{"id":16426,"date":"2026-07-30T02:01:26","date_gmt":"2026-07-30T02:01:26","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16426"},"modified":"2026-07-30T02:01:26","modified_gmt":"2026-07-30T02:01:26","slug":"koalisi-masyarakat-sipil-bencana-ekologis-di-sulawesi-selatan-dipicu-kerusakan-hutan-di-gunung-latimojong-akibat-konsesi-tambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16426","title":{"rendered":"Koalisi Masyarakat Sipil: Bencana Ekologis di Sulawesi Selatan Dipicu Kerusakan Hutan di Gunung Latimojong Akibat Konsesi Tambang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Koalisi Masyarakat Sipil Sulsel Untuk Keadilan Agraria dan Sumber Daya Alam menilai, bencana ekologis yang menelan korban jiwa di Sulawesi Selatan baru-baru ini dipicu kerusakan hutan di area Gunung Latimojong.<\/p>\n<p>Sementara kerusakan hutan di area Gunung Latimojong berawal dari konsesi tambang yang masuk area Gunung Latimojong.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi inilah yang kemudian memicu bencana ekologis di lima kabupaten di Sulsel dengan bencana banjir dan longsor,&#8221; kata Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sulsel, Rizki Angriani Arimbi dikutip Antaranews.com, Rabu (15\/5\/2024).<\/p>\n<p>Pekan pertama Mei 2024, banjir dan longsor menerjang beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu di Kabupaten Luwu, Wajo, Sidrap, Soppeng, Enrekang, Pinrang, Toraja dan Bulukumba.<\/p>\n<p>Banjir dan longsor terjadi pada hari yang bersamaan di Kabupaten Luwu, Sidrap, Wajo, Enrekang dan Pinrang akibat kerusakan hutan yang terjadi di area Gunung Latimojong.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244624608\/pengamat-lingkungan-menyayangkan-pemerintah-tak-antisipasi-bencana-ekologis\">Pengamat Lingkungan Menyayangkan Pemerintah Tak Antisipasi Bencana Ekologis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dia mengatakan, dalam kondisi krisis dan kritis, Pemerintah Pusat hingga Provinsi Sulawesi Selatan terus mengoleksi dan mengeluarkan konsesi pengelolaan hutan di wilayah penyangga, termasuk Pegunungan Latimojong.<\/p>\n<p>Berkurangnya tutupan hutan di bentang Pegunungan Latimojong akibat aktivitas tambang tidak lepas dari keterlibatan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Rizki kemudian menyebut peristiwa tahun 2015 saat ditangkapnya Kepala Dinas Kehutanan Luwu dan mantan Kepala Desa Mappetajang Kecamatan Bassesangtempe (Bastem).<\/p>\n<p>Sebagian besar masyarakat, ujarnya, kemungkinan masih mengingat penangkapan orang yang terlibat kasus pemberian izin dan pembalakan hutan lindung tahun 2013.<\/p>\n<p>Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sulsel menyebut Kabupaten Luwu, Sidrap, Wajo, Enrekang dan Pinrang memiliki bentangan penyangga yang sama yaitu Pegunungan Latimojong.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244503559\/bnpb-kembangkan-sistem-peringatan-dini-bencana-tanah-longsor-skala-nasional\">BNPB Kembangkan Sistem Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor Skala Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pegunungan Latimojong&nbsp;merupakan gugusan pegunungan Verbeek dengan berbagai keunikan di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Longsor dan banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten dalam bentangan Pegunungan Verbeek Latimojong bukanlah hal yang baru terjadi. Begitu juga di Kabupaten Luwu.<\/p>\n<p>Tidak ada yang menduga hujan pada malam itu berujung banjir, yang dengan seketika memorakporandakan puluhan desa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tepat pukul 01.17 WITA.<\/p>\n<p>Setidaknya 13 kecamatan terdampak bencana ini, yakni kecamatan Suli, Latimojong, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa, dan Belopa Utara.<\/p>\n<p>Banjir setinggi 3 meter merendam 3.268 rumah, menghanyutkan 211 rumah, dan empat jembatan, merusak empat ruas jalan penghubung, merobohkan talut sungai sepanjang 50 meter dengan kondisi rusak berat.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244437303\/brin-cuaca-ekstrem-meningkat-signifikan-ini-dampak-yang-dirasakan-indonesia\">BRIN: Cuaca Ekstrem Meningkat Signifikan Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dampak kerusakan ribuan unit rumah dan fasilitas publik dengan klasifikasi ringan hingga berat itu melanda 56 desa di 13 kecamatan.<\/p>\n<p>Tercatat 13 orang meninggal dunia yang mayoritas lansia dan balita warga dari Kecamatan Latimojong dan Suli Barat.<\/p>\n<p>Sebanyak 3.479 keluarga yang terdampak, 155 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi memanfaatkan bangunan masjid dan gedung sekolah terdekat.<\/p>\n<p>Padamnya jaringan listrik dan telekomunikasi makin menambah penderitaan bagi warga yang masih terisolasi akibat bencana sejak 3 Mei 2024.<\/p>\n<p>Tragedi di awal Mei 2024 menjadi salah satu bencana yang terbesar dan memilukan. Alam mengingatkan eksplorasi tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan akan memicu bencana.<\/p>\n<p>Sumber:&nbsp;Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Koalisi Masyarakat Sipil Sulsel Untuk Keadilan Agraria dan Sumber Daya Alam menilai, bencana ekologis yang menelan korban jiwa di Sulawesi Selatan baru-baru ini dipicu kerusakan hutan di area Gunung Latimojong. Sementara kerusakan hutan di area Gunung Latimojong berawal dari konsesi tambang yang masuk area Gunung Latimojong. &#8220;Kondisi inilah yang kemudian memicu bencana ekologis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1158,4537,17],"class_list":["post-16426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bencana","tag-gunung-latimojong","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}