{"id":16438,"date":"2026-07-30T02:01:29","date_gmt":"2026-07-30T02:01:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16438"},"modified":"2026-07-30T02:01:29","modified_gmt":"2026-07-30T02:01:29","slug":"jelang-hari-keanekaragaman-hayati-lebih-dari-44-000-spesies-terancam-punah-dari-muka-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16438","title":{"rendered":"Jelang Hari Keanekaragaman Hayati: Lebih dari 44.000 Spesies Terancam Punah dari Muka Bumi."},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Peran multipihak sangat dibutuhkan untuk mencegah laju kepunahan yang saat ini mengancam&nbsp;keanekaragaman&nbsp;hayati.<\/p>\n<p>Demikian terungkap dalam seminar bertajuk &ldquo;Peran Multipihak dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia&rdquo; yang dihelat Belantara Foundation pada Selasa (14\/5\/2024) secara hybrid.<\/p>\n<p>Seminar ini digelar untuk menyemarakkan World Species Congress yang diselenggarakan oleh IUCN program Reverse The Red pada 15 Mei 2024 dan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diperingati setiap 22 Mei 2024.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna dalam sambutannya menekankan pentingnya pengarusutamaan pelestarian keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan itu menyebutkan, saat ini telah ada Inpres No.1 tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.<\/p>\n<p>Inpres ini diterbitkan untuk memastikan adanya keseimbangan pemanfaatan ruang untuk kepentingan ekonomi dan konservasi keanekaragaman hayati dalam kebijakan setiap sektor.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243164621\/masalah-lingkungan-terbesar-2023-hilangnya-keanekaragaman-hayati\">Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Hilangnya Keanekaragaman Hayati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pelaksanaan kebijakan ini diarahkan melalui pengambilan langkah-langkah kebijakan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan setiap lembaga yang disasar dalam kebijakan ini.<\/p>\n<p>Isi inpres ini menyasar ke 19 kementerian dan lembaga pemerintahan dengan tujuan untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam kebijakan pembangunan.<\/p>\n<p>&ldquo;Tidak hanya tugas pemerintah, pelestarian keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi multipihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, industri, media bahkan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelestarian biodiversitas Indonesia untuk generasi kini dan yang akan datang,&rdquo; tegas Dolly yang juga\u200b anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.<\/p>\n<p>Dalam&nbsp;artikel yang ditulis oleh ilmuwan yang diterbitkan di jurnal&nbsp;Biological Review awal 2022 lalu, menjelaskan bahwa saat ini telah berlangsung kepunahan massal keenam yang disebabkan oleh antropogenik.<\/p>\n<p>Ancaman kepunahan massal kali ini berbeda, karena intervensi manusia terhadap alam dan biodiversitas telah menyumbang dan mempercepat kepunahan tersebut terjadi.<\/p>\n<p>Ancaman tersebut semakin terlihat dengan tingkat kepunahan spesies yang meningkat secara drastis.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243046892\/salah-satu-keanekaragaman-hayati-indonesia-punya-lebih-dari-300-jenis-pisang-lokal\">Salah Satu Keanekaragaman Hayati Indonesia: Punya Lebih dari 300 Jenis Pisang Lokal <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti sebagian besar menggunakan data spesies yang terdaftar sebagai spesies punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).<\/p>\n<p>Para peneliti berfokus pada spesies vertebrata (tidak termasuk ikan) karena datanya tersedia lebih banyak.<\/p>\n<p>Dari setidaknya 5.400 genera (bentuk jamak dari genus) yang terdiri dari 34.600 spesies, para peneliti menyimpulkan bahwa dalam 500 tahun terakhir sejumlah 73 genera telah mengalami kepunahan, sebagian besar terjadi dalam dua abad terakhir.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut memperkirakan bahwa kepunahan tersebut seharusnya membutuhkan waktu kurang lebih 18.000 tahun, bukan 500 tahun.<\/p>\n<p>Namun, ditegaskan bahwa perkiraan tersebut masih belum pasti, karena tidak seluruh spesies diketahui dan catatan fosil masih belum lengkap.<\/p>\n<p>Para ilmuwan mengatakan kepunahan massal buatan manusia tersebut disebabkan oleh perusakan habitat, perubahan iklim global, eksploitasi berlebihan, polusi, dan spesies invasif.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244526182\/7-wilayah-di-ikn-miliki-keanekaragaman-hayati-tinggi-apa-yang-akan-dilakukan-oikn-untuk-melestarikannya\">7 Wilayah di IKN Miliki Keanekaragaman Hayati Tinggi, Apa yang Akan Dilakukan OIKN untuk Melestarikannya? <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut IUCN, sampai saat ini terdapat lebih dari 44.000 spesies terancam punah di bumi.<\/p>\n<p>Jumlah ini merupakan 28 persen dari total 157.100 spesies yang masuk daftar merah milik lembaga konservasi global tersebut. Padahal, jumlah spesies yang ada di bumi jauh lebih banyak dari angka tersebut.<\/p>\n<p>Pada Desember 2023 lalu, IUCN memperbarui daftar spesies yang berstatus punah\/Extinct (EX). Berdasarkan data yang dipublikasikan sejak 1996 hingga kini, terdapat lebih dari 900 spesies yang punah.<\/p>\n<p>Sebanyak 74 spesies di antaranya dinyatakan punah pada 2023.<\/p>\n<p>Sejak Tahun 2023 hingga saat ini, Pemerintah Indonesia dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)\/ Bappenas, tengah menyusun dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia atau Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) pasca COP15 CBD.<\/p>\n<p>Proses penyusunan dokumen ini merupakan upaya untuk menyelaraskan target pengelolaan keanekaragaman hayati nasional dengan target global.<\/p>\n<p>Dokumen IBSAP ini disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta ke depan diharapkan memiliki dasar payung hukum untuk akselerasi implementasi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dokumen ini diharapkan menjadi acuan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola keanekaragaman hayati secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Peran multipihak sangat dibutuhkan untuk mencegah laju kepunahan yang saat ini mengancam&nbsp;keanekaragaman&nbsp;hayati. Demikian terungkap dalam seminar bertajuk &ldquo;Peran Multipihak dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia&rdquo; yang dihelat Belantara Foundation pada Selasa (14\/5\/2024) secara hybrid. Seminar ini digelar untuk menyemarakkan World Species Congress yang diselenggarakan oleh IUCN program Reverse The Red pada 15 Mei 2024 dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16439,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2812],"class_list":["post-16438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keanekaragam-hayati"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16438"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16438\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}