{"id":16159,"date":"2026-07-30T01:59:20","date_gmt":"2026-07-30T01:59:20","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16159"},"modified":"2026-07-30T01:59:20","modified_gmt":"2026-07-30T01:59:20","slug":"massa-gabungan-dari-14-organisasi-pers-gelar-unjuk-rasa-tolak-revisi-uu-penyiaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16159","title":{"rendered":"Massa Gabungan dari 14 Organisasi Pers Gelar Unjuk Rasa Tolak Revisi UU Penyiaran"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Massa gabungan dari 14 organisasi pers maupun organisasi pers mahasiswa, Senin (27\/5\/2024) menggelar unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang atau&nbsp;UU Penyiaran di depan Gedung DPR\/MPR, Senin .<\/p>\n<p>Massa menilai draft revisi UU Penyiaran ini berpotensi mengancam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi serta menuntut pembatalan pasal-pasal kontroversial dalam revisi UU Penyiaran.<\/p>\n<p>Dalam unjuk rasa hari ini, massa dari 14 organisasi pers menuntut agar DPR menghentikan pembahasan revisi UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.<\/p>\n<p>Perwakilan AJI Jakarta, Muhamad Iqbal, melalui keterangan resminya menyebutkan, dalam aksi demonstrasi hari ini, ada lima poin keberatan yang akan mereka sampaikan. Salah satunya, terkait ancaman kebebasan pers.<\/p>\n<p>&ldquo;Pasal-pasal bermasalah dalam revisi ini memberikan wewenang berlebihan kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk mengatur konten media, yang dapat mengarah pada penyensoran dan pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan pihak-pihak berkepentingan, seperti termuat pada draf Pasal 8A huruf q, Pasal 50B huruf c, dan Pasal 42 ayat 2,&rdquo; ucap Iqbal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244656591\/dewan-pers-tolak-ruu-penyiaran-mengancam-kebebasan-pers-dan-hak-publik-untuk-akses-informasi\">Baca: Dewan Pres tegas menolak revisi UU Penyiaran<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, revisi UU Penyiaran diyakini juga mengancam kebebasan berekspresi melalui sejumlah pasal yang mengatur tentang pengawasan konten.<\/p>\n<p>AJI Jakarta menilai, ketentuan ini bukan hanya membatasi ruang gerak media, melainkan juga dapat mengancam kebebasan berekspresi masyarakat.<\/p>\n<p>Revisi undang-undang ini pun dinilai dapat menjadi celah untuk mengkriminalisasi jurnalis yang beritanya dianggap kontroversial.<\/p>\n<p>Independensi media dinilai bakal terancam dan rentan ditekan pihak-pihak tertentu. Lebih lanjut, Iqbal mengatakan, revisi UU Penyiaran juga berpotensi menghilangkan sejumlah lapangan kerja di bidang kreatif, seperti pembuat konten YouTube, siniar, pegiat media sosial, dan lainnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami menuntut dan menyerukan DPR segera menghentikan pembahasan revisi Undang-undang Penyiaran yang mengandung pasal-pasal bermasalah ini,&rdquo; tegas Iqbal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244651388\/mengenang-26-tahun-reformasi-semangat-reformasi-di-simpang-jalan-muncul-tagar-reformasidikorupsi\">Baca: Muncul tagar #ReformasiDikorupsi di era Jokowi<\/a><\/p>\n<p>Dalam aksi unjuk rasa ini, gabungan beberapa lembaga pers juga bakal menuntut DPR untuk melibatkan organisasi pers, akademisi, hingga masyarakat sipil dalam proses penyusunan kebijakan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Terutama, yang berkaitan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Selain AJI Jakarta dan PWI, sejumlah organisasi pers yang disebut akan ikut berdemonstrasi antara lain Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Raya; Pewarta Foto Indonesia (PFI); Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif Untuk Demokrasi (SINDIKASI); dan LBH Pers Jakarta.<\/p>\n<p>Sementara itu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang ikut turun ke jalan yakni LPM Institut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; LPM Progress Universitas Indraprasta PGRI; LPM KETIK PoliMedia Kreatif Jakarta; LPM Parmagz Paramadina; LPM SUMA Universitas Indonesia; LPM Didaktika Universitas Negeri Jakarta; LPM ASPIRASI-UPN Veteran Mata IBN Institute Bisnis Nusantara; LPM Media Publica; dan LPM Unsika.<\/p>\n<p>Pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 296 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa menolak RUU Penyiaran ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244676026\/mengenang-26-tahun-reformasi-aktivis-98-pajang-nisan-korban-pelanggaran-ham\">Baca: Mengenang 26 Tahun Reformasi&nbsp;yang&nbsp;dikhianati&nbsp;Jokowi<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Dalam rangka pengamanan aksi elemen masyarakat di depan Gedung DPR\/MPR RI, kami melibatkan sejumlah 296 personel gabungan,&#8221; kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Senin.<\/p>\n<p>Personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi. Personel ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Gedung Parlemen tersebut.<\/p>\n<p>Pengamanan juga dilakukan dengan menyiapkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan dan mencegah massa aksi masuk ke dalam kawasan DPR\/DPD\/MPR RI.<\/p>\n<p>Sedangkan penutupan atau pengalihan arus lalu lintas di sekitar DPR\/DPD\/MPR bersifat situasional. Rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan melihat perkembangan dinamika situasi di lapangan. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Massa gabungan dari 14 organisasi pers maupun organisasi pers mahasiswa, Senin (27\/5\/2024) menggelar unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang atau&nbsp;UU Penyiaran di depan Gedung DPR\/MPR, Senin . Massa menilai draft revisi UU Penyiaran ini berpotensi mengancam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi serta menuntut pembatalan pasal-pasal kontroversial dalam revisi UU Penyiaran. Dalam unjuk rasa hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[809,4466],"class_list":["post-16159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kebebasan-pers","tag-uu-penyiaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16159\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}