bukti dan argumen dari berbagai disiplin ilmu.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24560301\/who-polusi-udara-sebabkan-7-juta-kematian-dini-di-seluruh-dunia\">WHO: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini di Seluruh Dunia <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Saat para pemimpin dunia berkumpul untuk konferensi iklim COP28 di Dubai pada 30 November&ndash;12 Desember, sebaiknya kita ingat bahwa keputusan mereka akan bertanggung jawab langsung atas kematian ataupun penyelamatan nyawa manusia yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Bagaimana perubahan iklim membunuh kita<br \/>Perubahan iklim akibat ulah manusia telah&mdash;dan akan terus&mdash;membunuh banyak manusia akibat kerusakan yang ditimbulkannya.<\/p>\n<p>Kematian disebabkan oleh jaringan kompleks mekanisme langsung, menengah, dan tidak langsung dari gangguan iklim bumi.<\/p>\n<p>Dampak mematikan langsung dari perubahan iklim termasuk gelombang panas, yang menyebabkan kematian ribuan orang karena kombinasi panas dan kelembapan. Gelombang panas bahkan mengancam bayi.<\/p>\n<p>Penyebab kematian menengah antara lain adalah kegagalan panen, kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, dan naiknya permukaan air laut. Kegagalan panen, khususnya, dapat memperburuk kekurangan makanan dan kelaparan global.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243351516\/wmo-kenaikan-suhu-global-picu-bencana-akan-lebih-sering-terjadi\">WMO: Kenaikan Suhu Global Picu Bencana Akan Lebih Sering Terjadi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kekeringan yang lebih sering dan parah dapat menyebabkan lebih banyak kebakaran hutan yang juga menyebabkan kematian manusia. Situasi ini terjadi di Hawaii.<\/p>\n<p>Kekeringan juga dapat membuat air terkontaminasi, lebih seringnya penyakit, dan kematian akibat dehidrasi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Laporan Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) 2022 memperkirakan bahwa kekeringan akan menyebabkan 700 juta orang di Afrika mengungsi pada 2030.<\/p>\n<p>Di sisi lain, perubahan iklim juga dapat menyebabkan banjir (dan kegagalan panen karena terlalu banyak air), yang juga memicu kelaparan dan penyakit.<\/p>\n<p>Perubahan iklim mendorong kenaikan permukaan laut serta mengakibatkan tenggelamnya wilayah pesisir.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244461898\/wmo-kembali-ingatkan-tahun-2023-sebagai-tahun-terpanas-sepanjang-pencatatan-suhu-bumi\">WMO Kembali Ingatkan Tahun 2023 sebagai Tahun Terpanas Sepanjang Pencatatan Suhu Bumi <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gelombang badai memperburuk risiko banjir, yang mengancam jiwa miliaran orang masyarakat di kota-kota pesisir. Mereka menghadapi kemungkinan migrasi paksa.<\/p>\n<p>Perubahan iklim turut meningkatkan kejadian cuaca ekstrem, yang mematikan dan menyebabkan kerusakan besar pada layanan penting seperti jaringan listrik dan fasilitas medis.<\/p>\n<p>Intrusi air laut juga mengancam pertanian pesisir, sehingga kian mengurangi pasokan makanan.<\/p>\n<p>Terakhir, perubahan iklim juga secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan konflik dan perang&nbsp;antarnegara.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244691151\/miliaran-pekerja-di-seluruh-dunia-terdampak-bahaya-kesehatan-akibat-perubahan-iklim\">Miliaran Pekerja di Seluruh Dunia Terdampak Bahaya Kesehatan Akibat Perubahan Iklim<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun konsensus akademis mengenai perang akibat perubahan iklim masih jauh dari pasti, ada sedikit keraguan bahwa perubahan iklim memperbesar stres dan dapat menyebabkan konflik di tingkat lokal.<\/p>\n<p>Ketika jumlah pengungsi akibat perubahan iklim meningkat, negara-negara yang terletak jauh dari garis khatulistiwa mungkin akan semakin menolak memberikan suaka.<\/p>\n<p>Dalam skenario terburuk, keruntuhan sosial mungkin terjadi. Artikel dari jurnal Proceeding of the National Academy of Science melaporkan bahwa hal ini bisa sangat merusak masyarakat kita.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di&nbsp;The&nbsp;Conversation&nbsp;dalam bahasa&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/cop28-how-7-policies-could-help-save-a-billion-lives-by-2100-212953\">Inggris<\/a>,&nbsp;Penulis: Joshua M. Pearce, Chair in Information Technology and Innovation and Professor, Western University<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam ulasan terkini terhadap lebih dari 180 artikel yang telah melalui tinjauan sejawat&mdash;yang saya lakukan bersama rekan peneliti Richard Parncutt, kami menemukan terdapat konsensus ilmiah yang disebut 1,000-ton rule (aturan 1.000 ton). Aturan 1.000 ton menyatakan bahwa ada seorang terbunuh setiap kali umat manusia membakar 1.000 ton karbon dari energi fosil. Yang mengejutkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[173],"class_list":["post-15592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15592"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15592\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}