{"id":16205,"date":"2026-07-30T01:59:38","date_gmt":"2026-07-30T01:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16205"},"modified":"2026-07-30T01:59:38","modified_gmt":"2026-07-30T01:59:38","slug":"target-penurunan-kemiskinan-pemerintahan-jokowi-tak-terpenuhi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16205","title":{"rendered":"Target Penurunan Kemiskinan Pemerintahan Jokowi Tak Terpenuhi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintahan&nbsp;Presiden Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo&nbsp;menetapkan langkah bergabung dalam keanggotaan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) demi mengejar jargon &ldquo;Indonesia Maju&rdquo;.<\/p>\n<p>Sayangnya, langkah pemerintahan Jokowi ini tak mencerminkan kondisi kesejahteraan masyarakat di tengah kemiskinan yang masih stagnan.<\/p>\n<p>Pemerintahan Jokowi memasang target untuk menurunkan angka kemiskinan ke level 7-8% pada periode pertamanya dan level 6-7% pada periode keduanya.<\/p>\n<p>Namun hingga masa kepemimpinannya yang tinggal beberapa bulan lagi, target soal kemiskinan ini nyatanya tak tercapai.<\/p>\n<p>Selama hampir 10 tahun kepemimpinan Jokowi, kemiskinan hanya berkurang sebesar 1,89 basis poin dari 11,25% pada Maret 2014 menjadi 9,36% pada Maret 2023.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/242444896\/indonesia-masuk-negara-menengah-haruskah-pemerintah-naikkan-standar-kemiskinan-ekstrimhttps:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242652426\/laporan-indeks-kemiskinan-multidimensi-2012-2021-banyak-kemajuan-dicapai\">Baca: Indonesia masuk negara menengah<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah juga memiliki target menurunkan kemiskinan ekstrem dari 1,5% pada Maret 2022 menjadi 0% pada tahun 2024. Sayangnya, per Maret 2023, angka kemiskinan ekstrem masih berada di angka 1,12%<\/p>\n<p>Selama ini, perhitungan standar garis kemiskinan yang dilakukan berdasarkan aspek pengeluaran individu saja tidaklah cukup.<\/p>\n<p>Sebab, penanggulangan kemiskinan yang hanya berdasarkan hitungan moneter atau peredaran uang justru mengerdilkan definisi dan skala kemiskinan itu sendiri.<\/p>\n<p>Ini membuat fokus kebijakan dan program pemerintah cenderung bersifat jangka pendek dan kurang tepat sasaran.<\/p>\n<p>Tulisan ini mengevaluasi program pengentasan kemiskinan selama era Jokowi, serta menjabarkan pentingnya menyasar kemiskinan multidimensional alih-alih moneter sebagai rekomendasi untuk pemerintahan selanjutnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24688874\/pemerintah-targetkan-angka-kemiskinan-turun-ke-75-persen-pada-2024\">Baca: Kemiskinan ekstrem di Indonesia<\/a><\/p>\n<p><strong>Fokus pengentasan kemiskinan Jokowi: bagi-bagi bansos<\/strong><br \/>Kemiskinan moneter merupakan pendekatan untuk mengidentifikasi dan mengukur kemiskinan yang paling umum di dunia dengan mengidentifikasi kemiskinan dari kekurangan konsumsi (atau pendapatan) dari garis kemiskinan yang ditetapkan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs approach) baik makanan maupun bukan makanan.<\/p>\n<p>Penduduk masuk kategori miskin apabila memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.<\/p>\n<p>Selama era Jokowi, upaya pengentasan kemiskinan fokus pada program pemberian bantuan sosial.<\/p>\n<p>Bantuan sosial itu diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan non tunai (BPNT)\/ Program Sembako, subsidi bahan bakar minyak (BBM), bantuan biaya pendidikan seperti program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Jaminan Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/242652426\/laporan-indeks-kemiskinan-multidimensi-2012-2021-banyak-kemajuan-dicapai\">Baca: Kemiskinan multidimensional di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan anggaran bansos untuk penanggulangan kemiskinan selama era Jokowi.<\/p>\n<p>Alokasi bansos pada 2014 adalah sekitar Rp11,92 triliun. Pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi menganggarkan Rp19,79 triliun.<\/p>\n<p>Di tahun terakhirnya, ia mengalokasikan hingga Rp22,5 triliun atau hampir dua kali lipat dibandingkan awal kepemimpinannya.<\/p>\n<p>Namun, alokasi bansos yang fantastis ini nyatanya tak sebanding dengan penurunan kemiskinan di Indonesia selama 10 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Jika kemiskinan dilihat melalui kacamata moneter, kebijakan-kebijakan ini dapat menjawab permasalahan secara logis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244657181\/oecd-kasih-lampu-hijau-bagi-indonesia-jadi-anggota-apa-manfaat-yang-bisa-dipetik\">Baca: OECD beri lampu hijau bagi keanggotaan Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Namun, apabila benar kemiskinan hanya soal pendapatan belaka, seharusnya bantuan sosial sudah dapat menuntaskan kemiskinan sejak dahulu.<\/p>\n<p>Program percepatan ekonomi seperti pemberian bansos ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat miskin dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.<\/p>\n<p>Sehingga, pemberian bansos hanya bersifat jangka pendek karena pemanfaatannya untuk konsumsi dan belum dapat menjawab masalah ekonomi secara jangka panjang.<\/p>\n<p>Belum lagi, sejumlah masalah membayangi penyaluran bansos, termasuk timbulnya ketergantungan masyarakat miskin atas bantuan pemerintah, pendataan yang belum maksimal.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dan, yang terburuk adalah adanya moral hazard (pelanggaran etika untuk kepentingan sendiri) dalam pendataan ketika penerima manfaat tidak sesuai dengan kriteria mereka yang layak menerima bantuan.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Eka Afrina Djamhari (Peneliti Kebijakan Sosial The Prakarsa) dan Bintang Aulia Lutfi (Researcher, The Prakarsa)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintahan&nbsp;Presiden Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo&nbsp;menetapkan langkah bergabung dalam keanggotaan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) demi mengejar jargon &ldquo;Indonesia Maju&rdquo;. Sayangnya, langkah pemerintahan Jokowi ini tak mencerminkan kondisi kesejahteraan masyarakat di tengah kemiskinan yang masih stagnan. Pemerintahan Jokowi memasang target untuk menurunkan angka kemiskinan ke level 7-8% pada periode pertamanya dan level [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16206,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1029,391],"class_list":["post-16205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jokowi","tag-kemiskinan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16205\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}