{"id":1622,"date":"2026-07-30T00:27:33","date_gmt":"2026-07-30T00:27:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1622"},"modified":"2026-07-30T00:27:33","modified_gmt":"2026-07-30T00:27:33","slug":"gelombang-represi-global-amnesty-sebut-dunia-masuki-era-baru-antiham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1622","title":{"rendered":"Gelombang Represi Global, Amnesty Sebut Dunia Masuki Era Baru AntiHAM"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Tahun 2025 ditandai sebagai periode paling berbahaya bagi hak asasi manusia (HAM), baik di tingkat global maupun nasional.<\/p>\n<p>Dalam laporan terbarunya, Amnesty International menyebut meningkatnya serangan predatoris di 144 negara, termasuk Indonesia, telah mendorong dunia ke ambang krisis HAM yang serius.<\/p>\n<p>Laporan bertajuk &ldquo;Hak Asasi Manusia di Dunia 2025\/26&rdquo; itu memperingatkan munculnya era baru yang ditandai oleh agresi negara-negara kuat, korporasi, dan gerakan anti-HAM yang secara terbuka menyerang multilateralisme, hukum internasional, serta prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Amnesty, Agn&egrave;s Callamard, menegaskan dunia sedang menghadapi momen paling genting.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita sedang menghadapi momen paling menantang di zaman ini. Kemanusiaan tengah diserang oleh gerakan transnasional dan negara predatoris yang bertekad mendominasi dominasi mereka lewat perang yang melanggar hukum dan pemerasan ekonomi yang terang-terangan,&rdquo; kata Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agn&egrave;s Callamard dalam rilis yang dikeluarkan Amnesty International baru-baru ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/247304725\/pejabat-ham-pbb-soroti-serangan-air-keras-terhadap-aktivis-kontras-andrie-yunus\">Baca: Pejabat HAM PBB soroti penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andrie Yunus<\/a><\/p>\n<p>Di tingkat global, laporan ini menyoroti eskalasi pelanggaran berat HAM, termasuk kejahatan di bawah hukum internasional serta pelemahan sistem peradilan global.<\/p>\n<p>Konflik di Gaza menjadi sorotan, dengan Israel dituduh melanjutkan genosida sekaligus memperluas pemukiman ilegal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Amerika Serikat disebut melakukan agresi ke Venezuela, eksekusi di luar hukum, serta menjatuhkan sanksi terhadap staf Mahkamah Pidana Internasional. Di sisi lain, Rusia juga dilaporkan memburu pejabat ICC (Mahkamah Pidana Internasional).<\/p>\n<p>Meski demikian, gelombang perlawanan dari masyarakat sipil terus bermunculan di berbagai negara. Di Indonesia, gerakan ini tampak dalam aksi-aksi demonstrasi yang dimotori generasi muda sepanjang 2025, meski diwarnai represi aparat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/247093011\/aktivis-bem-ui-diteror-amnesty-internasional-indonesia-serangan-terhadap-kebebasan-akademik-dan-ham\">Baca: BEM UI Diteror<\/a><\/p>\n<p>Ketua Badan Pengurus Amnesty International Indonesia, Marzuki Darusman, menegaskan perjuangan HAM bukanlah agenda asing, melainkan bagian dari perjuangan nasional.<\/p>\n<p>&ldquo;Perjuangan hak asasi manusia di Indonesia merupakan bagian dari perjuangan bangsa dan agak janggal untuk dikatakan ini jangkauan dari tangan-tangan luar atau antek asing, suatu istilah yang populer terakhir ini,&rdquo; kata Marzuki.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Dengan demikian hak asasi manusia ini merupakan suatu konsep perjuangan seperti halnya memperjuangkan kemerdekaan. Gerakan HAM adalah upaya patriotik untuk melindungi sesama warga dunia,&rdquo; lanjutnya lagi.<\/p>\n<p>Mantan jaksa agung tersebut menjelaskan sepanjang tahun 2025 kondisi di dalam negeri justru dinilai kian mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>Amnesty menyebut 2025 sebagai &ldquo;tahun malapetaka HAM&rdquo; di Indonesia, ditandai kemunduran kebebasan sipil, politik, serta keadilan ekonomi dan sosial pada masa pemerintahan Prabowo Subianto.