{"id":15985,"date":"2026-07-30T01:58:35","date_gmt":"2026-07-30T01:58:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15985"},"modified":"2026-07-30T01:58:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:58:35","slug":"bmkg-meski-telah-memasuki-musim-kemarau-hujan-masih-berpotensi-terjadi-hingga-september","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15985","title":{"rendered":"BMKG: Meski Telah Memasuki Musim Kemarau Hujan Masih Berpotensi Terjadi hingga September"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hingga akhir tahun potensi hujan masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>BMKG&nbsp;memperkirakan hujan&nbsp;masih akan terjadi di sejumlah daerah setidaknya hingga bulan September, meskipun juga sudah mulai memasuki musim kemarau.<\/p>\n<p>Deputi Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan di Jakarta, Senin (4\/6\/2024), mengatakan bahwa potensi peningkatan hujan dipicu oleh adanya beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif berada di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Hujan juga dipicu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby Kelvin, hingga pola sirkulasi siklonik dan potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244446566\/bmkg-musim-kemarau-2024-bakal-mundur\">BMKG: Musim Kemarau 2024 Bakal Mundur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan tim meteorologi BMKG dapat menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang-lebat yang disertai kilat\/petir angin kencang.<\/p>\n<p>Bahkan, kata dia, kondisi demikian bisa juga menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidro-meteorologi yang meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor dan seterusnya.<\/p>\n<p>Meskipun, di saat yang bersamaan Indonesia mulai dilanda musim kemarau kering pada medio bulan Juni &ndash; September 2024.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244625258\/el-nino-berlalu-indonesia-kini-bersiap-hadapi-la-nina-pada-juli-mendatang\">El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>BMKG mencatat, dalam 24 jam terakhir tercatat adanya intensitas hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah di Indonesia.<\/p>\n<p>Hujan sedang hingga lebat masing-masing teramati BMKG&nbsp;mulai dari Pulau Jawa meliputi wilayah Jawa Tengah (Kota Semarang dengan intensitas 104,4 mm\/hari).<\/p>\n<p>Juga wilayah Kalimantan meliputi wilayah Kalimantan Barat (Kabupaten Sambas hujan berintensitas 103,0 mm\/hari).<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244700250\/wmo-transisi-cepat-dari-el-nino-ke-la-nina-bakal-memicu-musim-badai\">WMO: Transisi Cepat dari El Nino ke La Nina Bakal Memicu Musim Badai<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pulau Sumatera meliputi Sumatera Utara (Silangit, Tapanuli Utara berintensitas 57,3 mm\/hari) dan Kepulauan Riau wilayah Tanjung Pinang berintensitas 50.8 mm\/hari.<\/p>\n<p>Pulau Papua dan Maluku (meliputi wilayah Kabupaten Sarmi berintensitas 94,0 mm\/hari dan Kota Ambon berintensitas 69,9 mm\/hari).<\/p>\n<p>Sedangkan Sulawesi meliputi Sulawesi Tengah di Kabupaten Toli-toli berintensitas 61,1 mm\/hari.<\/p>\n<p>Sumber:Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hingga akhir tahun potensi hujan masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG&nbsp;memperkirakan hujan&nbsp;masih akan terjadi di sejumlah daerah setidaknya hingga bulan September, meskipun juga sudah mulai memasuki musim kemarau. Deputi Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan di Jakarta, Senin (4\/6\/2024), mengatakan bahwa potensi peningkatan hujan dipicu oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,24,350],"class_list":["post-15985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-hujan","tag-musim-kemarau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15985\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}