{"id":15660,"date":"2026-07-30T01:56:55","date_gmt":"2026-07-30T01:56:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15660"},"modified":"2026-07-30T01:56:55","modified_gmt":"2026-07-30T01:56:55","slug":"tunas-upaya-komunitas-tumbuh-pohon-nusantara-merawat-kali-angke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15660","title":{"rendered":"Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bertempat tak&nbsp;jauh&nbsp;dari&nbsp;Kali&nbsp;Angke,&nbsp;tepatnya&nbsp;di Jalan Raya Parung, Pemagarsari, Kec. Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat komunitas Tunas (Tumbuh Pohon Nusantara) mendirikan basecamp.<\/p>\n<p>Salah satu penggagas Tunas, Musyafa Ahmad mengatakan, Tunas baru remsi berdiri pada 2023 berangkat dari keprihatinan para punggawanya atas kondisi Kali Angke.<\/p>\n<p>Namun, delapan awak Tunas yakni Musyafa, Bugis, Yusuf, Dhani, Yupita, Alis dan Bobby telah lama berkecimpung dalam kegiatan lingkungan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami disatukan oleh visi yang sama yakni kepedulian pada lingkungan, khususnya di sekitar aliran Kali Angke,&#8221; terang Musyafa saat berbincang dengan 7cloud.asia di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244756987\/hari-lingkungan-hidup-sedunia-2024-klaster-filantropi-lingkungan-hidup-dan-konservasi-tanam-pohon-serentak-di-18-provinsi\">Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Awalnya, delapan punggawa Tunas ini bergerak sendiri-sendiri, namun mereka memutuskan bergabung di bawah bendera Tunas, agar kegiatan mereka lebih bergaung.<\/p>\n<p>Adapun, misi Tunas adalah menanam pohon, membersihkan sungai dan memitigasi luapan Kali Angke yang dalam beberapa tahun terakhir makin memprihatinkan.<\/p>\n<p>Kali Angke dipilih menjadi kegiatan komunitas ini karena relatif kurang mendapat perhatian jika dibanding sungai lain di Jakarta, seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Citarum ataupun Cisadane.<\/p>\n<p>Kali Angke atau Cikeumeuh adalah salah satu sungai di Jakarta, Indonesia. Kali Angke memiliki panjang 9.125 kilometer, dan berhulu di daerah Bogor, Jawa Barat.<\/p>\n<p> <!--img2--> &nbsp;<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/komunitas\/244762303\/ciliwung-muara-bersama-cara-sederhana-warga-jagakarsa-merawat-sungai-ciliwung\"> Ciliwung Muara Bersama: Cara Sederhana Warga Jagakarsa Merawat Sungai Ciliwung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari Bogor, Kali Angke melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat, Cengkareng Tangerang dan Tangerang Selatan Banten sebelum akhirnya bermuara di Laut Jawa dekat Muara Angke, Jakarta Barat.<\/p>\n<p>Dhani yang ikut berbincang dengan 7cloud.asia mengatakan, dari penelusuran yang dilakukannya, luapan Kali Angke makin sering terjadi beberapa tahun belakangan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Kalau dulunya banjir besar terjadi beberapa tahun sekali, kini makin&nbsp;tidak&nbsp;menentu.&nbsp;Bisa terjadi kapan saja jika turun hujan di Bogor,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dhani yang sebelumnya aktif mendata mata air di huluKali Angke mengatakan, kondisi DAS Kali Angke semakin terancam. Semakin turun ke bawah, kondisi Kali Angke makin terokupasi bangunan.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244636504\/sungai-ciliwung-sejarah-dan-maknanya-bagi-warga-jakarta\">Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, menjadi misi Tunas untuk mengembalikan DAS Kali Angke menjadi alami kembali lewat program Rewilding The River, atau meliarkan kembali Kali Angke.<\/p>\n<p>Menanam pohon sebanyak mungkin adalah salah satu cara yang dilakukan. Itu sebabnya, setiap dua bulan sekali Tunas menggelar kegiatan menanam pohon dengan melibatkan warga sekitar.<\/p>\n<p>Tapi, ujar Musyafa, kami tak hanya menanam. Tunas juga melakukan pemantauan paling tidak selama enam bulan untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh seperti yang diharapkan<\/p>\n<p>Namun demikian, tak semua pohon yang ditanam bisa bertahan. Setidaknya 10 hingga 20 persen di antaranya mati karena berbagai sebab.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242994510\/teknik-daisugi-produksi-kayu-berlanjutan-ala-jepang-tanpa-menebang-pohon\">Teknik Daisugi, Produksi Kayu Berlanjutan Ala Jepang Tanpa Menebang Pohon<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ada yang karena hanyut, atau memang lahannya tidak cocok,&#8221; terang Musyafa, sembari menambahkan selama dua tahun terahir, setidaknya ada 20.000 pohon yang ditanam Tunas di sepanjang Kali Angke.<\/p>\n<p>Tak semua tumbuh memang, tetapi itulah cara Tunas untuk&nbsp;terus&nbsp;mencoba merawat alam&nbsp;di&nbsp;sekitar&nbsp;Kali&nbsp;Angke.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bertempat tak&nbsp;jauh&nbsp;dari&nbsp;Kali&nbsp;Angke,&nbsp;tepatnya&nbsp;di Jalan Raya Parung, Pemagarsari, Kec. Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat komunitas Tunas (Tumbuh Pohon Nusantara) mendirikan basecamp. Salah satu penggagas Tunas, Musyafa Ahmad mengatakan, Tunas baru remsi berdiri pada 2023 berangkat dari keprihatinan para punggawanya atas kondisi Kali Angke. Namun, delapan awak Tunas yakni Musyafa, Bugis, Yusuf, Dhani, Yupita, Alis dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1240,4244],"class_list":["post-15660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kali-angke","tag-tunas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15660"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15660\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}