{"id":16528,"date":"2026-07-30T02:01:55","date_gmt":"2026-07-30T02:01:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16528"},"modified":"2026-07-30T02:01:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:01:55","slug":"gelombang-panas-melanda-thailand-61-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16528","title":{"rendered":"Gelombang Panas Melanda Thailand, 61 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Gelombang panas melanda sejumlah negara Asia, diantaranya Thailand. Bahkan 61 orang dilaporkan tewas akibat gelombang panas sejak Januari lalu. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, 2023.<\/p>\n<p>Laporan Kementerian Kesehatan setempat, cuaca terik tercatat hampir di seluruh wilayah negeri Gajah Putih tersebut. Setiap hari pihak berwenang mengeluarkan peringatan cuaca panas.<\/p>\n<p>Namun jumlah korban tewas tetap tak terhindarkan, bahkan jika dibandingkan tahun lalu 37 orang, jumlah ini naik dua kali lipat akibat heatstroke (sengatan panas pada tubuh).<\/p>\n<p>&#8220;Bagian timur laut Thailand, jantung pertanian mengalami jumlah kematian tertinggi,&#8221; kata kementerian kesehatan seperti yang dilansir Channel News Asia, Sabtu (11\/5\/2024).<\/p>\n<p>Di tahun 2024 ini Thailand juga telah mencatat rekor gelombang panas hingga mencapai lonjakan suhu di atas 52 derajat celcius.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244579482\/cuaca-panas-ekstrem-landa-asia-selatan-dan-tenggara-30-orang-tewas\">Baca: 30 orang tewas akibat gelombang panas<\/a><\/p>\n<p>Gelombang panas selama beberapa pekan terakhir menyebabkan suhu di malam hari bahkan tetap berada di sekitar 30 derajat celcius, pada Bangkok maupun banyak wilayah lain di negara tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Apichart Vachiraphan memperingatkan orang-orang dengan kondisi medis atau memiliki penyakit penyerta lebih baik menunda aktivitas atau kegiatan di luar ruang.<\/p>\n<p>Meski gelombang panas melanda sejumlah negara di Asia, namun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu.<\/p>\n<p>WMO mencatat wilayah Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat, dan dampak gelombang panas di wilayah tersebut menjadi lebih parah. <\/p>\n<p> Laporan State of the Climate in Asia 2023 dari WMO menemukan bahwa Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, dengan suhu tahun lalu hampir 2 derajat Celcius di atas rata-rata pada tahun 1961 hingga 1990.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/244598083\/gelombang-panas-landa-asia-sejumlah-sekolah-terpaksa-tutup\">Baca: Gelombang panas landa Asia, sekolah tutup<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,&#8221; kata Ketua WMO Celeste Saulo, yang menggambarkan laporan tersebut sebagai hal yang serius.<\/p>\n<p> &#8220;Panas ekstrem semakin menjadi pembunuh diam-diam yang terbesar,&#8221; beber Wakil Sekretaris Jenderal WMO Ko Barrett.<\/p>\n<p> Laporan tersebut menyoroti percepatan indikator-indikator utama perubahan iklim seperti suhu permukaan, penyusutan gletser, dan kenaikan permukaan laut.<\/p>\n<p>Hal-hal tersebut akan berdampak serius bagi masyarakat, perekonomian, dan ekosistem di wilayah tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Gelombang panas melanda sejumlah negara Asia, diantaranya Thailand. Bahkan 61 orang dilaporkan tewas akibat gelombang panas sejak Januari lalu. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, 2023. Laporan Kementerian Kesehatan setempat, cuaca terik tercatat hampir di seluruh wilayah negeri Gajah Putih tersebut. Setiap hari pihak berwenang mengeluarkan peringatan cuaca panas. Namun jumlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4551,50,78],"class_list":["post-16528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-asia","tag-cuaca","tag-gelombang-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16528"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16528\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}