{"id":15644,"date":"2026-07-30T01:56:51","date_gmt":"2026-07-30T01:56:51","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15644"},"modified":"2026-07-30T01:56:51","modified_gmt":"2026-07-30T01:56:51","slug":"mengenal-lebih-dekat-metode-permakultur-dan-penerapannya-di-kawasan-urban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15644","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Metode Permakultur dan Penerapannya di Kawasan Urban"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Metode bercocok tanam permakultur belakangan makin sering dibincangkan masyarakat urban yang peduli lingkungan.<\/p>\n<p>Permakultur dinilai sebagai salah satu cara untuk membangun ketahanan pangan sekaligus membuat sebuah kota lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Penggagas Sendalu Permaculture, Gibran Tragari saat berbincang dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu memaparkan, Permakultur merupakan kata serapan yang disadur dari bahasa Inggris, yaitu Permaculture, sebagai singkatan dari permanent agriculture.<\/p>\n<p>Artinya, pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus, dan permanen. Maka dari itu, permakultur memegang erat prinsip keseimbangan dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Permakultur memiliki konsep yang serupa dengan konsep pertanian terpadu dan pertanian organik, namun permakultur memberi penekanan pada desain, perencanaan pertanian dan integrasinya dengan implementasi berupa praktek pertanian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244771273\/sendalu-permaculture-cara-gibran-tragari-ajak-warga-merawat-lingkungan-dengan-metode-permakultur\">Baca: Menerapkan metode permakultur di kawasan urban<\/a><\/p>\n<p>Konsep&nbsp;Permakultur<strong>&nbsp;<\/strong>diperkenalkan pertama kali di Tasmania oleh Bill Mollison dan David Holmgren, pada pertengahan tahun 1970-an.&nbsp;Pemikiran dasar&nbsp;Bill Mollison adalah&nbsp;&ldquo;bekerjalah dengan alam, bukan melawannya&rdquo;.<\/p>\n<p>Manusia berperan sebagai desainer untuk kehidupannya sendiri dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depannya dan bumi.<\/p>\n<p>Prinsip utama permakultur&nbsp;adalah bertanggung jawab akan eksistensi manusia dan keturunannya, termasuk menjaga keberlangsungan tanaman, satwa, dan makhluk hidup lainnya.<\/p>\n<p>Permakultur diperkenalkan sebagai salah satu desain sistem produksi pangan ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang menggambarkan lanskap produksi pangan yang meniru keragaman dan ketahanan ekosistem alami.<\/p>\n<p>Karena permakultur adalah pendekatan desain holistik dengan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, maka lebih mudah untuk mengadopsi prinsip-prinsip permakultur jika pengelola memiliki pandangan terhadap kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244629068\/sos-luas-lahan-pertanian-dan-jumlah-petani-terus-menurun\">Baca: Luas lahan pertanian dan jumlah petani terus menurun<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dikutip dari&nbsp;<em>Permaculture Design: A step by step guide<\/em>&nbsp;oleh Aranya, pengembangan sistem permakultur didasarkan pada prinsip bahwa sistem yang dibangun harus bertahan selama mungkin dengan perawatan seminim mungkin.<\/p>\n<p>Prinsip berikutnya adalah sistem yang dibangun disupport matahari, sehingga seharusnya dapat menghasilkan tidak hanya untuk kebutuhan sistem sendiri tapi juga kebutuhan orang-orang yang menciptakan atau mengelolanya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kehidupan dalam sistem akan berkelanjutan, karena mereka menopang diri mereka sendiri dan manusia yang membangunnya.<\/p>\n<p>Prinsip yang terakhir bahwa manusia dapat menggunakan energi untuk membangun sistem ini, asalkan dalam masa pakainya sistem tersebut dapat menyimpan atau menghemat lebih banyak energi daripada yang digunakan untuk membangun atau memeliharanya.<\/p>\n<p>Menurut Dave Holmgren, pakar ekologi dan permakultur dari Australia, selain ketiga prinsip tersebut, desain sistem juga harus mempertimbangkan musim, waktu, dan budaya yang berbeda, serta memperhatikan regenerasi dan diversifikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244526975\/dpr-perlu-ada-peta-jalan-tata-kelola-pertanian-untuk-pecahkan-persoalan-pangan\">Baca: Adakah peta jalan sektor pertanian di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Desain sistem yang baik juga tidak menghasilkan limbah, artinya limbah digunakan sebagai input untuk didaur ulang, dikomposkan, atau dikurangi.<\/p>\n<p>Selanjutnya, harus dapat mengatasi masalah pada sumbernya dan terintegrasi. Pada umumnya, sistem yang lebih kecil lebih mudah dikelola dibandingkan yang besar.<\/p>\n<p>Namun dengan memahami dan memanfaatkan keberagaman dan produktifiktasnya, maka ketahanan lebih dapat ditumbuhkan.<\/p>\n<p>Pengelola permakultur harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi, dan dapat menanggapi secara kreatif. Hasil positif dapat diperoleh melalui pengamatan yang cermat, dan intervensi pada waktu yang tepat.<\/p>\n<p>Pada sistem permakultur harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi, dan dapat menanggapi secara kreatif. Hasil positif dapat diperoleh melalui pengamatan yang cermat, dan intervensi pada waktu yang tepat.<\/p>\n<p><a href=\"Kebijakan sektor pertanian yang tak adil bagi petani\">Baca: Kebijakan sektor pertanian yang tak adil bagi petani<\/a><\/p>\n<p>Sengkedan dapat dihubungkan ke titik limpasan di lanskap untuk memaksimalkan pemanenan air hujan alami.<\/p>\n<p>Input eksternal dapat dikurangi dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman, dengan mempertimbangkan tanaman pendamping dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan struktural tanaman lainnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sistem dibuat sealami mungkin seperti di hutan, sehingga interaksi semua komponen di dalamnya dapat terjaga.<\/p>\n<p>Atau juga dapat didesain taman vertikal (herbs spiral), yang memungkinkan pengelolaan angin dan aliran air secara individual.<\/p>\n<p>Gunakan bahan padat, seperti batu atau bata bekas untuk membangun kerangka spiral. Pastikan pusat spiral adalah titik tertinggi.<\/p>\n<p>Esti Utami,&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Metode bercocok tanam permakultur belakangan makin sering dibincangkan masyarakat urban yang peduli lingkungan. Permakultur dinilai sebagai salah satu cara untuk membangun ketahanan pangan sekaligus membuat sebuah kota lebih berkelanjutan. Penggagas Sendalu Permaculture, Gibran Tragari saat berbincang dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu memaparkan, Permakultur merupakan kata serapan yang disadur dari bahasa Inggris, yaitu Permaculture, sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4356],"class_list":["post-15644","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-permakultur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15644"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15644\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}