{"id":15891,"date":"2026-07-30T01:58:09","date_gmt":"2026-07-30T01:58:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15891"},"modified":"2026-07-30T01:58:09","modified_gmt":"2026-07-30T01:58:09","slug":"climate-central-tiga-kota-di-indonesia-alami-anomali-suhu-panas-akibat-perubahan-iklim-pada-maret-mei-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15891","title":{"rendered":"Climate Central: Tiga Kota di Indonesia Alami Anomali Suhu Panas Akibat Perubahan Iklim pada Maret-Mei 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Laporan &#8220;People Exposed to Climate Change: March-May 2024&#8221; yang&nbsp;dirilis&nbsp;Climate Central&nbsp;menyebut, ada tiga kota di Indonesia masuk daftar kota dengan suhu panas tidak biasa atau anomali periode Maret-Mei 2024.<\/p>\n<p>Dalam laporannya, Climate Central menyebut, anomali suhu panas di tiga kota ini diperburuk oleh perubahan iklim.<\/p>\n<p>Laporan &#8220;People Exposed to Climate Change: March-May 2024&#8221; dikutip Antaranews.com, Jumat (7\/6\/2024) memperlihatkan Makassar di Sulawesi Selatan, Semarang di Jawa Tengah, dan Jakarta masuk daftar kota-kota dengan suhu panas tidak biasa.<\/p>\n<p>Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (6\/6\/2024), Climate Central menempatkan Makassar dalam urutan teratas daftar kota di dunia dengan anomali suhu panas disebabkan perubahan iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244611808\/penjelasan-mengapa-indonesia-terhindar-dari-fenomena-gelombang-panas-yang-melanda-asia\">Baca: Udara panas di Indonesia bukan gelombang panas<\/a><\/p>\n<p>Hal itu berdasarkan catatan 92 hari berada dalam indeks pergeseran iklim atau climate shift index (CSI) level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu mencapai 1,2 derajat Celcius.<\/p>\n<p>Jakarta masuk daftar kota-kota besar global dengan suhu panas tidak biasa disebabkan perubahan iklim di posisi keempat dengan catatan 77 hari pada CSI level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu 0,9 derajat Celcius.<\/p>\n<p>Semarang berada di posisi ke-11 daftar yang sama dengan catatan 88 hari pada CSI level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu 1,4 derajat Celcius.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244607665\/gelombang-panas-terjang-wilayah-asia-bagaimana-di-indonesia\">Baca: BMKG sebut Indonesia tak dilanda gelombang panas<\/a><\/p>\n<p>Dalam laporan itu dijelaskan metode CSI digunakan Climate Central untuk mengukur pengaruh lokal perubahan iklim terhadap suhu harian di kota-kota di seluruh dunia.<\/p>\n<p>CSI level 1 berarti perubahan iklim dapat dideteksi, secara teknis, kenaikan suhu setidaknya 1,5 kali lebih mungkin terjadi, sedangkan CSI level 2 berarti kenaikan suhu setidaknya dua kali lebih mungkin terjadi.<\/p>\n<p>Laporan itu juga mengemukakan periode Maret, April, dan Mei 2024 memecahkan rekor bulanan dalam catatan temperatur global.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244598083\/gelombang-panas-landa-asia-sejumlah-sekolah-terpaksa-tutup\">Baca: Bangladesh liburkan sekolah akibat gelombang panas<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil, terlihat secara khusus dalam bentuk panas ekstrem.<\/p>\n<p>Laporan Climate Central itu menyebut, sebagai akibat perubahan iklim sekitar satu dari empat orang di dunia mengalami peningkatan suhu setidaknya tiga kali lipat setiap hari, selama 1 Maret hingga 31 Mei 2024.<\/p>\n<p>Puncaknya pada 6 April 2024, ketika 2,7 miliar orang atau satu dari tiga orang di dunia merasakan suhu tidak biasa dengan pengaruh kuat dari perubahan iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Laporan &#8220;People Exposed to Climate Change: March-May 2024&#8221; yang&nbsp;dirilis&nbsp;Climate Central&nbsp;menyebut, ada tiga kota di Indonesia masuk daftar kota dengan suhu panas tidak biasa atau anomali periode Maret-Mei 2024. Dalam laporannya, Climate Central menyebut, anomali suhu panas di tiga kota ini diperburuk oleh perubahan iklim. Laporan &#8220;People Exposed to Climate Change: March-May 2024&#8221; dikutip [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4430,10,1858],"class_list":["post-15891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-climate-central","tag-kota","tag-suhu-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15891\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}