{"id":1626,"date":"2026-07-30T00:27:33","date_gmt":"2026-07-30T00:27:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1626"},"modified":"2026-07-30T00:27:33","modified_gmt":"2026-07-30T00:27:33","slug":"film-kupeluk-kamu-selamanya-ketika-perempuan-selalu-dituntut-jadi-ibu-yang-sempurna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1626","title":{"rendered":"Film \u201cKupeluk Kamu Selamanya\u201c: Ketika Perempuan Selalu Dituntut Jadi Ibu yang Sempurna"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Dalam sebuah suratnya, RA Kartini pernah mengatakan bahwa mendidik perempuan berarti mendidik bangsa. Hal ini karena para perempuan atau para ibu lah yang lebih banyak berperan dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak-anaknya.<\/p>\n<p>Dalam situasi yang buruk para ibu juga yang paling banyak berkorban untuk anak-anaknya. Ketika seorang ibu yang sudah berdamai dengan diri dan kehidupannya sendiri, maka hal itu akan terefleksi ke orang-orang sekitar.<\/p>\n<p>Pesan inilah yang tertangkap dalam film <em>Kupeluk Kamu Selamanya<\/em>, yang akan tayang di Gedung Bioskop pada 30 April mendatang.<\/p>\n<p>Lewat karakter Naya, Kupeluk Kamu Selamanya menjadi sebuah refleksi bahwa perempuan, terutama ibu, kerap dituntut untuk selalu kuat, sehingga merasa tidak butuh pertolongan dari orang di sekitarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat kadang terlalu menuntut perempuan menjadi ibu yang kuat dan sempurna. Padahal sebenarnya ibu dan perempuan juga manusia, dan manusia tidak ada yang sempurna.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/247303805\/film-tunggu-aku-sukses-nanti-ketika-lebaran-bukan-hanya-ajang-silaturahmi\">Baca: Film &rdquo;Tunggu Aku Sukses Nanti&rdquo;, Ketika Lebaran Bukan Hanya Ajang Silaturahmi<\/a><\/p>\n<p>Ia memiliki keterbatasan. Ia kadang berbuat salah, merasa lelah dan butuh pertolongan. Namun, sering orang-orang di sekitarnya tak memahami hal itu.<\/p>\n<p>&ldquo;Naya mengajarkan kita untuk jangan lupa meminta tolong. Tidak apa-apa jika kita terlihat rapuh, karena itu sangat manusiawi. Rapuh itu juga bagian dari emosi manusia yang harus kita terima,&rdquo; ujar Hana Malasan yang memerankan Naya.<\/p>\n<p>Film Kupeluk Kamu Selamanya bercerita tentang perjuangan seorang ibu tunggal untuk bisa berdamai dengan kehidupan demi memperjuangkan masa depan anaknya yang menyintas penyakit bawaan.<\/p>\n<p>Film Kupeluk Kamu Selamanya mengikuti kisah seorang ibu tunggal bernama Naya yang diperankan oleh Hana Malasan. Ia harus merelakan kariernya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir.<\/p>\n<p>Ketika Naya berpisah dengan sang suami (Ibnu Jamil), kehidupan Naya semakin menantang.<br \/>Saat sakit bawaan Aksa semakin parah dan membuatnya harus menjalani perawatan, keteguhan Naya diuji, baik sebagai ibu dan perempuan.<\/p>\n<p>Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang dalam setiap filmnya sering berbicara tentang relasi ibu dan anak,&nbsp;Kupeluk&nbsp;Kamu&nbsp;Selamanya&nbsp;mengisahkan sebuah perjalanan emosional yang menyentuh dari kisah Naya dan Aksa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/247351810\/film-keluarga-suami-adalah-hama-dalam-hubungan-yang-tidak-sehat-perempuan-yang-harus-menanggung-beban\">Baca: Dalam Hubungan yang Tidak Sehat, Perempuan yang Harus Menanggung Beban<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penonton diajak untuk merasakan dan memaknai arti cinta tanpa syarat, dari sudut pandang seorang ibu. Film ini juga dapat menjadi bentuk refleksi untuk para orangtua yang sering merasa paling tahu apa yang dibutuhkan sang anak.<\/p>\n<p>Bagi Ibnu Jamil, film Kupeluk Kamu Selamanya juga terasa sangat manusiawi, saat<br \/>Pritagita memotret para karakternya tidak benar-benar hitam putih antara protagonis-antagonis.<\/p>\n<p>&ldquo;Film ini adalah perjuangan orangtua tunggal dengan segala macam bentuk cara dan<br \/>keterbatasannya untuk merawat anaknya. Hebatnya, tidak ada yang antagonis, karena di dunia nyata pun tidak ada yang hitam-putih, tergantung melihatnya bagaimana, setiap orang punya sudut pandang masing-masing,&rdquo; ungkap Ibnu Jamil.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya ingin penonton pulang dan menyadari, bahwa kita memiliki cinta yang tidak akan pernah selesai, yakni cinta seorang ibu kepada anaknya. Namun, ketika cinta itu selesai, itu menjadi sebuah kenangan yang juga tidak akan pernah akan hilang,&rdquo; ujar sutradara Pritagita Arianegara.<\/p>\n<p>Selain Hana Malasan, Jared Ali dan Ibnu Jamil, sejumlah bintang juga tampil di Kupeluk Kamu Selamanya seperti Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani.<\/p>\n<p>Film ini juga menjadi debut aktris Dinda Hauw sebagai produser, bersama Dara Dwitanti. Kupeluk Kamu Selamanya juga menjadi debut Sean Gelael di industri perfilman Indonesia, dengan menjadi produser eksekutif film ini, bersama Angga Dwimas Sasongko.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Dalam sebuah suratnya, RA Kartini pernah mengatakan bahwa mendidik perempuan berarti mendidik bangsa. Hal ini karena para perempuan atau para ibu lah yang lebih banyak berperan dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak-anaknya. Dalam situasi yang buruk para ibu juga yang paling banyak berkorban untuk anak-anaknya. Ketika seorang ibu yang sudah berdamai dengan diri dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[201,701,38],"class_list":["post-1626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-film","tag-kupeluk-kamu-selamanya","tag-perempuan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}