{"id":16183,"date":"2026-07-30T01:59:28","date_gmt":"2026-07-30T01:59:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16183"},"modified":"2026-07-30T01:59:28","modified_gmt":"2026-07-30T01:59:28","slug":"ilo-perlindungan-pekerja-perlu-ditingkatkan-seiring-meningkatnya-bahaya-kesehatan-terkait-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16183","title":{"rendered":"ILO: Perlindungan Pekerja Perlu Ditingkatkan Seiring Meningkatnya Bahaya Kesehatan Terkait Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melaporkan, sekitar 2,4 miliar atau 70persen dari 3,4 miliar tenaga kerja di seluruh dunia terpapar panas yang berlebihan akibat perubahan iklim lainnya.<\/p>\n<p>Para pekerja ini, menurut&nbsp;ILO,&nbsp;juga berisiko terkena bahaya kesehatan akibat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Laporan ILO yang dirilis April lalu memperingatkan keselamatan kerja dan perlindungan kesehatan yang ada, dan kesulitan untuk mengimbangi risikonya.<\/p>\n<p>Laporan itu menyerukan kepada pemerintah-pemerintah di dunia agar memberlakukan kebijakan untuk melindungi pekerja dari &#8220;campuran&#8221; bahaya kesehatan yang serius karena perubahan iklim.<\/p>\n<p>Spesialis Senior ILO tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manal Azzi mengatakan, pekerja sering dilupakan ketika dunia berbicara tentang perubahan iklim.<\/p>\n<p>&rdquo;Dampak kesehatan yang sangat parah mulai dari kematian hingga jutaan orang sakit karena bahaya yang diperburuk oleh perubahan iklim, di samping jutaan yang juga menderita penyakit kronis,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Laporan ini berfokus pada beberapa bahaya berdasarkan keparahan dan prevalensinya secara global dan lintas daerah.<\/p>\n<p>Laporan ini mengevaluasi dampak pada pekerja dari bahaya yang dipicu perubahan&nbsp;iklim seperti panas yang berlebihan, radiasi sinar matahari, polusi udara dan peristiwa cuaca ekstrem, termasuk banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244610107\/riset-perubahan-iklim-memangkas-seperlima-pendapatan-global\">Baca: Perubahan iklim memangkas 20persen pendapatan global<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Antara tahun 2000 dan 2020, ada peningkatan 34,7 persen dalam jumlah pekerja yang terpapar panas berlebihan,&#8221; kata Azzi.<\/p>\n<p>ILO mengatakan undang-undang dan peraturan mengenai pekerjaan, keselamatan, dan kesehatan (Occupation, Safety and Health\/OSH) harus diperbarui untuk mempertimbangkan meningkatnya bahaya kesehatan yang terkait dengan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sementara itu, para pejabat ILO mengatakan banyak tindakan yang masuk akal seharusnya bisa dan harus diambil untuk melindungi kesejahteraan dan kehidupan pekerja.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Jelas, langkah -langkah kunci dan dasar &#8211; ini bukan ilmu rumit untuk tempat kerja dan terutama untuk panas yaitu hidrasi dan terkait suhu, membatasi waktu kerja dan mengambil istirahat yang lama,&#8221; kata Azzi.<\/p>\n<p>&ldquo;Ada negara -negara yang bersuhu tingkat tinggi yang yang pekerjanya sudah berhenti bekerja antara pukul 10:00 pagi dan 3:00 sore pada hari kerja tertentu.<\/p>\n<p>ILO, lanjutnya, memiliki langkah-langkah, misalnya, untuk membatasi pestisida dan kita tahu bahwa dampak pestisida terakumulasi ketika disemprotkan pada saat-saat terpanas pada hari itu.<\/p>\n<p>&ldquo;Maka mereka membatasi hal ini dengan melakukan penyemprotan ke malam yang dingin atau dini hari,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244685115\/ocha-krisis-iklim-picu-masalah-kemanusiaan-di-afghanistan-pakistan-dan-sudan\">Baca: Perubahan iklim memicu krisis kemanusiaan di Pakistan dan Afghanistan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Balint Nafradi, pejabat teknis ILO tentang OSH mengatakan data menemukan wilayah-wilayah yang menjadi perhatian terbesar yang menjadi daerah baru di mana panas sebelumnya tidak pernah menjadi masalah besar tetapi kemudian menjadi masalah karena perubahan iklim.<\/p>\n<p>&ldquo;Ketika menyangkut panas, yaitu di Eropa utara dan Eropa tengah. Ketika menyangkut gelombang panas, di Amerika Selatan, dan untuk radiasi sinar matahari, itu sebagian besar terjadi di Australia dan Afrika,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Kepala Divisi OSH ILO, Manal Azzi mengatakan, &ldquo;Pesan utama yang ingin kita sampaikan sekarang adalah bahaya-bahaya ini semuanya saling terkait, jadi kita tidak bisa berurusan dengan salah satu bahaya dan melupakan yang lainnya.<\/p>\n<p>Dunia, katanya, perlu memiliki alat yang tepat untuk mengkaji dan mengukur apa solusi terbaik untuk tempat yang berbeda.&rdquo;<\/p>\n<p>Dia mengamati bahwa perundingan bersama sangat penting dalam memastikan hak -hak pekerja dalam menghadapi, mencegah, dan melindungi mereka dari bahaya-bahaya di tempat kerja di masa lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kita sekarang harus bergerak dan meningkatkannya secara global karena paparan dan skala dampak (bahaya terkait iklim) sepenuhnya baru.<\/p>\n<p>Sumber: VOA Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melaporkan, sekitar 2,4 miliar atau 70persen dari 3,4 miliar tenaga kerja di seluruh dunia terpapar panas yang berlebihan akibat perubahan iklim lainnya. Para pekerja ini, menurut&nbsp;ILO,&nbsp;juga berisiko terkena bahaya kesehatan akibat perubahan iklim. Laporan ILO yang dirilis April lalu memperingatkan keselamatan kerja dan perlindungan kesehatan yang ada, dan kesulitan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1283,54,173],"class_list":["post-16183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ilo","tag-pekerja","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}