{"id":15991,"date":"2026-07-30T01:58:36","date_gmt":"2026-07-30T01:58:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15991"},"modified":"2026-07-30T01:58:36","modified_gmt":"2026-07-30T01:58:36","slug":"sungai-ngarai-sianok-meluap-7-rumah-rusak-berat-diterjang-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=15991","title":{"rendered":"Sungai Ngarai Sianok Meluap, 7 Rumah Rusak Berat Diterjang Banjir"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Banjir melanda pemukiman warga yang berada disekitar sungai Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (03\/06\/2024) sore.<\/p>\n<p>Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai Ngarai Sianok. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan hanyut akibat meluapnya Sungai Ngarai Sianok hanya dalam waktu 15 menit.<\/p>\n<p>Salah seorang warga terdampak, Ilham (31) mengungkapkan Sungai Ngarai Sianok memang kerap meluap. Namun kali ini yang terparah.<\/p>\n<p>Apalagi posisi rumahnya berada di dataran terendah di bibir Sungai Sianok. Hal ini membuat rumahnya rusak parah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/244646522\/korban-meninggal-akibat-banjir-bandang-di-sumbar-bertambah-menjadi-37-orang-walhi-menilai-pemerintah-lalai\">Baca: Korban akibat banjir bandang di Sumatra Barat bertambah hingga menjadi 37 orang<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Air tadi bahkan sampai setinggi dada saya, keluarga memang sudah mengungsi. Ini kejadian ketiga sejak akhir April 2024 lalu,&#8221; ungkapnya seperti yang dilansir Antaranews.<\/p>\n<p>Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0304\/ Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya menjelaskan luapan ini berasal dari aliran pertengahan Sungai di Ngarai Sianok bagian Koto Gadang.<\/p>\n<p>Dia memperkirakan terjadi ada sumbatan kemudian jebol dan meluap tiba-tiba ke bawah.<\/p>\n<p>Pihaknya bersama Kapolresta Bukittinggi dan pemerintah daerah setempat menegaskan larangan tinggal sementara di wilayah aliran Sungai Sianok.<\/p>\n<p> &#8220;Ini Buffer Zone atau wilayah penyangga. Diminta warga menjauhi kiri kanan 50 meter dari sungai. Tidak layak menjadi tempat tinggal, arus masih kencang,&#8221; jelas Bayu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/244669413\/modifikasi-cuaca-di-sumbar-untuk-cegah-banjir-bandang-susulan\">Baca: Cegah banjir bandang susulan, BMKG lakukan modifkasi cuaca<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) segera mencarikan solusi terkait musibah banjir aliran Sungai Ngarai Sianok yang telah terjadi beberapa kali.<\/p>\n<p> &#8220;Kami akan meminta kajian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) jika dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak ada solusi, kami akan minta ke pusat,&#8221; jelas Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi saat meninjau lokasi bencana.<\/p>\n<p> Marfendi mengungkapkan kejadian ini sudah ketiga kalinya yang memang lebih besar dampaknya saat ini.<\/p>\n<p>Menurutnya warga sudah diminta waspada dengan sebagian mengungsi ke rumah kerabatnya di daerah aman.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/244521805\/banjir-lahar-dingin-gunung-marapi-putuskan-jalur-padang-bukittinggi\">Baca: Banjir lahar dingin di Gunung Marapi<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Kejadian tadi tanpa adanya hujan, tiba-tiba saja. Nantinya BKSDA kami minta bekerjasama mengecek titik aliran yang jebol. Normalisasi sungai diperlukan agar kejadian tidak berulang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pemkot Bukittinggi memastikan tidak ada korban jiwa yang timbul dari kejadian yang mirip dengan musibah banjir bandang di Kabupaten Agam.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada korban jiwa karena di kejadian serupa pada akhir April lalu sudah dilarang adanya aktivitas jual beli di bibir sungai,&#8221; katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Banjir melanda pemukiman warga yang berada disekitar sungai Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (03\/06\/2024) sore. Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai Ngarai Sianok. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan hanyut akibat meluapnya Sungai Ngarai Sianok hanya dalam waktu 15 menit. Salah seorang warga terdampak, Ilham (31) mengungkapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":15992,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,1384,406],"class_list":["post-15991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-sumatera-barat","tag-sungai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}