{"id":16516,"date":"2026-07-30T02:01:52","date_gmt":"2026-07-30T02:01:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16516"},"modified":"2026-07-30T02:01:52","modified_gmt":"2026-07-30T02:01:52","slug":"berbeda-dengan-universitas-di-indonesia-seperti-ini-universitas-utrecht-sikapi-pemeringkatan-kampus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16516","title":{"rendered":"Berbeda dengan Universitas di Indonesia, Seperti Ini Universitas Utrecht Sikapi Pemeringkatan Kampus"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Pemeringkatan kampus&nbsp;yang awalnya bertujuan baik ternyata justru memicu ekses kurang bagus bagi pendidikan tinggi di Indonesia.<\/p>\n<p>Terutama mengenai penggunaan pemeringkatan kampus&nbsp;yang kadang berlebihan, kurang memerhatikan variasi kebutuhan masyarakat, serta mengabaikan konteks.&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini terlihat dari fokus pemerintah pada pemeringkatan kampus&nbsp;secara&nbsp;global.<\/p>\n<p>Dalam acara &ldquo;Top Executive University Gathering&rdquo; tahun 2023, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengatakan bahwa perlu momentum yang tepat untuk mendukung dan memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mewujudkan universitas berkelas dunia, yang salah satu indikatornya adalah memperoleh peringkat global yang tinggi.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, pemeringkatan kampus juga cenderung semakin komersial dan berdampak pada promosi pihak tertentu.<\/p>\n<p>Cara pemeringkatan kampus bekerja, juga seringkali hanya sebatas mengukur produktivitas penelitian, tanpa memperhatikan kualitasnya.<\/p>\n<p>Tuntutan untuk terus-terus memproduksi ini membuat beberapa pihak terjebak dalam praktik-praktik instan.<\/p>\n<p>Seperti misalnya Kumba Digdowiseiso, guru besar Universitas Nasional (UNAS) yang memproduksi 160 artikel dalam kurun waktu satu tahun.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244642583\/seperti-ini-dampak-pemeringkatan-perguruan-tinggi-pada-kualitas-penelitian-dan-pendidikan-di-indonesia\">Seperti Ini Dampak Pemeringkatan Perguruan Tinggi pada Kualitas Penelitian dan Pendidikan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lantas,&nbsp;bagaimana&nbsp;perguruan&nbsp;tinggi&nbsp;di&nbsp;luar&nbsp;negeri&nbsp;menyikapi&nbsp;pemeringkatan&nbsp;ini?<br \/>Logika pemeringkatan universitas&nbsp;atau&nbsp;kampus yang terjebak kuantifikasi mulai mengundang berbagai reaksi.<\/p>\n<p>Universitas Utrecht di&nbsp;Belanda&nbsp;salah satunya, sengaja tidak mengirimkan data mereka untuk digunakan dalam peringkat universitas.<\/p>\n<p>Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa peringkat universitas yang umumnya berfokus pada penilaian skor dan persaingan intensif tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai utama Universitas Utrecht, yang lebih menekankan pada kolaborasi dan pengembangan sains terbuka.<\/p>\n<p>Universitas Utrecht percaya bahwa upaya untuk menggambarkan keseluruhan kualitas universitas dengan satu angka tunggal tidak mencerminkan keragaman dan kompleksitas dari berbagai program dan disiplin ilmu yang ada di sana.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Alasan lainnya adalah keraguan terhadap akurasi data dan metodologi yang digunakan oleh lembaga pemeringkatan, serta waktu dan upaya yang diperlukan untuk menyediakan informasi yang lengkap dan akurat.<\/p>\n<p>Asosiasi universitas Belanda, juga mendukung pendekatan yang lebih bertanggung jawab terhadap peringkat universitas.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244566284\/3-prodi-di-fisipol-ugm-masuk-peringkat-200-terbaik-dunia\">3 Prodi di Fisipol UGM Masuk Peringkat 200 Terbaik Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Mereka mendorong mahasiswa untuk lebih memerhatikan konten dan karakteristik program-program akademis saat memilih universitas.<\/p>\n<p>Sementara itu, dosen dan peneliti juga didorong untuk menilai dengan cermat sifat dan kualitas dari program-program penelitian yang ditawarkan universitas, agar tidak terjebak dalam riset ala kadarnya.