{"id":15902,"date":"2026-07-30T01:58:12","date_gmt":"2026-07-30T01:58:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15902"},"modified":"2026-07-30T01:58:12","modified_gmt":"2026-07-30T01:58:12","slug":"komisi-x-dpr-soroti-pagu-indikatif-belanja-kemendikbudristek-yang-turun-hingga-16-persen-pada-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15902","title":{"rendered":"Komisi X DPR Soroti Pagu Indikatif Belanja Kemendikbudristek yang Turun Hingga 16 Persen pada 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Komisi X DPR menyoroti pagu indikatif belanja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025 yang turun sampai 16 persen disorot .<\/p>\n<p>Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyoroti turunnya pagu indikatif 2025 sebesar Rp 83,19 triliun, yang turun dari tahun 2024.<\/p>\n<p>Ia menyesalkan kebijakan ini berpotensi menghambat seluruh pos belanja yang menunjang perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya kira, titik masalah mengapa pembiayaan dari Kemendikbudristek untuk PAUD, SD, SMP, SMK, kemudian perguruan tinggi negeri serta berbagai macam tunjangan untuk dosen guru dan lain-lain itu tidak bisa rileks, karena semuanya sangat terbatas.<\/p>\n<p>Apakah masih ada harapan anggaran ditambah lagi untuk tahun 2025? Ini semakin memprihatinkan,&rdquo; ungkap Agustina, saat Rapat Kerja Komisi X bersama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim di Ruang Rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I Senayan, Jakarta, Rabu (5\/6\/2024).<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244661580\/dpr-heran-anggaran-pendidikan-capai-rp665t-tapi-biaya-kuliah-melonjak-tinggi\">DPR Heran, Anggaran Pendidikan Capai Rp665T Tapi Biaya Kuliah Melonjak Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia mempertanyakan tidak proporsionalnya pembagian alokasi anggaran pendidikan tahun 2025.<\/p>\n<p>Pasalnya, walaupun anggaran pendidikan tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, akan tetapi ploting anggaran pendidikan tahun 2025 malah lebih besar untuk kebutuhan transfer ke daerah (TKD) dibanding untuk Kemendikbud Ristek.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengelolaan TKD di luar kuasa dari Kemendikbud Rstek. Saat ini anggaran pendidikan tahun 2025 dialokasikan sebesar Rp 708,2 triliun hingga Rp 741,7 triliun.<\/p>\n<p>Angka ini lebih tinggi dari anggaran tahun 2024 sebesar Rp 665,02 triliun. Karena itu ia meminta Kemendikbud Ristek untuk menelusuri efektivitas kontribusi TKD terhadap perbaikan pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Selama hampir 5 tahun, yang tidak saya pahami adalah anggaran pendidikan melalui transfer daerah dan dana desa. Apakah Kemendikbud gak punya kenalan atau tim sukses lurah?&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244674903\/dpr-alokasi-peruntukan-anggaran-pendidikan-perlu-direkonstruksi-ulang\">DPR: Alokasi Peruntukan Anggaran Pendidikan Perlu Direkonstruksi Ulang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menambahkan, &rdquo;Supaya bisa paham, kemana sih perginya dana desa, berapa persen yang digunakan untuk pendidikan? Maka sangat aneh bagi kami&rdquo;.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Untuk tahun 2025, Kemendikbud mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 25 triliun. Namun Agustina meminta Kemendikbud memberikan rincian data yang lugas dan jelas rencana penggunaan tambahan anggaran tersebut.<\/p>\n<p>Jika data tersebut sudah diterima, Komisi X DPR akan melakukan kajian sekaligus pendalaman.<\/p>\n<p>Sementara, alasan penambahan anggaran ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Suharti.<\/p>\n<p>Usulan tambahan anggaran itu disampaikan karena jika dilihat dari pagu berjalan tahun 2024, pagu indikatif tahun 2025 telah terjadi penurunan yang signifikan.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244052784\/pro-kontra-penghentian-alokasi-anggaran-lpdp-untuk-dialihkan-ke-pembiayaan-riset\">Pro Kontra Penghentian Alokasi Anggaran LPDP untuk Dialihkan ke Pembiayaan Riset<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penurunan pagu berjalan 2024 sekitar Rp 101,3 triliun, sementara pagu indikatif tahun 2025 baru mencapai Rp 83 triliun.<\/p>\n<p>Sehingga bila usulan tambahan anggaran sebesar Rp 25 triliun direalisasikan, hal itu untuk menunjang dan memastikan semua program yang dilakukan bisa berjalan dan ditingkatkan.<\/p>\n<p>Suharti juga menjelaskan, dari pagu indikatif tahun 2025 yakni sebesar Rp 83,19 sebanyak Rp 41,5 triliun ditujukan untuk pendanaan wajib seperti Program Indonesia Pintar (PIP).<\/p>\n<p>Kemudian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, aneka tunjangan guru non PNS, tunjangan profesi dosen dan guru besar non PNS dan, BOPTN pendidikan tinggi dan vokasi.<\/p>\n<p>Sedangkan sebesar Rp 12,19 triliun untuk program prioritas seperti platform Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, asesmen nasional, pendampingan sekolah penggerak.<\/p>\n<p>Lalu, pendanan Guru Penggerak, SMK Pusat Keunggulan, pendidikan karakter, program literasi bahasa dan kesastraan, tugas dan fungsi reformasi birokrasi dan tata kelola.<\/p>\n<p>Sumber:Kompas.com<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Komisi X DPR menyoroti pagu indikatif belanja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025 yang turun sampai 16 persen disorot . Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyoroti turunnya pagu indikatif 2025 sebesar Rp 83,19 triliun, yang turun dari tahun 2024. Ia menyesalkan kebijakan ini berpotensi menghambat seluruh pos belanja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15903,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3916],"class_list":["post-15902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kemendikbudristek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}