{"id":16093,"date":"2026-07-30T01:59:01","date_gmt":"2026-07-30T01:59:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16093"},"modified":"2026-07-30T01:59:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:59:01","slug":"sejumlah-daerah-berpotensi-mengalami-kekeringan-pemerintah-harus-antisipasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16093","title":{"rendered":"Sejumlah Daerah Berpotensi Mengalami Kekeringan, Pemerintah Harus Antisipasi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada musim kemarau.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diminta&nbsp;siaga guna&nbsp;mengantisipasi dampak&nbsp;kekeringan&nbsp;ini.<\/p>\n<p>Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memperkirakan kekeringan meteorologis tersebut berlangsung selama 21 hingga 30 hari atau bisa lebih panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Laporan kepada Presiden perihal kondisi iklim dan kesiap-siagaan kekeringan 2024 sudah kami sampaikan agar mendapat atensi khusus pemerintah sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi dan diminimalisir sekecil mungkin,&#8221; jelas Dwikorita dalam rilis yang dimuat pada laman resmi BMKG.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244079130\/brin-cuaca-ekstrem-makin-sering-terjadi-sehingga-perlu-dibentuk-tim-khusus-untuk-menangani\">Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>Bahkan beberapa daerah seperti mayoritas wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara kini sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH).<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis curah hujan dan sifat hujan yang dilakukan BMKG, menunjukkan bahwa kondisi kering sudah mulai memasuki wilayah Indonesia, khususnya di bagian Selatan Khatulistiwa.<\/p>\n<p>Sebagian wilayah Indonesia, sebanyak 19% dari Zona Musim sudah masuk Musim Kemarau, dan diprediksi sebagian besar wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara segera menyusul memasuki musim kemarau dalam tiga dasarian ke depan.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi kekeringan ini saat musim kemarau akan mendominasi wilayah Indonesia sampai akhir bulan September,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243283250\/selama-60-hari-lebih-tak-turun-hujan-4-kabupaten-di-ntt-berstatus-awas\">Baca: 60 hari tak turun hujan di 4 kabupaten NTT<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, Dwikorita merekomendasikan agar daerah yang masih mengalami hujan atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau agar dapat mengoptimalkan secara lebih masif upaya memanen air hujan.<\/p>\n<p>Pemanenan dapat dilakukan melalui tandon-tandon\/ tampungan-tampungan air, embung-embung, kolam-kolam retensi, sumur-sumur resapan, dan lain sebagainya seiring dengan upaya mitigasi dampak kejadian ekstrem hidrometeorologi basah yang sedang dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Terkait pertanian, maka pola dan waktu tanam untuk iklim kering pada wilayah terdampak dapat menyesuaikan. Karenanya, BMKG akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Menteri Pertanian dan Gubernur Provinsi terdampak,&#8221; urainya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dia berharap agar peringatan dini kesiap-siagaan musim kemarau tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah pusat dan daerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada musim kemarau. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diminta&nbsp;siaga guna&nbsp;mengantisipasi dampak&nbsp;kekeringan&nbsp;ini. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memperkirakan kekeringan meteorologis tersebut berlangsung selama 21 hingga 30 hari atau bisa lebih panjang. &#8220;Laporan kepada Presiden perihal kondisi iklim dan kesiap-siagaan kekeringan 2024 sudah kami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16094,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[210,49,62],"class_list":["post-16093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kekeringan","tag-kemarau","tag-pemerintah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16093\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}