<\/p>\n<p>Hal serupa juga dilakukan Universitas Zurich di Swiss yang memutuskan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam pemeringkatan universitas dunia versi Times Higher Education.<\/p>\n<p>Alasannya, pemeringkatan sering berfokus pada jumlah, sehingga menciptakan tekanan untuk meningkatkan jumlah publikasi daripada memprioritaskan kualitas konten.<\/p>\n<p>&lsquo;Benchmarking&rsquo; sebagai alternatif<br \/>Sebagai alternatif, pendekatan benchmarking dianggap lebih memadai daripada pemeringkatan.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244629927\/komisi-x-desak-evaluasi-status-otonomi-ptn-bh-guna-akhiri-polemik-nomimal-ukt\">Komisi X Desak Evaluasi Status Otonomi PTN-BH Guna Akhiri Polemik Nomimal UKT<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebab, pendekatan ini memungkinkan institusi untuk membandingkan kinerjanya dengan institusi sejenis berdasarkan kebutuhan dan konteks mereka sendiri, yang dapat mengurangi tekanan untuk memenuhi standar yang bersifat umum.<\/p>\n<p>Benchmarking mengasumsikan bahwa data faktual yang dikumpulkan dari berbagai sumber dapat digunakan untuk memahami kekuatan dan kelemahan organisasi serta mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Contoh pendekatan ini adalah PASCAL Universities Regional Engagement (PURE).<\/p>\n<p>Proyek ini diinisiasi oleh PASCAL International Observatory, sebuah aliansi global antara peneliti, analis kebijakan, pengambil keputusan, praktisi lokal, pemerintahan, pakar pendidikan tinggi, organisasi nonpemerintah (LSM), dan juga sektor swasta.<\/p>\n<p>Proyek PURE memberikan dasar pemahaman tentang bagaimana metode benchmarking beroperasi dalam konteks pendidikan tinggi yang tidak hanya mengacu pada pertimbangan kuantitatif, melainkan melihat keseluruhan aspek secara holistik.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244636297\/ukt-tinggi-picu-rendahnya-angka-partisipasi-kasar-di-perguruan-tinggi\">UKT Tinggi Picu Rendahnya Angka Partisipasi Kasar di Perguruan Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">PURE melakukan benchmarking secara regional sebab mereka menekankan peran vital universitas dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara luas.<\/p>\n<p>Proyek ini tidak hanya bertujuan membandingkan kinerja institusi, tetapi juga membangun basis data yang berpotensi untuk membentuk karakter masyarakat melalui refleksi dan diskursus.<\/p>\n<p>Dengan langkah-langkah demikian, benchmarking pada lembaga pendidikan tinggi dapat memberikan warna baru yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan universitas.<\/p>\n<p>Langkah ini&nbsp;sekaligus menjadi instrumen yang lebih esensial dalam memahami dan meningkatkan kualitas universitas.<\/p>\n<p>Sebab, dengan fokus pada analisis mendalam dan diskursus yang intens, benchmarking dapat memberikan pandangan yang lebih holistik dan terukur daripada pemeringkatan universitas yang telah terbukti dapat menciptakan masalah.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Yogie Pranowo, Adjunct Associate Lecturer, Universitas Multimedia Nusantara<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Pemeringkatan kampus&nbsp;yang awalnya bertujuan baik ternyata justru memicu ekses kurang bagus bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Terutama mengenai penggunaan pemeringkatan kampus&nbsp;yang kadang berlebihan, kurang memerhatikan variasi kebutuhan masyarakat, serta mengabaikan konteks.&nbsp; Hal ini terlihat dari fokus pemerintah pada pemeringkatan kampus&nbsp;secara&nbsp;global. Dalam acara &ldquo;Top Executive University Gathering&rdquo; tahun 2023, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16517,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4547],"class_list":["post-16516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pemeringkatan-kampus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16516\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}