{"id":158,"date":"2026-07-30T00:20:31","date_gmt":"2026-07-30T00:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=158"},"modified":"2026-07-30T00:20:31","modified_gmt":"2026-07-30T00:20:31","slug":"tindak-lanjut-ingub-gerakan-pemilahan-sampah-dari-fasilitas-pengolahan-sampah-hingga-pembuatan-biopori","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=158","title":{"rendered":"Tindak Lanjut Ingub Gerakan Pemilahan Sampah: Dari Fasilitas Pengolahan Sampah hingga Pembuatan Biopori"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber ditindaklanjuti secara beragam di kelurahan-kelurahan di Jakarta.<\/p>\n<p>Pihak Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan misalnya terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumber. Salah satunya dengan menghadirkan 56 fasilitas pengelolaan sampah organik.<\/p>\n<p>Camat Kebayoran Lama, Mustofa mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan rencana pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Sebab, nantinya hanya sampah residu yang diperbolehkan dikirim.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk wilayah Kebayoran Lama Selatan sudah dibangun empat teba modern dan 52 lubang biopori jumbo. Untuk itu, masyarakat diwajibkan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri dari sumbernya,&#8221; ujarnya, Sabtu (11\/7\/2026).<\/p>\n<p>Mustofa menjelaskan, keberadaan puluhan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memanfaatkan sampah organik agar tidak seluruhnya berakhir di TPST Bantar Gebang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247456471\/dijanjikan-sejak-tahun-lalu-permen-extended-producer-responsibility-tak-kunjung-rampung\">Baca: Mengapa Permen &#8220;Extended Producer Responsibility &#8221; Tak Kunjung Rampung?<\/a><\/p>\n<p>Selain teba modern dan lubang biopori jumbo, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan juga memiliki satu unit mesin pencacah sampah milik Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>&#8220;Mesin tersebut dimanfaatkan untuk mempermudah proses pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan sampah basah lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah secara alami.<\/p>\n<p>Sementara itu, sampah yang bisa didaur ulang akan dipilah dan selanjutnya diangkut oleh petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup maupun Bank Sampah yang telah aktif di setiap RW.<\/p>\n<p>&#8220;Jenis sampah yang dimasukkan ke dalam biopori adalah sampah organik, seperti sisa makanan, kulit buah, dan sampah basah lainnya. Sedangkan, sampah yang dapat didaur ulang akan dipilah dan diambil oleh petugas Sudin LH. Bank Sampah di setiap RW juga sudah aktif beroperasi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247386841\/kritik-terhadap-pengelolaan-sampah-yang-hanya-menyasar-di-hilir\">Baca: Kritik terhadap Pengelolaan Sampah yang Hanya Menyasar di Hilir<\/a><\/p>\n<p>Ketua RW 11, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Nasir menuturkan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Pembangunan sarana pengelolaan sampah perlu diimbangi dengan sosialisasi yang masif agar kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumber semakin meningkat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pihaknya juga telah mempelajari inovasi pembuatan eco-enzyme di sejumlah wilayah. Cairan hasil fermentasi limbah organik tersebut dinilai mampu membantu menguraikan sisa makanan sekaligus mengurangi aroma tidak sedap dari sampah organik<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap seluruh RW dapat menerapkan inovasi eco-enzyme sehingga pengelolaan sampah organik semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat memperbanyak fasilitas komposting pengolahan sampah organik menjadi pupuk berkualitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247166851\/greenpeace-indonesia-dorong-industri-fmcg-serius-kurangi-sampah-plastik-dan-tak-hanya-fokus-pada-daur-ulang\">Baca: Industri FMCG Harus Serius Kurangi Sampah Plastik dan Tak Hanya Fokus pada Daur Ulang<\/a><\/p>\n<p>Lurah Cempaka Putih Timur, Hening Nugrahani mengatakan, fasilitas komposting ini sudah dibuat sejak tiga bulan lalu untuk mengurangi volume sampah dedaunan yang setiap hari dibersihkan personel PPSU.<\/p>\n<p>&#8220;Sampah dedauan dikumpulkan personel PPSU dibawa ke fasilitas komposting untuk dicacah terlebih dahulu agar proses dekomposisi berjalan lebih cepat,&#8221; ujar Hening, Jumat (10\/7\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, proses pengomposan memakan waktu sekitar tiga bulan agar sampah dedaunan berubah menjadi pupuk kompos yang sebagian dipergunakan untuk keperluan internal dan sebagian lagi dijual.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagian pupuk kompos dimanfaatkan untuk penataan taman dan ruang terbuka hijau, sebagian lagi dikemas untuk dijual Rp10.000 perkilogram,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Hening, pihaknya juga sudah menyediakan fasilitas komposting berskala kecil di tiga RW untuk mendekatkan layanan pengolahan sampah kepada warga.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah tiga bulan, kami berhasil mengurangi volume sampah dedaunan sekitar sembilan kubik setiap hari,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246122366\/daur-ulang-tak-akan-mampu-imbangi-ledakan-polusi-plastik-ini-yang-harus-dilakukan-dunia\">Baca: Daur Ulang Tak Akan Mampu Imbangi Ledakan Polusi Plastik<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber ditindaklanjuti secara beragam di kelurahan-kelurahan di Jakarta. Pihak Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan misalnya terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumber. Salah satunya dengan menghadirkan 56 fasilitas pengelolaan sampah organik. Camat Kebayoran Lama, Mustofa mengatakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[114,113],"class_list":["post-158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pemilahan-sampah","tag-sampah-organik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}