{"id":1616,"date":"2026-07-30T00:27:32","date_gmt":"2026-07-30T00:27:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1616"},"modified":"2026-07-30T00:27:32","modified_gmt":"2026-07-30T00:27:32","slug":"mualem-aceh-butuh-dukungan-pemerintah-pusat-untuk-pemulihan-dampak-banjir-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1616","title":{"rendered":"Mualem: Aceh Butuh Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pemulihan Dampak Banjir Sumatera"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat, terutama pembangunan kembali infrastruktur jalan dan jembatan.<\/p>\n<p>Mualem mengungkapkan bahwa di sejumlah wilayah pedalaman Aceh masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.<\/p>\n<p>Sampai sekarang di pedalaman-pedalaman masih menggunakan rakit, tali untuk berjalan masih melewati sungai.<\/p>\n<p>Karena itu, dia berharap dengan dukungan pusat, tahun ini terjadi perubahan atau pemulihan yang signifikan&nbsp;untuk&nbsp;korban&nbsp;banjir&nbsp;Sumatera&nbsp;di&nbsp;Aceh.<\/p>\n<p>&ldquo;Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,&rdquo; kata Mualem,&nbsp;saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah Aceh (RKPA) 2027, di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/247009722\/7-jembatan-di-lintas-tengah-aceh-dalam-kondisi-kritis-akibat-banjir-sumatera\">Baca: 7 Jembatan di Lintas Tengah Aceh dalam Kondisi Kritis Akibat Banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Musrenbang dengan tema &ldquo;Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan&#8221; ini turut dihadiri pejabat dari pemerintah pusat seperti unsur Kemendagri, Bappenas hingga DPR.<\/p>\n<p>Mualem menyampaikan, Musrenbang RKPA 2027 ini merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp40 triliun untuk pemulihan. Tetapi, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/247011793\/sebanyak-22-desa-lenyap-karena-diterjang-banjir-sumatera\">Baca: Sebanyak 22 Desa Lenyap Karena Diterjang Banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Saat ini, kata dia, bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan belum tersentuh.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi harus kita sadari bahwa untuk memulihkan ini sesuai yang kita harapkan, bantuan dari pusat boleh dikatakan di Aceh hanya baru mencukupi untuk sembako, untuk makan, ini yang terjadi di lapangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Tapi untuk rehab rekon, jembatan, jalan, baru akan kita mulai. Pun dengan bantuan dari bapak-bapak TNI, polisi mereka bekerja tulus,&#8221; sambung Mualem.<\/p>\n<p>Aceh menjadi daerah yang paling merasakan dampak terburuk banjir Sumatera pada akhir November lalu. Lebih dari 500 warga Aceh meninggal, ratusan infrastruktur rusak dan belasan desa di Aceh hilang akibat bencana yang dipicu pembabatan hutan di DAS Jambo Aye.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat, terutama pembangunan kembali infrastruktur jalan dan jembatan. Mualem mengungkapkan bahwa di sejumlah wilayah pedalaman Aceh masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Sampai sekarang di pedalaman-pedalaman masih menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[353,696],"class_list":["post-1616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aceh","tag-infrastruktur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1616"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1616\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}