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/247053081\/ironi-ham-indonesia-jadi-presiden-dewan-ham-pbb-saat-represi-kian-meluas\">Baca: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM disaat Represi Kian Meningkat<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai pola serangan predatoris negara juga terjadi di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, warga yang memperjuangkan hak konstitusional&mdash;mulai dari kebebasan berekspresi hingga hak atas tanah&mdash;menjadi target represi, kriminalisasi, hingga kekerasan.<\/p>\n<p>Sejumlah peristiwa sepanjang 2025 memperlihatkan kecenderungan otoritarian tersebut. Mulai dari intimidasi terhadap grup musik Sukatani yang menarik lagu kritik terhadap polisi, hingga penarikan karya penyanyi anak Gandhi Sehat.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, negara juga melakukan razia terhadap simbol budaya populer seperti One Piece yang dijadikan medium kritik sosial menjelang HUT RI ke-80.<\/p>\n<p>Kondisi ini diperparah dengan adanya pengawasan terhadap aktivitas digital meningkat, dengan sedikitnya 58 warga dijerat pasal bermasalah dalam UU ITE sepanjang tahun.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/247365992\/saat-gugatan-ham-ditolak-negara-hukum-dipertanyakan\">Baca: Saat Gugatan HAM Ditolak, Negara Hukum Dipertanyakan<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, Amnesty menilai negara kini secara terbuka menargetkan ekspresi damai, termasuk melalui seni dan metafora.<\/p>\n<p>Pernyataan pejabat yang melabeli aksi damai sebagai &ldquo;makar&rdquo; dan &ldquo;terorisme&rdquo; juga dinilai memperlihatkan sikap anti-kritik pemerintah. Amnesty menyebut narasi tersebut berpotensi membungkam pengawasan publik terhadap kekuasaan.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini menunjukkan Presiden tidak peduli HAM. Tujuan serangan-serangan ini adalah untuk membungkam kritik agar pemerintah berjalan tanpa pengawasan,&rdquo; kata Usman.<\/p>\n<p>Data Amnesty menunjukkan situasi pembela HAM semakin memburuk. Sepanjang 2025, sebanyak 295 pembela HAM mengalami serangan&mdash;melonjak tajam dari 104 kasus pada paruh pertama tahun.<\/p>\n<p>Kondisi seperti ini berlanjut pada tahun 2026. Hingga Maret, sedikitnya 25 pembela HAM kembali menjadi korban.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/247334623\/komnas-ham-tetapkan-andrie-yunus-sebagai-pembela-ham-pengaruhi-proses-peradilan\">Baca: Komnas HAM Tetapkan Andrie Yunus sebagai Pembela HAM<\/a><\/p>\n<p>Kasus teror terhadap aktivis Andrie Yunus menjadi salah satu contoh, yang diduga melibatkan aparat negara. Namun hingga kini, tuntutan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) belum direspons pemerintah.<\/p>\n<p>&ldquo;2025 adalah tahun berbahaya bagi pembela HAM&mdash;<em>the year of living dangerously. <\/em>Indonesia seperti mencapai titik nadir. Ironisnya, negara kerap berada di balik serangan,&rdquo; ujar Usman.<\/p>\n<p>Amnesty menegaskan tanpa perubahan kebijakan dan komitmen serius negara, tren kemunduran HAM ini berpotensi terus berlanjut, mengancam demokrasi dan keselamatan warga yang berani bersuara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Tahun 2025 ditandai sebagai periode paling berbahaya bagi hak asasi manusia (HAM), baik di tingkat global maupun nasional. Dalam laporan terbarunya, Amnesty International menyebut meningkatnya serangan predatoris di 144 negara, termasuk Indonesia, telah mendorong dunia ke ambang krisis HAM yang serius. Laporan bertajuk &ldquo;Hak Asasi Manusia di Dunia 2025\/26&rdquo; itu memperingatkan munculnya era baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[699,511,506,120,692,698],"class_list":["post-1622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-agresi","tag-amnesty-international-indonesia","tag-ham","tag-hukum","tag-makar","tag-negara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}