{"id":16341,"date":"2026-07-30T02:00:58","date_gmt":"2026-07-30T02:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16341"},"modified":"2026-07-30T02:00:58","modified_gmt":"2026-07-30T02:00:58","slug":"seperti-ini-peran-kupu-kupu-dan-burung-bagi-kelestarian-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16341","title":{"rendered":"Seperti Ini Peran Kupu-kupu dan Burung bagi Kelestarian Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna&nbsp;mengatakan, keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan&nbsp;dapat dijadikan sebagai laboratorium alam, tempat menimba ilmu bagi pelajar khususnya bidang biologi.<\/p>\n<p>Ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan tak&nbsp;hanya&nbsp;menyerap&nbsp;karbon,&nbsp;tapi&nbsp;juga&nbsp;bisa menciptakan ruang atau tempat hidup satwa liar seperti burung dan kupu-kupu.&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya,&nbsp;satwa liar seperti kupu-kupu dan burung memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem.<\/p>\n<p>Misalnya, kupu-kupu berperan penting sebagai pollinator, yaitu agen penyerbuk alami bagi bunga&nbsp;shingga&nbsp;terjadi&nbsp;pembuahan.<\/p>\n<p>Sedangan,&nbsp;burung dapat membantu dalam penyebaran biji (seeds dispersal) dan pengendali hama (biokontrol).<\/p>\n<p>Selain itu, kupu-kupu dan burung dapat menjadi indikator baik atau tidaknya kualitas lingkungan (bioindikator).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244666271\/kelas-biodiversitas-belantara-foundation-manfaatkan-taman-kota-sebagai-laboratorium-keanekaragaman-hayati\">Baca: Kelas Biodiversitas Belantara Foundation<\/a><\/p>\n<p>Seiring pesatnya pembangunan, kupu-kupu dan burung menghadapi ancaman seperti kehilangan habitat, perburuan dan perdagangan secara ilegal<\/p>\n<p>&ldquo;Pencemaran lingkungan, perubahan iklim global, serta kerusakan ekosistem yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan habitat mereka,&ldquo; ujar Dolly saat membuka Kelas Biodiversitas yang diselenggarakan Belantara Foundation pada Sabtu (18\/5\/2024) lalu.<\/p>\n<p>Dalam&nbsp;kesempatan&nbsp;sama, Pendiri komunitas KupuKita, Nurul L. Winarni mengatakan pihaknya terus mengajak dan mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk terlibat dalam pendataan kupu-kupu yang ada di sekitar mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami terus mendorong gerakan citizen science kupu-kupu, Sebuah kegiatan kerja ilmiah yang dilakukan masyarakat secara menyenangkan dengan dampingan ilmuwan profesional atau lembaga ilmiah&rdquo; kata Nurul yang juga sebagai Head of Service and Development\/Research Scientist Research Center for Climate Change Universitas Indonesia.<\/p>\n<p>Kelas Biodiversitas ini diselenggarakan di Taman Heulang Bogor, Jawa Barat dan diikuti siswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241637534\/ilmuwan-gandeng-warga-untuk-memetakan-sebaran-kupu-kupu-di-jakarta\">Baca: Upaya memetakan populasi kupu-kupu di Jakarta<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dolly&nbsp;yang juga\u200b anggota Commission on Ecosystem Management IUCN mengatakan,&nbsp; Taman Heulang dipilih menjadi lokasi kegiatan karena merupakan taman terluas yang ada di Kota Bogor.<\/p>\n<p>Taman&nbsp;Heulang&nbsp;memiliki&nbsp;luas&nbsp;lebih kurang 2,8 hektare yang awalnya hanya dijadikan sebagai lapangan bola dan tidak terurus.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Bogor merevitalisasi lapangan tersebut menjadi sebuah taman pada 2015 sehingga&nbsp;menjadi&nbsp;salah&nbsp;satu&nbsp;ruang&nbsp;terbuka&nbsp;hijau&nbsp;di&nbsp;kota&nbsp;Bogor.<\/p>\n<p>&rdquo;Sangat penting dilakukan pendataan potensi biodiversitas seperti jenis-jenis tumbuhan, burung dan kupu-kupu sebagai bahan monitoring dan evaluasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di taman tersebut&rdquo; ujar Dolly, yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244042216\/pengamatan-belantara-foundation-temukan-tiga-burung-langka-di-lapangan-banteng\">Baca: Sensus burung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni, dkk. pada 2018,&nbsp; terdapat setidaknya 17 jenis burung yang berhasil dijumpai di Taman Heulang.<\/p>\n<p>Data tersebut perlu dilakukan pemutakhiran setiap waktu untuk mengetahui apakah terjadi perubahan terhadap keberadaan jumlah jenis burung tersebut.<\/p>\n<p>Sementara&nbsp;berdasarkan hasil pengamatan&nbsp;pada&nbsp;Sabtu&nbsp;lalu, didapatkan 15 jenis burung dan 16 jenis kupu-kupu.<\/p>\n<p>Dari 15 jenis burung yang berhasil diidentifikasi, terdapat satu jenis burung, yaitu burung kipasan belang (Rhipidura javanica) yang masuk ke dalam kategori burung yang dilindungi oleh Permen LHK No.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.<\/p>\n<p>Berdasarkan status keterancaman, terdapat satu jenis burung, yaitu burung kacamata biasa (Zosterops melanurus) masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang berstatus rentan terhadap kepunahan atau Vulnerable (VU).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/komunitas\/244373585\/sensus-burung-air-di-ancol-berhasil-mengidentifikasi-40-jenis-burung\">Baca: Sensus burung di Ancol, Jakarta&nbsp;Utara<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna&nbsp;mengatakan, keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan&nbsp;dapat dijadikan sebagai laboratorium alam, tempat menimba ilmu bagi pelajar khususnya bidang biologi. Ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan tak&nbsp;hanya&nbsp;menyerap&nbsp;karbon,&nbsp;tapi&nbsp;juga&nbsp;bisa menciptakan ruang atau tempat hidup satwa liar seperti burung dan kupu-kupu.&nbsp; Selanjutnya,&nbsp;satwa liar seperti kupu-kupu dan burung memiliki peran yang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16342,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[379,2937,17],"class_list":["post-16341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-burung","tag-kupu-kupu","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16341"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16341\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}