{"id":15783,"date":"2026-07-30T01:57:28","date_gmt":"2026-07-30T01:57:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15783"},"modified":"2026-07-30T01:57:28","modified_gmt":"2026-07-30T01:57:28","slug":"hindari-stres-berlebihan-karena-dapat-memicu-sejumlah-dampak-serius-pada-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15783","title":{"rendered":"Hindari Stres Berlebihan, Karena Dapat Memicu Sejumlah Dampak Serius pada Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tekanan hidup dan situasi yang tidak menentu membuat stres dengan mudah menimpa banyak orang,<\/p>\n<p>Laporan American Psychological Association yang dilansir baru-baru ini menyebut, pada tahun 2023, sekitar sepertiga orang berusia 18&ndash;44 tahun mengaku stres.<\/p>\n<p>Bahkan,&nbsp;orang-orang&nbsp;ini&nbsp;mengaku tingkat stres yang&nbsp;mereka alami&nbsp;masuk skala berat, yakni berada pada angka 8&ndash;10 pada skala 1&ndash;10.<\/p>\n<p>Ditulis laman Eating Well, Selasa (11\/6\/2024), Dokter Penyakit Dalam Besertifikat dan Direktur Medis di Wellbridge Edmond Hakimi, DO mengatakan stres merupakan respons alami terhadap tuntutan dan tekanan hidup.<\/p>\n<p>Stres&nbsp;dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk tanggung jawab pekerjaan, masalah keuangan, masalah hubungan, dan perubahan besar dalam hidup.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244548819\/cermati-gejala-stres-akibat-gangguan-kesehatan-mental-di-tempat-kerja\">Baca: Cermati dampak stres akibat beban di tempat kerja<\/a><\/p>\n<p>Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan. Jadi, manajemen stres adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan Anda.<\/p>\n<p>Stres yang berdampak pada kesehatan fisik, salah satunya adalah gangguan pada sistem kardiovaskular.<\/p>\n<p>&#8220;Sistem kardiovaskular sangat rentan, karena stres meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat menyebabkan masalah jantung jangka panjang,&rdquo; kata Marcus Smith, LCPC, LPC, LCADC , Konselor Profesional Klinis Berlisensi dan Direktur Eksekutif di Alpas Wellness.<\/p>\n<p>Kehadiran hormon stres seperti kortisol dan epinefrin menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, yang meningkatkan risiko kardiovaskular dan serangan jantung.<\/p>\n<p>&ldquo;Hal ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh arteri koroner, yang dapat mengakibatkan iskemia miokard,&rdquo; kata Andrew Sherwood, PhD, Profesor Ilmu Psikiatri dan Perilaku di Duke University School of Medicine.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244594398\/jakarta-masuk-salah-satu-kota-dengan-tingkat-stres-tertinggi-di-dunia-pakar-sarankan-untuk-perhatikan-kebahagiaan\">Baca: Jakarta masuk kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia<\/a><\/p>\n<p>Stres berat juga bisa memicu sistem pernapasan menjadi cepat, pendek dan dangkal.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, risiko tertular penyakit pernapasan atau memperburuk kondisi pernapasan yang sudah ada juga lebih tinggi karena stres memperburuk respons imun tubuh.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, sitokin inflamasi dilepaskan, yang meningkatkan produksi lendir dan menyempitkan saluran udara.<\/p>\n<p>Sistem imun tubuh juga melemah ketika tubuh mendeteksi adanya stres.<\/p>\n<p>&#8220;Sistem endokrin merespons dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang jika meningkat dalam jangka waktu lama, dapat mengganggu fungsi metabolisme dan melemahkan sistem kekebalan tubuh,&rdquo; kata Smith.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243287733\/mengapa-gaya-hidup-minimalis-bagus-untuk-kesehatan-mental\">Baca: Gaya hidup minimalis jadi cara efektif hindari stres<\/a><\/p>\n<p>Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan memperburuk penyakit peradangan kronis, kata Sherwood.<\/p>\n<p>Pada sistem pencernaan, ketika kita mengalami stres, neurohormon yang disebut katekolamin dilepaskan, yang berdampak terutama pada sistem pencernaan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, aliran darah ke usus berkurang, yang bisa menyebabkan diare atau sembelit, tergantung orangnya. Tidak mengherankan, penelitian menemukan bahwa stres berkaitan erat dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).<\/p>\n<p>Selain IBS, Sherwood mengatakan bahwa stres juga dapat meningkatkan refluks asam.<\/p>\n<p>Selain itu, stres bisa menyebabkan ketegangan otot. Bayangkan saja bagaimana perasaan Anda saat dipijat setelah seminggu kerja yang penuh tekanan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243291370\/orang-ini-sederhanakan-hidupnya-dengan-gaya-hidup-minimalis-hasilnya-ia-lebih-bahagia\">Baca: Sederhanakan hidup jadi cara efektif hindari stres<\/a><\/p>\n<p>Hal ini disebabkan oleh rangkaian respons fisiologis yang terjadi ketika tubuh Anda mengalami stres.<\/p>\n<p>Aktivasi sistem saraf simpatik akibat stres dapat menyebabkan ketegangan otot, sakit kepala, dan migrain , catat Sherwood.<\/p>\n<p>Terakhir efek fisik dari stres adalah menghambat hasrat seksual dan fungsi reproduksi. Ini menekan pelepasan hormon reproduksi utama yang berperan dalam produksi testosteron dan fungsi ovarium.<\/p>\n<p>Akibatnya, stres kronis dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, penurunan kualitas sperma, bahkan kemandulan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain efek fisik, stres juga dapat menyebabkan efek mental seperti kecemasan dan depresi, gangguan kognitif, perubahan nafsu makan, dan gangguan tidur.<\/p>\n<p>sumber:Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Tekanan hidup dan situasi yang tidak menentu membuat stres dengan mudah menimpa banyak orang, Laporan American Psychological Association yang dilansir baru-baru ini menyebut, pada tahun 2023, sekitar sepertiga orang berusia 18&ndash;44 tahun mengaku stres. Bahkan,&nbsp;orang-orang&nbsp;ini&nbsp;mengaku tingkat stres yang&nbsp;mereka alami&nbsp;masuk skala berat, yakni berada pada angka 8&ndash;10 pada skala 1&ndash;10. Ditulis laman Eating Well, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[82,671],"class_list":["post-15783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kesehatan","tag-stres"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}