{"id":15792,"date":"2026-07-30T01:57:30","date_gmt":"2026-07-30T01:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15792"},"modified":"2026-07-30T01:57:30","modified_gmt":"2026-07-30T01:57:30","slug":"kolaborasi-klhk-pertamina-sukses-temukan-individu-baru-ikan-hiu-paus-di-nabire-papua-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15792","title":{"rendered":"Kolaborasi KLHK-Pertamina Sukses Temukan Individu Baru Ikan Hiu Paus di Nabire, Papua Tengah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah&nbsp;individu baru ikan hiu paus (Rhincodon typus)&nbsp;berhasil ditemukan di Area Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.<\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;wikipedia,&nbsp;hiu paus adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus.<\/p>\n<p>Hiu&nbsp;paus&nbsp;juga&nbsp;disebut dengan nama cucut geger lintang (dari bahasa Jawa: punggung berbintang) dan hiu tutul (nama yang cenderung menyesatkan, karena banyak jenis cucut yang berpola tutul), merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.<\/p>\n<p>Hiu paus biasa&nbsp;mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244747873\/indonesia-pasok-62-persen-dari-total-spesies-ikan-hias-laut-yang-diperdagangkan-dunia\">Baca: Indonesia pasok 62% spesies ikan hias laut yang diperdagangkan di dunia<\/a><\/p>\n<p>Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Aryomekka Firdaus dalam siaran pers di Jayapura, Selasa (11\/6\/2024), menyebut, temuan individu baru hiu paus ini adalah hasil monitoring bersama antara pihaknya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)<\/p>\n<p>Temuan hiu paus ini sekaligus menjadi hadiah spesial untuk keberlanjutan hayati di lautan yang bertepatan dengan momen World Ocean Day (Hari Laut Internasional) pada 8 Juni.<\/p>\n<p>&ldquo;Hasil monitoring yang ada di lapangan didapatkan adanya individu-individu baru hiu paus yang berada di kawasan TNTC sehingga jumlah populasinya kian meningkat,&#8221; katanya&nbsp;dilansir&nbsp;Antaranews.com.<\/p>\n<p>Menurut Aryomekka, penemuan&nbsp;hiu&nbsp;paus&nbsp;ini menjadi upaya baik yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243259809\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-penangkapan-ikan-secara-berlebihan\">Baca: Penangkapan ikan secara berlebihan picu masalah serius pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Identifikasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut, khususnya di kawasan perairan Indonesia Timur.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, bentuk kerja sama pengelolaan Whale Shark Center di Kwatisore ini mencakup beberapa program<\/p>\n<p>&#8220;Di antaranya konservasi dan tagging hiu paus, Pertamina Ocean Warrior atau Endangered Species Monitoring), pelatihan menyelam dan desa energi berdikari,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu Pengendali Ekosistem Habitat Seksi Pengelolaan TNTC Wilayah 1 Kwatisore, Sumaryono mengatakan data awal populasi hiu paus berjumlah 195 ekor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244737016\/sambut-hari-laut-sedunia-kkp-gelar-aksi-bersih-pantai-serentak-di-23-kabupatenkota-di-indonesia\">Baca: Peringatan hari laut sedunia<\/a><\/p>\n<p>Namun, setelah dilakukan monitoring bersama pada November 2023 pihaknya mencatat adanya individu baru sehingga jumlahnya mencapai 203 hiu paus per Mei 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap agar ke depan angka ini bisa terus bertambah untuk memonitoring populasi dan pergerakan hiu paus di area TNTC ini,&ldquo; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Sumaryono, selain telah dilaksanakan program monitoring,l upaya konservasi di TNTC juga dilanjutkan dengan proses tagging hiu-hiu paus untuk merekam dan mengolah data perilaku hiu paus saat di perairan.<\/p>\n<p>Di mana salah satu pemanfaatan data adalah untuk mempelajari rute migrasi dari hiu paus di area perairan laut Papua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243214885\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-meningkatnya-keasaman-laut\">Baca: Polusi picu peningkatan keasaman laut<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dari data tersebut, lanjutnya, akan kami sesuaikan dengan jalur area pelayaran kapal PIS di wilayah Papua.<\/p>\n<p>Sumaryono menjelaskan dengan begitu ketika ada kapal berlayar di rute tersebut tidak mengganggu jalur hiu paus tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya data ini bisa diakses oleh kapal-kapal lainnya demi menjaga ekosistem kelautan,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Esti&nbsp;Utami,&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejumlah&nbsp;individu baru ikan hiu paus (Rhincodon typus)&nbsp;berhasil ditemukan di Area Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dilansir&nbsp;wikipedia,&nbsp;hiu paus adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Hiu&nbsp;paus&nbsp;juga&nbsp;disebut dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[318],"class_list":["post-15792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hiu-paus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}