{"id":16492,"date":"2026-07-30T02:01:46","date_gmt":"2026-07-30T02:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16492"},"modified":"2026-07-30T02:01:46","modified_gmt":"2026-07-30T02:01:46","slug":"stafsus-presiden-sebut-banyak-keluarga-anggota-dpr-nikmati-kip-kuliah-begini-respon-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16492","title":{"rendered":"Stafsus Presiden Sebut Banyak Keluarga Anggota DPR Nikmati KIP Kuliah, Begini Respon DPR"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wakil&nbsp;Ketua Komisi X DPR membantah pernyataan Staf Khusus Presiden (Stafsus) Billy Mambrasar yang mengatakan bahwa banyak keluarga dan orang dekat anggota Dewan menerima program Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah.<\/p>\n<p>Dilansir Kompas.com, Billy mengatakakan bahwa KIP Kuliah seharusnya diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Billy mengatakan bahwa anggota DPR biasanya memberikan kuota KIP Kuliah yang ia dapat untuk mengakomodasi sanak saudara atau orang terdekat lainnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Billy berharap praktik tersebut bisa segera dihentikan agar dana bantuan KIP Kuliah benar-benar diterima pelajar yang membutuhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Faktor ketiga ini yang harus di-highlight oleh media nasional. Bahwa anggota DPR diberikan kuota pada orang-orang tertentu sesuai dengan dia itu harus dihentikan praktik-praktik ini,&#8221; tutur Billy kepada Kompas.com, Sabtu (4\/5\/2024).<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244626655\/distribusi-kip-kuliah-tidak-tepat-sasaran-dpr-minta-sistem-rekruitmen-dan-sistem-seleksi-dibenahi\">Distribusi KIP Kuliah Tidak Tepat Sasaran, DPR Minta Sistem Rekruitmen dan Sistem Seleksi Dibenahi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pernyataan Billy tersebut dibantah oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf. Dia menegaskan, tidak benar jika anggota DPR dikatakan menerima kuota KIP Kuliah lalu diberikan kepada orang tertentu seperti keluarga maupun kolega.<\/p>\n<p>&#8220;Enggak benar (DPR beri KIP Kuliah untuk keluarga dan kolega). KIP Kuliah hanya untuk warga masyarakat yang berhak. Anak pejabat, anak orang kaya atau pengusaha sukses, tidak boleh mendapatkan itu,&#8221; ujar Dede kepada Kompas.com, Minggu (12\/5\/2024).<\/p>\n<p>Menurut dia, DPR memang memiliki kewenangan untuk mengusulkan siapa saja yang dianggap layak menerima program KIP Kuliah.<\/p>\n<p>Namun, kata Dede, hal tersebut hanya bersifat meneruskan aspirasi dari masyarakat, bukan inisiatif wakil rakyat untuk mengajukan anak, saudara, dan orang dekatnya untuk menjadi penerima program KIP Kuliah.<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu tugas DPR adalah menyampaikan aspirasi dan meneruskan aspirasi. Sesuai UU MD3, termasuk beasiswa atau program negara lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244636297\/ukt-tinggi-picu-rendahnya-angka-partisipasi-kasar-di-perguruan-tinggi\">UKT Tinggi Picu Rendahnya Angka Partisipasi Kasar di Perguruan Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dede menambahkan, mekanisme bagi seorang calon penerima KIP Kuliah tetap diputuskan oleh pihak kampus, bukan DPR.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia menegaskan, ada tahapan verifikasi bagi seseorang berhak atau tidak untuk menerima KIP Kuliah. Tahapan itulah yang diserahkan ke pihak kampus.<\/p>\n<p>Karena itu, lanjutnya, tidak mungkin anak anggota DPR bisa menjadi penerima program KIP Kuliah.<\/p>\n<p>&#8220;Verifikasi dilakukan oleh kampus, apakah nama usulan tersebut layak atau tidak. Ada tes dan asesmen dari pihak perguruan tinggi,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI-P Andreas Hugo Pareira berpandangan bahwa kuota KIP Kuliah yang diberikan pada anggota DPR termasuk dalam KIP Kuliah Aspirasi.<\/p>\n<p>Menurut Hugo, apa yang diungkapkan oleh Billy mengenai DPR menerima kuota KIP Kuliah hanya persoalan metode distribusi.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244629927\/komisi-x-desak-evaluasi-status-otonomi-ptn-bh-guna-akhiri-polemik-nomimal-ukt\">Komisi X Desak Evaluasi Status Otonomi PTN-BH Guna Akhiri Polemik Nomimal UKT<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;KIP Kuliah Reguler didistribusikan oleh Kemdikbud ke mahasiswa melalui kampus. Sementara KIP Kuliah Aspirasi didistribusikan melalui instansi lembaga negara, di DPR oleh anggota Komisi X yang membidangi pendidikan sesuai aspirasi dari masyarakat,&#8221; kata Hugo kepada Kompas.com, Jumat (10\/5\/2024).<\/p>\n<p>Hugo menyampaikan, kuota tersebut diberikan kepada anggota DPR Komisi X karena membidangi komisi pendidikan.<\/p>\n<p>Di Komisi tersebut, kata Hugo, dia bersama anggota DPR lainnya mendengarkan hingga menyerap aspirasi masyarakat terkait pendidikan termasuk kuota KIP Kuliah.<\/p>\n<p>Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, soal distribusi kepada keluarga bisa terjadi di mana pun, termasuk dalam distribusi yang melalui kampus.<\/p>\n<p>&#8220;Namun selama distribusi itu diperuntukan untuk mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu, saya kira ini masih tepat pada tujuan dan sasaran,&#8221; ujar Hugo.<\/p>\n<p>Sumber:Kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wakil&nbsp;Ketua Komisi X DPR membantah pernyataan Staf Khusus Presiden (Stafsus) Billy Mambrasar yang mengatakan bahwa banyak keluarga dan orang dekat anggota Dewan menerima program Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah. Dilansir Kompas.com, Billy mengatakakan bahwa KIP Kuliah seharusnya diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu. Sebelumnya, Billy mengatakan bahwa anggota DPR biasanya memberikan kuota KIP [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16493,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2022],"class_list":["post-16492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kip-kuliah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16492\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}